Audi Marissa Melahirkan Secara Prematur, Ketahui 7 Faktor Penyebabnya!

Risna Halidi, Dinda Rachmawati

Rabu, 07 April 2021 | 11:59 WIB
Audi Marissa Melahirkan Secara Prematur, Ketahui 7 Faktor Penyebabnya!
Unggahan Audi Marissa [Instagram/@audimarissa]

Suara.com - Aktris Audi Marissa mengumumkan kabar mengejutkan perihal kehamilannya melalui akun Instagram pribadinya. Tadi malam, Rabu (7/4/2021), istri dari Anthony Xie ini melahirkan putra mereka secara prematur di usia kehamilan yang baru menginjak 31 minggu 4 hari.

Perempuan berusia 25 tahun tersebut mengatakan sangat bersyukur bayi yang diberi nama Anzel Maverick Xie tersebut memiliki organ yang baik dan bagus. Namun, saat ini, kata Audi, Anzel masih harus terus dipantau di ruang NICU.

"Jadi mama belum bisa peluk langsung. Ohya ini photo USG beberapa jam sebelum lahir. Maaf om tante online belum bisa kasih liat keadaan Bao Bao sekarang karena masih dirawat dalam inkubator," ungkap dia dalam keterangan fotonya.

Dalam unggahannya Audi juga meminta doa pada para pengikutnya agar buah cintanya tersebut bisa segera sehat, agar mereka bisa membawanya pulang dan merawat Anzel secara langsung.

Audi juga berterimakasih pada sang suami yang terus mendukungnya dan menjadi suami yang siap siaga kala dibutuhkan. Bahkan, kata bintang film 'Udah Putusin Aja!' ini, Anthoni bisa membuatnya tenang di tengah kepanikannya harus melahirkan lebih cepat.

Meski Audi belum menjelaskan secara rinci penyebab dirinya harus melahirkan secara prematur, namun ia bercerita jika sehari sebelum melahirkan dirinya harus dibawa ke IGD. Melihat kondisi darurat ini. dokter pun langsung memutuskan mengambil tindakan operasi caesar demi keselamatan ibu dan bayi.

Dikutip Hello Sehat, kelahiran prematur terjadi saat tubuh lebih cepat siap untuk melahirkan. Padahal, kandungan belum mencapai usia 37 minggu dan bayi belum siap untuk keluar dari rahim.

Normalnya, bayi lahir di usia 40 minggu karena di usia itulah semua organ bayi sudah matang sehingga siap untuk dilahirkan.

Ada beberapa faktor yang mungkin berperan dalam memicu kontraksi pada rahim dan membuat leher rahim melebar sebelum waktunya bayi siap untuk keluar dari kandungan ibu.

baca juga

Apa saja penyebab bayi lahir secara prematur? Berikut faktor penyebab yang dapat meningkatkan risiko melahirkan prematur, di antaranya adalah:

1. Mengalami komplikasi saat kehamilan
Komplikasi kehamilan seperti preeklampsia dan diabetes gestasional bisa menjadi penyebab bayi lahir prematur.

Tidak hanya itu, masalah pada plasenta seperti plasenta previa dan abruptio plasenta juga bisa menyebabkan bayi lahir prematur.

Plasenta previa terjadi ketika plasenta menempel pada bagian bawah rahim. Sementara abruptio plasenta adalah kondisi saat plasenta terlepas seluruhnya atau sebagian sebelum bayi lahir

2. Berat badan saat hamil tidak memenuhi standar
Meskipun hampir setengah dari wanita mengalami kenaikan berat badan terlalu berlebih selama kehamilan, 21 persen nya justru kurang dari berat ideal. Hal ini merujuk pada sebuah studi dalam jurnal Obstetrics and Gynecology.

Bukti menunjukkan bahwa berat badan sebelum kehamilan yang rendah berkaitan dengan peningkatan risiko kelahiran prematur.

Ibu hamil yang obesitas juga berada pada peningkatan risiko komplikasi tertentu selama kehamilan, masa persalinan dan kelahiran bayi, dan setelah kelahiran.

3. Mempunyai pengalaman melahirkan bayi prematur
Jika sebelumnya pernah melahirkan secara prematur, hal ini dapat meningkatkan risiko Anda mengalami kelahiran prematur lagi.

Studi menunjukkan wanita yang melahirkan prematur berada pada tingkat peluang 30-50 persen lebih tinggi untuk mengalami kelahiran bayi prematur di kehamilan berikutnya.

4. Infeksi pada rahim dan vagina
Infeksi pada rahim, termasuk pada cairan ketuban, dan vagina, seperti infeksi bacterial vaginosis (BV), dapat menyebabkan kelahiran prematur. Bahkan infeksi ini pada umumnya menjadi penyebab setengah kasus dari semua kasus kelahiran prematur.

Para ahli menduga bahwa infeksi dapat menyebabkan peradangan vagina sehingga terjadi pelepasan hormon prostaglandin di mana hormon inilah yang memicu proses kelahiran.

Infeksi yang terjadi pada bagian tubuh lainnya juga dapat memicu kelahiran prematur, seperti infeksi pada ginjal, pneumonia, apendisitis (radang usus buntu), dan infeksi pada saluran kemih.

5. Kelainan pada struktur rahim atau leher rahim
Kelainan pada rahim atau leher rahim dapat membuat bayi jadi lebih sulit untuk keluar dari kandungan. Maka dari itu hal ini juga bisa menjadi penyebab bayi lahir prematur.

Lalu, kelainan pada rahim atau leher rahim ini di antaranya, leher rahim pendek (kurang dari 25 mm), leher rahim tidak tertutup seperti seharusnya selama kehamilan, leher rahim menipis, leher rahim membuka (dilatasi) tetapi tidak disertai dengan kontraksi.

Risiko kelahiran bayi prematur meningkat secara signifikan pada wanita yang memiliki leher rahim pendek setelah menjalani operasi rahim.

6. Stres
Stres berat yang disebabkan oleh pengalaman traumatis dapat menyebabkan pelepasan hormon yang memicu kelahiran sehingga bayi harus dilahirkan secara prematur. Stres dari pekerjaan juga dapat menjadi penyebab bayi lahir prematur.

Penelitian menunjukkan bahwa ibu hamil yang berdiri lebih dari lima jam dalam sehari atau yang memiliki pekerjaan melelahkan secara fisik juga lebih mungkin untuk melahirkan secara prematur.

7. Kondisi lainnya
Hal lainnya yang bisa menjadi penyebab bayi lahir secara prematur adalah gangguan autoimun, anemia, infeksi, ketuban pecah dini serta penyakit kronis berupa diabetes dan tekanan darah tinggi. Ada kemungkinan pula terjadi karena faktor genetik.

Apakah Anda mempunyai kebiasaan yang tidak sehat seperti merokok, minum alkohol sampai mengonsumsi obat terlarang? Perilaku ini tidak hanya meningkatkan risiko keguguran.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kronologi Audi Marissa Melahirkan Prematur, Sempat Dilarikan ke IGD

Kronologi Audi Marissa Melahirkan Prematur, Sempat Dilarikan ke IGD

Entertainment | Rabu, 07 April 2021 | 11:53 WIB

Bayinya Lahir Prematur Tapi Dijulidin, Audi Marissa Bereaksi

Bayinya Lahir Prematur Tapi Dijulidin, Audi Marissa Bereaksi

Entertainment | Rabu, 07 April 2021 | 11:19 WIB

Lahir Prematur, Bayi Audi Marissa Dirawat di Ruangan NICU

Lahir Prematur, Bayi Audi Marissa Dirawat di Ruangan NICU

Entertainment | Rabu, 07 April 2021 | 10:54 WIB

Terkini

Gelombang Panas Lebih Mematikan bagi Lansia, Apakah Sistem Perlindungan Sudah Memadai?

Gelombang Panas Lebih Mematikan bagi Lansia, Apakah Sistem Perlindungan Sudah Memadai?

Health | Jum'at, 10 Juli 2026 | 15:09 WIB

Stimulasi yang Tepat Jadi Kunci Mengembangkan Kecerdasan Multitalenta Anak Sejak Usia Dini

Stimulasi yang Tepat Jadi Kunci Mengembangkan Kecerdasan Multitalenta Anak Sejak Usia Dini

Health | Kamis, 09 Juli 2026 | 16:15 WIB

Jangan Cuma Mengejar Garis Finish, Atlet dan Pelari Perlu Lebih Peduli Kesehatan Sendi dan Tulang

Jangan Cuma Mengejar Garis Finish, Atlet dan Pelari Perlu Lebih Peduli Kesehatan Sendi dan Tulang

Health | Rabu, 08 Juli 2026 | 14:11 WIB

4R Pemulihan yang Wajib Dilakukan Setelah Olahraga, Rahasia Atlet Elite Kembali Prima

4R Pemulihan yang Wajib Dilakukan Setelah Olahraga, Rahasia Atlet Elite Kembali Prima

Health | Rabu, 08 Juli 2026 | 10:57 WIB

Jangan Terkecoh Label Inklusif, Ini 5 Cara Memilih Lingkungan Belajar yang Tepat untuk Anak

Jangan Terkecoh Label Inklusif, Ini 5 Cara Memilih Lingkungan Belajar yang Tepat untuk Anak

Health | Selasa, 07 Juli 2026 | 15:03 WIB

Mendorong Anak Down Syndrome Tumbuh Mandiri Lewat Terapi dan Pelatihan

Mendorong Anak Down Syndrome Tumbuh Mandiri Lewat Terapi dan Pelatihan

Health | Senin, 06 Juli 2026 | 16:40 WIB

Bukan Sekadar Ambil Rapor, Kehadiran Ayah Ternyata Jadi Bekal Penting Anak Menyambut Sekolah

Bukan Sekadar Ambil Rapor, Kehadiran Ayah Ternyata Jadi Bekal Penting Anak Menyambut Sekolah

Health | Sabtu, 04 Juli 2026 | 14:00 WIB

Panas Ekstrem Kian Meluas, 22 Persen Penduduk Dunia Kini Alami Heat Stress

Panas Ekstrem Kian Meluas, 22 Persen Penduduk Dunia Kini Alami Heat Stress

Health | Kamis, 02 Juli 2026 | 18:05 WIB

Indonesia Catat Sejarah Baru dengan Operasi Saluran Cerna Robotik Pertama

Indonesia Catat Sejarah Baru dengan Operasi Saluran Cerna Robotik Pertama

Health | Kamis, 02 Juli 2026 | 15:18 WIB

Ruang Ekspresi dan Bonding Keluarga Jadi Kunci Anak Tumbuh Percaya Diri dan Bahagia

Ruang Ekspresi dan Bonding Keluarga Jadi Kunci Anak Tumbuh Percaya Diri dan Bahagia

Health | Kamis, 02 Juli 2026 | 14:46 WIB

×