Update Covid-19 Global: Lonjakan Kasus, Sejumlah Negara Lakukan Penguncian

Vania Rossa, Lilis Varwati

Minggu, 11 April 2021 | 10:35 WIB
Update Covid-19 Global: Lonjakan Kasus, Sejumlah Negara Lakukan Penguncian
Ilustrasi Covid-19. (Elements Envato)

Suara.com - Lonjakan kasus Covid-19 membuat sejumlah negara kembali lakukan penguncian wilayah dan berlakukan jam malam. Sementara itu, peluncuran vaksin juga terhambat akibat kurangnya stok juga ketakutan akan efek samping. Update Covid-19 global menunjukkan bahwa India hingga Argentina kembali lakukan penguncian wilayah mulai Sabtu (10/4). Di India, negara bagian Maharashtra yang paling parah terkena dampak Covid-19, dikabarkan telah kehabisan vaksin. Sistem kesehatan di sana juga terbebani akibat penularan yang makin masif.

Mulai Sabtu (10/4) hingga akhir April, sebanyak 125 juta penduduk Maharashtra akan jalani penguncian wilayah di rumah kecuali bepergian urusan penting atau berbelanja makanan juga obat-obatan.

Kementerian Kesehatan India menginformasikan negaranya baru memvaksin 94 juta dari 1,3 miliar penduduknya. Namun, sebagaimana dilaporkan The Times of India bahwa pada Jumat (9/4), negara bagian rata-rata hanya memiliki stok vaksin untuk sekitar lima hari. Jumlah kasus Covid-19 di India kini telah mencapai 13,35 juta, ketiga terbanyak di dunia.

Perintah tinggal di rumah juga akan mulai berlaku untuk delapan juta penduduk Bogota, ibu kota Kolombia yang sedang terjadi gelombang ketiga infeksi.

Di tempat lain di Amerika Selatan, Argentina juga berlakukan jam malam mulai Jumat (9/4) mulai hingga 30 April. Aturan itu berlaku di daerah berisiko tertinggi di negara itu, terutama pusat kota, di mana bar dan restoran akan tutup pada pukul 11 malam.

Baik Argentina dan Kolombia telah mencatat sekitar 2,5 juta kasus virus corona, jumlahnya hanya dilampaui oleh Brasil yang telah mencatatkan jumlah kasus hingga 13,44 juta.

Sementara upaya pemerintah Jerman untuk mengekang pergerakan dan perdagangan telah terhalang oleh beberapa negara bagian yang menolak untuk mengikuti aturan. Pemerintah Berlin kemudian mengubah aturan untuk memusatkan kekuasaan, penyesuaian kemungkinan akan mengantarkan jam malam di malam hari dan beberapa penutupan sekolah di daerah yang terkena dampak paling parah.

Meski begitu, beberapa negara juga tengah bersiap untuk membuka penguncian wilayah meski statistik penularan masih tinggi. Italia yang telah memiliki 3,7 juta kasus, akan mengakhiri penguncian mulai minggu depan untuk kota Lombardy dan beberapa wilayah lain.

Negara tetangga, Slovenia juga mengumumkan akan melonggarkan pembatasan wilayah dan menangguhkan jam malam yang sudah dilakukan selama enam bulan terakhir.

baca juga

Dikutip dari worldometers.info, per Minggu (11/4) pukul 08.45 WIB, jumlah kasus Covid-19 di seluruh dunia telah mencapai 135,99 juta. Dengan 109,35 juta di antaranya telah sembuh, namun 2,93 juta jiwa lainnya meninggal dunia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Update Covid-19 Global: Pangeran Philip Meninggal, Kasus Inggris 4,3 Juta

Update Covid-19 Global: Pangeran Philip Meninggal, Kasus Inggris 4,3 Juta

Health | Sabtu, 10 April 2021 | 11:17 WIB

Update Covid-19 Global: Makin Banyak Negara Tarik Vaksin AstraZeneca

Update Covid-19 Global: Makin Banyak Negara Tarik Vaksin AstraZeneca

Health | Jum'at, 09 April 2021 | 10:55 WIB

Update Covid-19 Global: Brasil Perluas Lahan Makam untuk Korban Covid-19

Update Covid-19 Global: Brasil Perluas Lahan Makam untuk Korban Covid-19

Health | Kamis, 08 April 2021 | 11:24 WIB

Terkini

RUU Perampasan Aset Tetap Dibahas Selama Reses, Komisi III Dapat Lampu Hijau

RUU Perampasan Aset Tetap Dibahas Selama Reses, Komisi III Dapat Lampu Hijau

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 14:41 WIB

Kepala Ditutup Tangan Diborgol, Begini Proses Pemindahan 79 Napi Paling Berbahaya ke Nusakambangan

Kepala Ditutup Tangan Diborgol, Begini Proses Pemindahan 79 Napi Paling Berbahaya ke Nusakambangan

Sulsel | Selasa, 21 Juli 2026 | 14:37 WIB

Kejar Target, DPR Pastikan RUU Hak Cipta Ikut Dibahas Selama Masa Reses

Kejar Target, DPR Pastikan RUU Hak Cipta Ikut Dibahas Selama Masa Reses

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 14:36 WIB

Kisah Nyi Rasmiwaditro: Musisi Gen Z yang Memilih Jalan Abdi Dalem Keraton Yogyakarta

Kisah Nyi Rasmiwaditro: Musisi Gen Z yang Memilih Jalan Abdi Dalem Keraton Yogyakarta

Video | Selasa, 21 Juli 2026 | 14:33 WIB

DPR Setuju Hibah Kapal Induk Italia Umur 40 Tahun: Biaya Rawat Rp101 Miliar, Perbaikan Rp16 Triliun

DPR Setuju Hibah Kapal Induk Italia Umur 40 Tahun: Biaya Rawat Rp101 Miliar, Perbaikan Rp16 Triliun

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 14:29 WIB

Mengapa Greenpeace Desak Batu Bara Keluar dari Daftar Investasi Syariah?

Mengapa Greenpeace Desak Batu Bara Keluar dari Daftar Investasi Syariah?

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 14:28 WIB

5 Serum Hanasui untuk Mencerahkan Wajah, Memudarkan Flek Hitam Mulai Rp30 Ribuan

5 Serum Hanasui untuk Mencerahkan Wajah, Memudarkan Flek Hitam Mulai Rp30 Ribuan

Lifestyle | Selasa, 21 Juli 2026 | 14:28 WIB

Andai Lionel Messi Memilih Spanyol

Andai Lionel Messi Memilih Spanyol

Your Say | Selasa, 21 Juli 2026 | 14:26 WIB

Harga Changan Deepal S05 untuk Pasar Indonesia Tembus Rp 500 Jutaan

Harga Changan Deepal S05 untuk Pasar Indonesia Tembus Rp 500 Jutaan

Otomotif | Selasa, 21 Juli 2026 | 14:25 WIB

Disinformasi di Ruang Digital Ancam Demokrasi dan Persatuan Nasional, Puan: Negara Harus Hadir!

Disinformasi di Ruang Digital Ancam Demokrasi dan Persatuan Nasional, Puan: Negara Harus Hadir!

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 14:20 WIB

×