Sakit Gatal Menahun, Akhirnya Wanita Ini Sembuh Setelah Gunakan Ganja

Cesar Uji Tawakal, Rosiana Chozanah

Minggu, 11 April 2021 | 21:55 WIB
Sakit Gatal Menahun, Akhirnya Wanita Ini Sembuh Setelah Gunakan Ganja
Ilustrasi kulit gatal (Shutterstock)

Suara.com - Seorang wanita mengidap gatal kronis akhirnya sembuh setelah dokter menyarankan menggunakan ganja. Padahal, wanita ini sudah mencoba segala jenis pengobatan, dari steroid hingga terapi cahaya, yang sama sekali tidak mempan.

Wanita ini didiagnosis dengan pruritus kronis selama sepuluh tahun. Ini adalah kondisi yang mengacu pada rasa gatal berlangsung lebih dari enam minggu.

Gejalanya dapat dikaitkan dengan berbagai penyakit, termasuk eksim, hipertiroidisme, dan gangguan saraf tertentu, lapor Live Science.

Dalam kasus sang wanita ini, pruritusnya berasal dari penyakit saluran empedu hati yang disebut kolangitis sklerosis primer (PSC).

Karena kondisi ini, wanita tersebut juga mengembangkan lichen amyloidosis atau munculnya benjolan berwarna gelap dan gatal di kulit, terkadang menyatu menjadi plak tebal. Sang wanita juga memiliki plak, disertai dengan rasa gatal ekstrim.

Ilustrasi ganja sebagai bantuan medis (Shutterstock)
Ilustrasi ganja sebagai bantuan medis (Shutterstock)

Kolangitis sklerosis primernya dapat dikendalikan dengan obat-obatan dan tetap stabil dari waktu ke waktu, tetapi rasa gatalnya tidak kunjung membaik.

Dokter sudah meresepkan daftar perawatan, termasuk penggunaan kortikosteoid oral dan topikal hingga fototerapi. Ketika semua perawatan ini terbukti tidak berhasil, dokter beralih ke ganja medis.

Berdasarkan studi yang terbit di jurnal JAMA menunjukkan perawatan cannabinoid topikal dan sintetis dapat memberikan setidaknya sedikit kelegaan dari rasa gatal.

Penelitian lain yang terbit di Journal of American Academy of Dermatology terhadap hewan dan sel juga mengisyaratkan hasil yang sama.

Akhirnya, dokter merekomendasikan sang wanita menggunakan ganja dua malam dalam seminggu, baik dengan merokok atau dalam bentuk tingtur (obat tetes), yakni meletakkan ekstrak ganja cair di bawah lidah.

"Dalam 10 menit setelah pemberian awal, skor Worst Itch Numeric Rating Scale (WI-NRS) miliknya menurun dari 10 dari 10, menjadi 4 dari 10," tulis dokternya dalam studi kasus yang terbit di JAMA, Kamis (9/4/2021). Skala ini berkisar dari 0 (tidak gatal) sampai 10 (gatal paling parah).

Dalam tindak lanjut pada 16 bulan dan 20 bulan kemudian, dokter menemukan tingkat gatal yang dialami sang wanita menurun drastis, yakni menjadi 0 dari 10.

"Selain sedasi ringan, dia melaporkan tidak ada efek samping. Dia melaporkan peningkatan kualitas hidup," tulis dokternya lagi.

Sang wanita ini juga sudah bisa berhenti minum obat lain yang diresepkan.

Sementara hasil pada kasus wanita itu terlihat menjanjikan, para dokter mengatakan uji klinis acak masih diperlukan untuk mengonfirmasi hasilnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Positif Covid-19 Lagi, Maia Estianty Gatal Tenggorokan dan Ruam Merah

Positif Covid-19 Lagi, Maia Estianty Gatal Tenggorokan dan Ruam Merah

Entertainment | Sabtu, 10 April 2021 | 10:49 WIB

Benarkah Bedak Tabur Bisa Sembuhkan Gatal Akibat Herpes Zoster?

Benarkah Bedak Tabur Bisa Sembuhkan Gatal Akibat Herpes Zoster?

Health | Kamis, 08 April 2021 | 13:38 WIB

Anak Pejabat Lebak Dicabuli, Modus Pelaku Obati Gatal-gatal

Anak Pejabat Lebak Dicabuli, Modus Pelaku Obati Gatal-gatal

Banten | Senin, 15 Maret 2021 | 11:43 WIB

Terkini

Anak Sering Ruam atau Diare Setelah Minum Susu? Bisa Jadi Tanda Alergi Susu Sapi

Anak Sering Ruam atau Diare Setelah Minum Susu? Bisa Jadi Tanda Alergi Susu Sapi

Health | Jum'at, 12 Juni 2026 | 12:50 WIB

Metoo Hadirkan Senyum di Tengah Mobilitas Jakarta lewat Aktivasi Interaktif di CSW

Metoo Hadirkan Senyum di Tengah Mobilitas Jakarta lewat Aktivasi Interaktif di CSW

Health | Jum'at, 12 Juni 2026 | 09:06 WIB

Dorong Pola Makan Seimbang, Konsumsi Buah dan Sayur Masih Jadi Tantangan di Indonesia

Dorong Pola Makan Seimbang, Konsumsi Buah dan Sayur Masih Jadi Tantangan di Indonesia

Health | Kamis, 11 Juni 2026 | 21:51 WIB

Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut

Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut

Health | Rabu, 10 Juni 2026 | 17:20 WIB

Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?

Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 16:57 WIB

Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?

Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 14:09 WIB

Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai

Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 11:10 WIB

Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional

Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 08:05 WIB

Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus

Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus

Health | Senin, 08 Juni 2026 | 16:48 WIB

Mikroplastik Ada di Makanan, Minuman, hingga Udara: Seberapa Besar Risikonya bagi Kesehatan?

Mikroplastik Ada di Makanan, Minuman, hingga Udara: Seberapa Besar Risikonya bagi Kesehatan?

Health | Senin, 08 Juni 2026 | 14:30 WIB