Jangan Paksa Anak Makan Banyak Saat Sahur dan Buka Puasa, Ini Bahayanya

Bimo Aria Fundrika, Lilis Varwati

Selasa, 13 April 2021 | 11:50 WIB
Jangan Paksa Anak Makan Banyak Saat Sahur dan Buka Puasa, Ini Bahayanya
Paksa Anak makan saat sahur dan berbuka. (sumber: Visualphotos)

Suara.com - Orangtua disarankan tidak memaksa anak-anak yang masih dalam tahap belajar puasa di bulan Ramadhan untuk terlalu banyak makan saat sahur dan berbuka puasa. Meski selapar apapun, anak harus diajarkan untuk makan secukupnya dan secara perlahan.

"Beberapa perilaku kurang tepat yaitu mengharuskan anak untuk makan banyak saat sahur dan buka puasa, alasannya supaya kuat," kata dokter spesialis anak Prof. Dr. dr. Aryono Hendarto, Sp.A(K)., dalam webinar daring, Senin (12/4/2021).

Dokter Aryono menjelaskan, terlalu banyak makan, terutama saat baru berbuka puasa, justru bisa berdampak buruk bagi pencernaan anak. 

"Perut jadi kembung kemudian bisa mengalami gangguan pencernaan. Untuk mencegah gejala itu, makanan bisa diberikan dalam dua kali yaitu pada saat buka dan malamnya (setelah salat tarawih)," imbuhnya.

Selama berpuasa, anak-anak tetap penting konsumsi makanan bergizi seimbang dan asupan air yang cukup. Dokter Aryono mengingatkan agar anak tidak diberi makanan terlalu tinggi gula, terutama jika berat badannya sudah obesitas. Juga tidak memberikan makanan tinggi garam.

"Karena bisa menyebabkan perasaan haus. Sehingga anak tidak tahan terhadap puasanya," ucapnya.

Untuk panduan makan sahur bagi anak-anak disarankan konsumsi karbohidrat kompleks seperti makanan roti dan sereal gandum. Jenis protein hewani juga sangat dianjurkan untuk anak-anak yang masih dalam masa pertumbuhan.

"Protein hewani mengandung asam amino yang lengkap, dibutuhkan untuk pembentukan hormon pertumbuhan," jelas dr. Aryono.

Kemudian buah dan sayur sebagai sumber vitamin dan mineral juga dibutuhkan anak. Makanan tersebut harus tetap dalam konsep diet seimbang tetapi mengandung nutrien yang cukup, kata guru besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia itu.

baca juga

Meski berpuasa, kebutuhan cairan anak-anak tetap sama seperti hari biasa dan disesuaikan dengan berat badan. Dokter Aryono membagikan cara menghitung kebutuhan asupan air bagi anak sesuai berat badannya.

Berat badan <10 kg = 100 ml/kgBB
Berat badan 10-20 kg = 1000 + (BB-10) x 50 ml
Berat badan >20 kg = 1500 + (BB-20) x 20 ml

Contoh, jika anak memiliki berat badan 30 kg: 

1500 + (30-20) x 20 = 1700 ml

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rahasia Tubuh Tetap Kuat Meski Berpuasa 14 Jam: Punya Tiga Cadangan Energi!

Rahasia Tubuh Tetap Kuat Meski Berpuasa 14 Jam: Punya Tiga Cadangan Energi!

Health | Selasa, 13 April 2021 | 10:18 WIB

Lemas Usai Vaksin Covid-19 Saat Puasa, Haruskah Khawatir?

Lemas Usai Vaksin Covid-19 Saat Puasa, Haruskah Khawatir?

Health | Selasa, 13 April 2021 | 10:15 WIB

Gorengan dan Es Teh Manis Jadi Menu Wajib Buka Puasa Ivan Gunawan

Gorengan dan Es Teh Manis Jadi Menu Wajib Buka Puasa Ivan Gunawan

Entertainment | Selasa, 13 April 2021 | 10:13 WIB

Terkini

Petaka Pradik di RSUD Dr. Soetomo: 172 Calon Dokter Spesialis Unair Tumbang Keracunan Makanan

Petaka Pradik di RSUD Dr. Soetomo: 172 Calon Dokter Spesialis Unair Tumbang Keracunan Makanan

Jatim | Selasa, 29 September 2026 | 12:49 WIB

Tak Menang, Kevin Diks Tegaskan Timnas Indonesia Sudah Berjuang Maksimal Melawan Malaysia

Tak Menang, Kevin Diks Tegaskan Timnas Indonesia Sudah Berjuang Maksimal Melawan Malaysia

Bola | Selasa, 29 September 2026 | 12:47 WIB

Tak Terbendung! BTS dan Lisa BLACKPINK Berjaya Bawa Pulang Piala Bergengsi VMAs 2026

Tak Terbendung! BTS dan Lisa BLACKPINK Berjaya Bawa Pulang Piala Bergengsi VMAs 2026

Your Say | Selasa, 29 September 2026 | 12:47 WIB

Dugaan Pelecehan Seksual Bawahan, Pemkab Tangerang Pastikan Tak Mendampingi Kasatpol PP secara Hukum

Dugaan Pelecehan Seksual Bawahan, Pemkab Tangerang Pastikan Tak Mendampingi Kasatpol PP secara Hukum

Banten | Selasa, 29 September 2026 | 12:46 WIB

Prabowo Bertemu Megawati di Teuku Umar, Puan: Jauh di Mata, Dekat di Hati

Prabowo Bertemu Megawati di Teuku Umar, Puan: Jauh di Mata, Dekat di Hati

News | Selasa, 29 September 2026 | 12:45 WIB

Kenapa Harga Cabai Rawit Tembus Rp100 Ribu? Ini Cerita dari Pasar

Kenapa Harga Cabai Rawit Tembus Rp100 Ribu? Ini Cerita dari Pasar

Bisnis | Selasa, 29 September 2026 | 12:44 WIB

Isu Pencatutan Nama Presiden dan Dugaan Politik Uang Rp400 Miliar Bayangi Muktamar NU

Isu Pencatutan Nama Presiden dan Dugaan Politik Uang Rp400 Miliar Bayangi Muktamar NU

Video | Selasa, 29 September 2026 | 12:40 WIB

Sempat Dituduh Tutupi Kasus KBGO, FT UGM Akhirnya Nonaktifkan 10 Mahasiswa

Sempat Dituduh Tutupi Kasus KBGO, FT UGM Akhirnya Nonaktifkan 10 Mahasiswa

News | Selasa, 29 September 2026 | 12:39 WIB

Detik-detik Kelahiran Anak Gajah di Kawasan Konservasi TNTN

Detik-detik Kelahiran Anak Gajah di Kawasan Konservasi TNTN

Riau | Selasa, 29 September 2026 | 12:39 WIB

Dendam dan Incar Rumah Jadi Motif Pembunuhan Ibu Tiri di Panyileukan

Dendam dan Incar Rumah Jadi Motif Pembunuhan Ibu Tiri di Panyileukan

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 12:37 WIB

×