alexametrics

FDA dan CDC Minta Vaksin Covid-19 Johnson & Johnson Ditangguhkan, Ada apa?

Bimo Aria Fundrika
FDA dan CDC Minta Vaksin Covid-19 Johnson & Johnson Ditangguhkan, Ada apa?
Ilustrasi vaksin COVID-19 (pixabay)

Sejumlah kecil orang mengalami "jenis pembekuan darah yang langka dan parah" setelah menerima suntikan.

Suara.com - Badan kesehatan federal pada hari Selasa merekomendasikan untuk menghentikan penggunaan vaksin Johnson & Johnson setelah sejumlah kecil orang mengalami "jenis pembekuan darah yang langka dan parah" setelah menerima suntikan.

Badan Pengawas Obat dan Makanan (CDC) Amerika Serikat sertaPusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit mengeluarkan pernyataan yang mengatakan mereka "merekomendasikan menghentikan sementara penggunaan vaksin ini karena sangat berhati-hati." Demikain seperti dilansir dari New York TImes.

Sekitar 6,8 juta orang telah menerima vaksin suntikan tunggal di Amerika Serikat. Dari jumlah tersebut, enam orang telah mengalami pembekuan, kata badan-badan tersebut, menambahkan: "Saat ini, kejadian buruk ini tampaknya sangat jarang."

Ilustrasi vaksin Covid-19. (Elements Envato)
Ilustrasi vaksin Covid-19. (Elements Envato)

Dalam sebuah pernyataan, Johnson & Johnson mengatakan pihaknya mengetahui bahwa pembekuan darah telah dilaporkan dengan beberapa vaksin Covid-19. Meski demikian tidak ada hubungan sebab-akibat yang jelas antara kejadian langka ini dan suntikannya.

Baca Juga: Vaksinasi Covid-19 Saat Puasa, Bisakah Kekebalan Tubuh Terbentuk?

"Kami terus bekerja sama dengan para ahli dan regulator untuk menilai data dan mendukung komunikasi terbuka informasi ini kepada profesional perawatan kesehatan dan publik," katanya.

CDC pada hari Rabu akan mengadakan pertemuan Komite Penasihat tentang Praktik Imunisasi, yang memberikan panduan tentang vaksin.

Dikatakan bahwa komite akan "meninjau lebih lanjut kasus-kasus ini dan menilai potensi signifikansinya," sementara FDA juga akan menyelidiki. "Sampai proses itu selesai, kami merekomendasikan jeda ini," kata pernyataan bersama itu.

Komentar