Virus Corona Varian Inggris Lebih Menular, Tapi Tidak Bikin Covid-19 Parah

Rauhanda Riyantama | Rosiana Chozanah | Suara.com

Rabu, 14 April 2021 | 16:33 WIB
Virus Corona Varian Inggris Lebih Menular, Tapi Tidak Bikin Covid-19 Parah
Penampakan virus corona baru (COVID-19), credit: NIAID-RML

Suara.com - Dua penelitian baru menunjukkan varian baru virus corona yang terdeteksi di Inggris tampaknya tidak menyebabkan Covid-19 parah, kematian, atau risiko long Covid-19.

Temuan ini bertentangan dengan penelitian awal dari pejabat kesehatan Inggris yang menyatakan varian tersebut lebih mematikan.

"Temuan kami menunjukkan bahwa, meskipun lebih mudah menyebar, varian tidak mengubah jenis atau durasi gejala yang dialami, dan kami percaya vaksin saat ini dan pengobatan tetap efektif melawannya," kata Mark Graham, rekan penulis studi di King's College London.

Menurut Live Science, varian bernama B.1.1.7 pertama kali muncul di Inggris pada September 2020 dan sejak itu menyebar ke seluruh dunia, termasuk Indonesia.

Dalam studi baru Graham, yang terbit Senin (12/4/2021) di jurnal The Lancet Public Health, peneliti menganalisis informasi dari hampir 37.000 orang di Inggris yang positif Covid-19 antara September hingga Desember 2020.

Virus corona (COVID-19) muncul dari permukaan sel manusia, credit: NIAID-RML
Virus corona (COVID-19) muncul dari permukaan sel manusia, credit: NIAID-RML

Hasilnya, peneliti studi menemukan varian B.1.1.7 meningkatkan jumlah reproduksi dasar, atau rata-rata jumlah orang yang tertular virus dari satu orang yang terinfeksi, yakni sebesar 1,35 kali, dibandingkan dengan strain SARS-CoV-2 asli.

Dalam studi kedua yang terbit di jurnal The Lancet Infectious Diseases, peneliti menganalisis idata 341 pasien yang dirawat di Rumah Sakit Universitas College London dan Rumah Sakit Universitas Middlesex Utara Inggris, antara November dan Desember 2020. Sebanyak 58% dari pasien terinfeksi varian B.1.1.7 dan 42% terinfeksi strain lain.

Peneliti tidak menemukan hubungan antara strain virus dan tingkat keparahan penyakit. Pada kelompok B.1.1.7, sekitar 20% pasien dari semua pasien menderita sakit parah dan 16% dari semua pasien meninggal.

Jadi, pasien yang terinfeksi B.1.1.7 cenderung memiliki viral load yang lebih tinggi dibandingkan dengan orang yang terinfeksi strain lain.

"Pengamatan (penulis) bahwa infeksi B.1.1.7 dikaitkan dengan peningkatan viral load dari dua penelitian dan memberikan hipotesis mekanis bahwa peningkatan penularan melalui peningkatan pelepasan pernapasan," kata Sean Wei Xiang Ong, dari National Center for Infectious Diseases, Singapura.

Namun, kedua studi tersebut memiliki keterbatasan, yakni didasarkan pada gejala yang dilaporkan sendiri dan para peneliti tidak dapat menentukan pengguna mana yang pasti terinfeksi B.1.1.7.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Studi Terbaru Ungkap Varian Inggris Tidak Meningkatkan Keparahan Covid-19

Studi Terbaru Ungkap Varian Inggris Tidak Meningkatkan Keparahan Covid-19

Tekno | Rabu, 14 April 2021 | 13:00 WIB

Lebih Menular, Virus Corona Varian Inggris Tak Lebih Mematikan

Lebih Menular, Virus Corona Varian Inggris Tak Lebih Mematikan

Tekno | Selasa, 13 April 2021 | 14:12 WIB

Virus Corona Varian Inggris Sebabkan Gangguan Jantung Pada Hewan

Virus Corona Varian Inggris Sebabkan Gangguan Jantung Pada Hewan

Health | Selasa, 23 Maret 2021 | 10:19 WIB

Terkini

Tak Cuma Gizi, Anak Juga Butuh Stimulasi Belajar agar Tumbuh Cerdas dan Tangguh

Tak Cuma Gizi, Anak Juga Butuh Stimulasi Belajar agar Tumbuh Cerdas dan Tangguh

Health | Selasa, 19 Mei 2026 | 18:01 WIB

Viral Obat Keras Dijual Bebas di Minimarket Tanpa Konsultasi Apoteker Layaknya Apotek

Viral Obat Keras Dijual Bebas di Minimarket Tanpa Konsultasi Apoteker Layaknya Apotek

Health | Selasa, 19 Mei 2026 | 16:53 WIB

Anak Sering Main Gadget? Periksa Mata Rutin Jadi Kunci Cegah Gangguan Penglihatan sejak Dini

Anak Sering Main Gadget? Periksa Mata Rutin Jadi Kunci Cegah Gangguan Penglihatan sejak Dini

Health | Selasa, 19 Mei 2026 | 15:52 WIB

Tuba Falopi Istri Diangkat, Program IVF Wujudkan Mimpi Aktor Rifky Alhabsyi Punya Anak

Tuba Falopi Istri Diangkat, Program IVF Wujudkan Mimpi Aktor Rifky Alhabsyi Punya Anak

Health | Selasa, 19 Mei 2026 | 12:03 WIB

Waspada Penyakit Virus Ebola: Kenali Gejala Awal dan Langkah Pencegahannya

Waspada Penyakit Virus Ebola: Kenali Gejala Awal dan Langkah Pencegahannya

Health | Selasa, 19 Mei 2026 | 09:56 WIB

Studi Baru Temukan Mikroplastik di Udara Kota, Dua Pertiganya Berasal dari Sumber Tak Terduga

Studi Baru Temukan Mikroplastik di Udara Kota, Dua Pertiganya Berasal dari Sumber Tak Terduga

Health | Senin, 18 Mei 2026 | 14:59 WIB

Ibu Hamil Rentan Cemas, Meditasi Disebut Bisa Bantu Jaga Kesehatan Mental

Ibu Hamil Rentan Cemas, Meditasi Disebut Bisa Bantu Jaga Kesehatan Mental

Health | Senin, 18 Mei 2026 | 12:13 WIB

Apa Itu Patah Tulang Selangka? Cedera Ngeri Alex Marquez di MotoGP Catalunya 2026

Apa Itu Patah Tulang Selangka? Cedera Ngeri Alex Marquez di MotoGP Catalunya 2026

Health | Senin, 18 Mei 2026 | 11:05 WIB

Obat Diabetes dan Obesitas Bentuk Pil Makin Diminati, Pasien Dinilai Lebih Mau Berobat

Obat Diabetes dan Obesitas Bentuk Pil Makin Diminati, Pasien Dinilai Lebih Mau Berobat

Health | Senin, 18 Mei 2026 | 09:20 WIB

Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus

Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus

Health | Kamis, 14 Mei 2026 | 13:52 WIB