Denmark Jadi Negara Pertama yang Resmi Berhenti Gunakan Vaksin AstraZeneca

Risna Halidi | Lilis Varwati | Suara.com

Kamis, 15 April 2021 | 03:50 WIB
Denmark Jadi Negara Pertama yang Resmi Berhenti Gunakan Vaksin AstraZeneca
Bendera Denmark. [GERARD CERLES / AFP]

Suara.com - Denmark menjadi negara pertama yang secara resmi memutuskan berhenti menggunakan vaksin Covid-19 buatan AstraZeneca. Keputusan itu menyusul pemberitaan kemungkinan adanya kaitan penggunaan vaksin tersebut dengan kasus pembekuan darah yang sangat langka, kata otoritas kesehatan setempat.

"Hasil penyelidikan terhadap kasus pembekuan darah menunjukkan efek samping yang nyata dan serius," kata Kepala Badan Kesehatan Denmark, Soren Brostrom dalam sebuah pernyataan.

"Berdasarkan pertimbangan keseluruhan, oleh karena itu kami memilih untuk melanjutkan program vaksinasi untuk semua kelompok sasaran tanpa vaksin ini," lanjutnya dikutip dari Channel News Asia.

Pengawas obat Uni Eropa mengatakan, pada pekan lalu, telah menemukan kemungkinan hubungan antara vaksin AstraZeneca dan trombosis sinus vena serebral (CVST), atau pembekuan darah otak.

Meski begitu, para ahli juga mengatakan bahwa risiko kematian akibat Covid-19 jauh lebih besar daripada risiko kematian akibat efek samping vaksin yang jarang tersebut.

Pada 4 April, European Medicines Agency telah menerima laporan 169 kasus CVST setelah 34 juta dosis Astrazeneca diberikan di Wilayah Ekonomi Eropa. Regulator UE menyerahkan kepada masing-masing negara untuk membuat penilaian risiko mereka sendiri dan memutuskan bagaimana cara mengelola vaksin AstraZeneca tersebut.

Banyak negara di Eropa dan negara lain telah kembali memberikan suntikan, dengan beberapa membatasi penggunaannya hanya untuk kelompok usia tertentu. Denmark menjadi negara pertama yang pada awalnya menangguhkan semua penggunaan vaksin AstraZeneca pada Maret karena masalah keamanan.

Denmark juga telah menghentikan vaksin Johnson & Johnson, dengan masih menunggu penyelidikan lebih lanjut terhadap kemungkinan kaitan gumpalan darah serupa.

Hampir satu juta penduduk Denmark telah menerima suntikan vaksin pertama. Sebanyak 77 persen mendapatkan vaksin Pfizer-BioNTech, 7,8 persen lainnya Moderna, dan 15,3 persen AstraZeneca.
Denmark sedang dalam proses melonggarkan pembatasan setelah tingkat infeksi Covid-19 hariannya melambat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mengerikan! Ada Belasan Efek Samping Buruk Vaksin Nusantara Terawan

Mengerikan! Ada Belasan Efek Samping Buruk Vaksin Nusantara Terawan

Banten | Kamis, 15 April 2021 | 02:30 WIB

BPOM Bongkar Relawan Vaksin Nusantara Terawan Alami Gejala Buruk

BPOM Bongkar Relawan Vaksin Nusantara Terawan Alami Gejala Buruk

Bali | Kamis, 15 April 2021 | 03:05 WIB

Efek Samping Vaksin Kedua Lebih Terasa dan Berita Terpopuler Lainnya

Efek Samping Vaksin Kedua Lebih Terasa dan Berita Terpopuler Lainnya

Health | Rabu, 14 April 2021 | 20:48 WIB

Terkini

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 23:08 WIB

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 12:18 WIB

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 10:40 WIB

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 06:58 WIB

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:59 WIB

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:39 WIB

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 11:30 WIB

Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi

Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 09:30 WIB

Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan

Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan

Health | Jum'at, 22 Mei 2026 | 13:11 WIB

Heboh Wanita Bekasi Tunjukkan Wajah Khas Gagal Ginjal, Waspadai Ciri-cirinya!

Heboh Wanita Bekasi Tunjukkan Wajah Khas Gagal Ginjal, Waspadai Ciri-cirinya!

Health | Jum'at, 22 Mei 2026 | 11:27 WIB