Lingkungan dan Tetangga Bisa Pengaruhi Kesehatan Otak Masa Tua

Yasinta Rahmawati, Fita Nofiana

Kamis, 15 April 2021 | 11:00 WIB
Lingkungan dan Tetangga Bisa Pengaruhi Kesehatan Otak Masa Tua

Suara.com - Orang paruh baya dan lansia yang tinggal di lingkungan yang lebih tertinggal mengalami penyusutan otak pada pemindaian otak serta menunjukkan penurunan yang lebih cepat pada tes kognitif.

Lingkungan tertinggal dalam konteks ini adalah daerah dengan tingkat kemiskinan yang lebih tinggi, kesempatan pendidikan, serta pekerjaan yang lebih sedikit.

Melansir dari Medical Xpress, peneliti mengatakan penuaan otak seperti yang dicontohkan sebelumnya mungkin merupakan tanda tahap awal demensia. Penelitian ini telah diterbitkan pada 14 April 2021 jurnal Neurology edisi online.

"Di seluruh dunia, demensia adalah penyebab utama penyakit dan diagnosis yang menghancurkan," kata penulis studi Amy J. H. Kind M.D., Ph.D., dari Fakultas Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat Universitas Wisconsin di Madison.

Menurutnya, saat ini tidak ada pengobatan untuk menyembuhkan demensia, jadi mengidentifikasi kemungkinan faktor risiko yang dapat dimodifikasi itu penting. Ada bukti kuat bahwa kondisi sosial, ekonomi, budaya dan fisik tempat tinggal manusia dapat memengaruhi kesehatan.

"Kami ingin menentukan apakah kondisi lingkungan ini meningkatkan risiko terjadinya degenerasi saraf dan penurunan kognitif yang terkait dengan tahap awal penyakit Alzheimer dan demensia," imbuhnya.

Untuk studi tersebut, peneliti mengidentifikasi 601 orang dari dua penelitian yang lebih besar dari penduduk Wisconsin. Peserta memiliki usia rata-rata 59 tahun dan tidak ada masalah berpikir atau ingatan pada awal penelitian. Mereka diikuti selama 10 tahun.

Dari semua peserta, 19 orang tinggal lingkungan yang paling tidak beruntung. 

Pada awal penelitian, tidak ada perbedaan volume otak antara orang yang tinggal di lingkungan paling tertinggal dan di lingkungan lain.

baca juga

Tetapi pada akhirnya, para peneliti menemukan penyusutan otak di area otak yang terkait dengan demensia pada orang-orang di lingkungan yang paling tidak beruntung, sementara tidak ada penyusutan di kelompok lain. Ilustrasi Lansia (Shutterstock)

Ilustrasi Lansia (Shutterstock)

"Beberapa kemungkinan penyebab perubahan otak ini mungkin termasuk polusi udara, kurangnya akses ke makanan sehat dan perawatan kesehatan dan peristiwa kehidupan yang membuat stres," ujar Kind. 

"Penelitian lebih lanjut tentang kemungkinan jalur sosial dan biologis dapat membantu dokter, peneliti dan pembuat kebijakan mengidentifikasi jalan yang efektif untuk pencegahan dan intervensi pada Alzheimer dan demensia terkait," imbuhnya. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Lansia dengan Bakteri Gusi Tak Seimbang Lebih Mungkin Alami Demensia

Lansia dengan Bakteri Gusi Tak Seimbang Lebih Mungkin Alami Demensia

Health | Rabu, 14 April 2021 | 14:04 WIB

Mengobati Apnea Tidur Obstruktif pada Lansia Bantu Turunkan Risiko Demensia

Mengobati Apnea Tidur Obstruktif pada Lansia Bantu Turunkan Risiko Demensia

Health | Selasa, 13 April 2021 | 12:05 WIB

Lansia yang Atasi Sleep Apnea Alami Risiko Demensia Lebih Rendah

Lansia yang Atasi Sleep Apnea Alami Risiko Demensia Lebih Rendah

Health | Selasa, 13 April 2021 | 11:00 WIB

Terkini

Jurus Baru Urai Macet Pagi Jakarta, Dishub Sisir Sudirman hingga Area Galian

Jurus Baru Urai Macet Pagi Jakarta, Dishub Sisir Sudirman hingga Area Galian

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 09:28 WIB

Tahan Beli, Harga Emas Antam Mulai Naik Jadi Rp2.594.000/Gram

Tahan Beli, Harga Emas Antam Mulai Naik Jadi Rp2.594.000/Gram

Bisnis | Senin, 12 Oktober 2026 | 09:28 WIB

Ditinggal Pemilik Keliling Jualan, 5 Rumah Kontainer di Kelapa Gading Hangus Dilalap Api

Ditinggal Pemilik Keliling Jualan, 5 Rumah Kontainer di Kelapa Gading Hangus Dilalap Api

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 09:24 WIB

PSPS Pekanbaru Hajar PSMS Medan 2-1, Detik Terakhir Jadi Penentu

PSPS Pekanbaru Hajar PSMS Medan 2-1, Detik Terakhir Jadi Penentu

Riau | Senin, 12 Oktober 2026 | 09:20 WIB

IHSG Bergerak Dua Arah Senin Pagi, Pantau Saham Emas

IHSG Bergerak Dua Arah Senin Pagi, Pantau Saham Emas

Bisnis | Senin, 12 Oktober 2026 | 09:19 WIB

Cara Mengetahui Elemen Shio Berdasarkan Tahun Lahir dan Jam Lahir, Ini Panduannya

Cara Mengetahui Elemen Shio Berdasarkan Tahun Lahir dan Jam Lahir, Ini Panduannya

Lifestyle | Senin, 12 Oktober 2026 | 09:02 WIB

OJK: Gen Z dan Milenial Problematik Kelola Uang, Paling Banyak Akses Pinjol

OJK: Gen Z dan Milenial Problematik Kelola Uang, Paling Banyak Akses Pinjol

Bisnis | Senin, 12 Oktober 2026 | 08:39 WIB

Tiba-tiba Keluar Mobil, Pria Asal Cilegon Nekat Terjun ke Laut di Dermaga Eksekutif Bakauheni

Tiba-tiba Keluar Mobil, Pria Asal Cilegon Nekat Terjun ke Laut di Dermaga Eksekutif Bakauheni

Lampung | Senin, 12 Oktober 2026 | 08:28 WIB

Harga Kebutuhan Pokok Bikin Stres, 78 Persen Responden Minta Pemerintah Segera Bertindak

Harga Kebutuhan Pokok Bikin Stres, 78 Persen Responden Minta Pemerintah Segera Bertindak

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 08:18 WIB

Harga Emas Bisa Tembus Rp2,7 Juta Pekan Ini? Ini Analisis Lengkapnya

Harga Emas Bisa Tembus Rp2,7 Juta Pekan Ini? Ini Analisis Lengkapnya

Bisnis | Senin, 12 Oktober 2026 | 08:17 WIB

×