Hentikan Kebiasaan Makan di Meja Kerja, Ini 5 Efek Buruknya!

Yasinta Rahmawati, Shevinna Putti Anggraeni

Kamis, 22 April 2021 | 14:49 WIB
Hentikan Kebiasaan Makan di Meja Kerja, Ini 5 Efek Buruknya!
Ilustrasi makan sambil kerja, makan di meja kerja (shutterstock)

Suara.com - Beberapa orang mungkin memiliki kebiasaan makan di meja. Tapi, kebiasaan makan di meja makan dengan meja kerja atau meja belajar tentu berbeda.

Makan di meja kerja atau belajar justru bisa menyebabkan masalah kesehatan dan membuat Anda bekerja lebih lambat serta kurang efisien. Sayangnya, banyak orang belum menyadari dampak buruk makan di meja kerja ini.

Berikut ini dilansir dari Bright Side, beberapa masalah kesehatan yang mungkin terjadi karena makan di meja kerja atau meja belajar.

1. Membuat stres

Makan siang di meja bisa membuat akan stres dan kelelahan, Apalagi makan di meja yang sama untuk kerja atau belajar. Karena, otak Anda butuh istirahat sejenak ketika makan untuk membantu meningkatkan konsentrasi dan suasana hati. Sehingga kinerja akan meningkat dan Anda lebih bahagia ketika kembali bekerja.

Ilustrasi stres (pexels/@olly)
Ilustrasi stres (pexels/@olly)

2. Menyebabkan masalah kesehatan

Makan di meja kerja juga bisa menyebabkan serangkaian masalah kesehatan, seperti mengembangkan masalah jantung dan mengurangi aliran darah di kaki yang bisa menyebabkan masalah kardiovaskular.

Karena berkurangnya aliran darah di kaki, Anda juga berisiko terkena varises. Sehingga, mengatur waktu untuk bangun dan berjalan-jalan selama beberapa menit bisa membantu meningkatkan kesehatan jangka panjang.

3. Menurunkan produktivitas

baca juga

Anda mungkin berpikir makan di meja kerja bisa menghemat waktu dan Anda bisa sembari menyelesaikan tugas. Faktanya sebaliknya, Anda justru akan membutuhkan waktu lebih lama untuk menyelesaikan keduanya. Selain itu, makan di meja kerja bisa menurunkan kapasitas otak untuk memprioritaskan tugas yang paling penting.

4. Meningkatkan berat badan

Orang akan cenderung makan lebih banyak ketika melakukannya sambil beraktivitas, seperti bekerja atau belajar. Pada akhirnya, kebiasaan makan di meja ini bisa meningkatkan berat badan.

Cara mencegahnya, Anda bisa fokus pada makanan yang dikonsumsi dan istirahat sejenak dari pekerjaan Anda. Bahkan bermakin ponsel saat makan juga termasuk gangguan.

5. Terpapar banyak bakteri

Banyak kuman menempel di tempat kerja yang 400 kali lebih berbahaya daripada bakteri di dudukan toilet. Ada Penelitian menunjukkan 27 persen dari semua bakteri di meja kerja ini terletak di bagian keyboard dan bisa menyebar ke permukaan lain, seperti mouse, ponsel, dan meja.

Sehingga makan sambil bekerja di meja bisa membuat makanan terkontaminasi bakteri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Nekat Cincang Penyu Lekang untuk Dimakan, 7 Nelayan Ditahan Ditpolairud

Nekat Cincang Penyu Lekang untuk Dimakan, 7 Nelayan Ditahan Ditpolairud

Jogja | Kamis, 22 April 2021 | 13:53 WIB

Tak Hanya Buat Wajah Awet Muda, Ini 5 Efek Tertawa pada Kesehatan Tubuh!

Tak Hanya Buat Wajah Awet Muda, Ini 5 Efek Tertawa pada Kesehatan Tubuh!

Health | Kamis, 22 April 2021 | 13:50 WIB

Warung Makan Ini Sediakan Sahur dan Berbuka Gratis, Bayarnya Pakai Doa

Warung Makan Ini Sediakan Sahur dan Berbuka Gratis, Bayarnya Pakai Doa

Tekno | Kamis, 22 April 2021 | 08:00 WIB

Terkini

Di Balik Penembakan 3 ASN di Muliama: Mengapa Konflik Bersenjata Papua Tak Kunjung Reda?

Di Balik Penembakan 3 ASN di Muliama: Mengapa Konflik Bersenjata Papua Tak Kunjung Reda?

News | Senin, 14 September 2026 | 22:51 WIB

Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor

Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor

News | Senin, 14 September 2026 | 22:08 WIB

KPK Konfirmasi Penindakan Senyap, Pihak Kantor Pertanahan Terjaring OTT

KPK Konfirmasi Penindakan Senyap, Pihak Kantor Pertanahan Terjaring OTT

Bogor | Senin, 14 September 2026 | 22:05 WIB

Jakarta Kian Seksi Bagi Musisi Dunia, Pramono: BTS hingga Kanye West Pilih Konser di Sini

Jakarta Kian Seksi Bagi Musisi Dunia, Pramono: BTS hingga Kanye West Pilih Konser di Sini

News | Senin, 14 September 2026 | 22:00 WIB

Puluhan Siswa MTsN 2 Kisaran Diduga Keracunan Usai Santap MBG

Puluhan Siswa MTsN 2 Kisaran Diduga Keracunan Usai Santap MBG

Sumut | Senin, 14 September 2026 | 21:53 WIB

Toilet Terminal Bubulak Dikeluhkan Sopir dan Pedagang, Jauh hingga Berbayar

Toilet Terminal Bubulak Dikeluhkan Sopir dan Pedagang, Jauh hingga Berbayar

Jabar | Senin, 14 September 2026 | 21:47 WIB

Dugaan Pelecehan di Klub SCBD, Pengacara Korban Curiga Betrand Peto Dalam Pengaruh Zat Tertentu

Dugaan Pelecehan di Klub SCBD, Pengacara Korban Curiga Betrand Peto Dalam Pengaruh Zat Tertentu

News | Senin, 14 September 2026 | 21:38 WIB

Kabut Asap, Penderita ISPA di Pekanbaru Melonjak Capai 400 Orang per Hari

Kabut Asap, Penderita ISPA di Pekanbaru Melonjak Capai 400 Orang per Hari

Riau | Senin, 14 September 2026 | 21:37 WIB

Operasi SAR 8 Korban Hilang di Gunung Anak Krakatau Diperpanjang hingga 17 September

Operasi SAR 8 Korban Hilang di Gunung Anak Krakatau Diperpanjang hingga 17 September

Banten | Senin, 14 September 2026 | 21:37 WIB

Tak Hanya Obat, Aktivitas Kreatif Bisa Bantu Jaga Kesejahteraan Psikologis Pasien Kanker

Tak Hanya Obat, Aktivitas Kreatif Bisa Bantu Jaga Kesejahteraan Psikologis Pasien Kanker

Health | Senin, 14 September 2026 | 21:35 WIB

×