Cegah Kolesterol Tinggi, Berapa Batas Makan Telur Setiap Harinya?

Arendya Nariswari, Shevinna Putti Anggraeni

Sabtu, 24 April 2021 | 09:04 WIB
Cegah Kolesterol Tinggi, Berapa Batas Makan Telur Setiap Harinya?
Ilustrasi telur (Elements Envato)

Suara.com - Kadar kolesterol dalam tubuh yang tinggi bisa menyumbat arteri dan menyebabkan serangan jantung. Karena itu, orang yang memiliki atau berisiko mengalami kolesterol tinggi harus menjaga makanan yang dikonsumsinya.

Dalam hal ini, telur salah satu jenis makanan yang bisa memicu kolesterol dalam tubuh tinggi. Sehingga, Anda perlu tahu berapa banyak telur yang bisa dikonsumsi setiap harinya.

Menurut Heart UK, orang-orang yang berisiko tinggi menderita penyakit jantung tidak makan lebih dari 3 butir telur setiap minggunya. Karena, orang dalam kelompok ini lebih baik membatasi jumlah lemak jenuh yang dikonsumsi, daripada menghindari makan telur.

"Diet kolesterol atau diet telur hanya berdampak kecil pada kadar kolesterol dalam darah. Tapi, makanan yang berkolesterol dan tinggi lemak jenuh itulah yang memberikan dampak cukup besar," kata The Heart Foundation dikutip dari Express.

Asupan makanan berkolesterol yang lebih tinggi dari 300mg/hari adalah penentu yang lebih penting dan bisa berdampak pada kolesterol total dan LDL. Karena, lemak jenuh menyumbang lebih dari 15 persen kadar kolesterol dalam tubuh. Satu butir telur sendiri mengandung sekitar 186 mg kolesterol.

Telur (unsplash)
Telur (unsplash)

Kolesterol LDL ini mengaku pada lipoprotein densitas rendah atau yang dikenal sebagai kolesterol jahat. Kolesterol LDL dianggap butuk, karena menempel di dinding arteri yang menyebabkan saluran darah menyempit dan meningkatkan risiko serangan jantung.

Serangan jantung terjadi ketika aliran darah ke otot tersumbat. Sementara, kolesterol high-density lipoprotein (HDL) merupakan kolesterol baik, karena mengambil kolesterol jahat dari darah dan membawanya ke hati.

Begitu sampai di hari, kolesterol LDL ini akan dipecah dan dikeluarkan dari tubuh sebagai limbah. Makanan tinggi lemak jenuh lebih berisiko daripada makan beberapa butir telur selama seminggu.

Adapun contoh makanan yang tinggi lemak jenuh, termasuk mentega, kue, biskuit, daging berlemak, sosis, keju, kue kering, es krim santan.

baca juga

Makan telur justru jauh lebih bermanfaat daripada mengonsumsi makanan tinggi lemak jenuh seperti di atas. Karena, telur mengandung vitamin D, vitamin B12, folat dan riboflavin.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mentega atau Margarin, Manakah yang Lebih Baik untuk Kesehatan?

Mentega atau Margarin, Manakah yang Lebih Baik untuk Kesehatan?

Health | Minggu, 18 April 2021 | 08:00 WIB

Manfaat Konsumsi Jahe, Termasuk Turunkan Kolesterol Tinggi!

Manfaat Konsumsi Jahe, Termasuk Turunkan Kolesterol Tinggi!

Health | Minggu, 18 April 2021 | 04:00 WIB

Jadwal Buka Puasa Denpasar 17 April dengan Telur Tahu Bumbu Bali

Jadwal Buka Puasa Denpasar 17 April dengan Telur Tahu Bumbu Bali

Bali | Sabtu, 17 April 2021 | 15:58 WIB

Terkini

Ikan Nila Disebut Jadi Ancaman Nyata Bagi Populasi Sidat Legendaris di Danau Poso

Ikan Nila Disebut Jadi Ancaman Nyata Bagi Populasi Sidat Legendaris di Danau Poso

Sulsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 12:15 WIB

Syarat Pecah KK Setelah Menikah 2026, Ini Dokumen yang Harus Disiapkan Pasutri

Syarat Pecah KK Setelah Menikah 2026, Ini Dokumen yang Harus Disiapkan Pasutri

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 12:15 WIB

Titik Baru Api Karhutla Masih Muncul, Sugiono Minta Patroli Darat Diperketat

Titik Baru Api Karhutla Masih Muncul, Sugiono Minta Patroli Darat Diperketat

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 12:15 WIB

6 Rekomendasi Serum Viva Terbaik untuk Flek Hitam dan Garis Halus Usia 40 Tahun

6 Rekomendasi Serum Viva Terbaik untuk Flek Hitam dan Garis Halus Usia 40 Tahun

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 12:15 WIB

Pertamina & Kemenkop Luncurkan Piloting Pengumpulan Minyak Jelantah

Pertamina & Kemenkop Luncurkan Piloting Pengumpulan Minyak Jelantah

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 12:14 WIB

Polisi Bongkar Dugaan Korupsi Dana Desa Paniis Kuningan, Kerugian Negara Capai Rp530 Juta

Polisi Bongkar Dugaan Korupsi Dana Desa Paniis Kuningan, Kerugian Negara Capai Rp530 Juta

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 12:12 WIB

Cabut Gugatan di PTUN, Denny Indrayana Siapkan 3 Skenario Langkah Hukum Soal Gibran

Cabut Gugatan di PTUN, Denny Indrayana Siapkan 3 Skenario Langkah Hukum Soal Gibran

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 12:11 WIB

Syarat Perpanjang SKCK Beda Domisili, Dokumen Apa Saja yang Diperlukan?

Syarat Perpanjang SKCK Beda Domisili, Dokumen Apa Saja yang Diperlukan?

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 12:10 WIB

Pembalut Kain Cuci Ulang Apakah Aman? Alternatif Bebas Kena Pajak 11 Persen

Pembalut Kain Cuci Ulang Apakah Aman? Alternatif Bebas Kena Pajak 11 Persen

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 12:05 WIB

Tips Berkendara Setelah Jumper Aki Mobil agar Daya Terisi Optimal

Tips Berkendara Setelah Jumper Aki Mobil agar Daya Terisi Optimal

Otomotif | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 12:05 WIB

×