Krisis akibat Virus Corona, Banyak Krematorium di India Merasa Kewalahan

Yasinta Rahmawati, Rosiana Chozanah

Senin, 26 April 2021 | 15:20 WIB
Krisis akibat Virus Corona, Banyak Krematorium di India Merasa Kewalahan
Tingginya angka kematian per hari akibat Covid-19 di India. [Sanjay Kanojia/AFP]

Suara.com - Kurangnya oksigen di sebagian besar rumah sakit di India membuat banyak orang harus mengangkut anggota keluarganya yang terinfeksi virus corona Covid-19 dari rumah sakit ke rumah sakit demi mendapatkan perawatan. Tapi, banyak dari mereka yang tidak berhasil hingga akhirnya anggota keluarga meninggal.

Ada seorang wanita berduka atas kematian adiknya setelah mereka ditolak oleh dua rumah sakit. Namun, sang adik meninggal saat menunggu untuk diperiksa di rumah sakit ketiga. Ia menyalahkan pemerintah Perdana Menteri Narendra Modi atas krisis yang terjadi di negaranya.

Pada Minggu (25/4/2021), India mencetak rekor peningkatan kasus harian tertinggi secara global. Sebanyak 349.691 infeksi terkonfirmasi pada hari tersebut. Kementerian Kesehatan setempat melaporkan adanya 2.767 kematian dalam 24 jam pada hari itu, menambah angka total menjadi 192.311 kematian.

Tapi, krisis yang sedang berlangsung paling mendalam terjadi di kuburan dan krematorium, yang saat ini sedang kewalahan.

Tempat pemakaman di ibu kota New Delhi kehabisan ruang. Tumpukan kayu dan api tidak ada waktu berhenti untuk berkobar. Selalu menerangi langit malam di kota-kota yang terkena dampak parah.

Kremasi korban meninggal akibat covid-19 di India. [Gagan Nayar/AFP]
Kremasi korban meninggal akibat covid-19 di India. [Gagan Nayar/AFP]

Di pusat kota Bhopal, beberapa krematorium telah meningkatkan kapasitasnya dari puluhan tumpukan kayu menjadi lebih dari 50.

Para pekerja di krematorium Bhadbhada Vishram Ghat di kota tersebut mengatakan mereka mengkremasi lebih dari 110 pada Sabtu (24/4/2021) kemarin.

"Virus itu menelan penduduk kota kami seperti monster," kata seorang pejabat setempat, Mamtesh Sharma, dikutip dari Insider. 

Banyaknya jenazah, yang belum terjadi sebelumnya, telah memaksa krematorium untuk melewatkan upacara individu dan ritual lengkap yang diyakini umat Hindu melepaskan jiwa dari siklus kelahiran kembali.

baca juga

"Kami hanya membakar mayat saat mereka tiba. Seolah-olah kita berada di tengah perang," lanjutnya.

Penggali kubur kepala di pemakaman Muslim terbesar di New Delhi, tempat 1.000 orang dimakamkan selama pandemi, Mohammad Shameem, mengatakan lebih banyak mayat berdatangan sekarang daripada tahun lalu.

"Saya khawatir kami akan segera kehabisan ruang," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Istri WN India Tewas Bersimbah Darah di Bekasi Diduga Korban Pembunuhan

Istri WN India Tewas Bersimbah Darah di Bekasi Diduga Korban Pembunuhan

Bekaci | Senin, 26 April 2021 | 14:15 WIB

Jerman, UE, AS Bantu India Tangani Tsunami Covid-19

Jerman, UE, AS Bantu India Tangani Tsunami Covid-19

News | Senin, 26 April 2021 | 14:08 WIB

Geger! Istri WN India Tewas Bersimbah Darah di Bekasi

Geger! Istri WN India Tewas Bersimbah Darah di Bekasi

Bekaci | Senin, 26 April 2021 | 14:02 WIB

Terkini

Jeda Pikiran Lewat Journaling: Seni Menumpahkan Isi Kepala di Atas Kertas

Jeda Pikiran Lewat Journaling: Seni Menumpahkan Isi Kepala di Atas Kertas

Your Say | Minggu, 11 Oktober 2026 | 08:30 WIB

Arti Mimpi Diajak Pergi Orang yang Sudah Meninggal, Pertanda Buruk?

Arti Mimpi Diajak Pergi Orang yang Sudah Meninggal, Pertanda Buruk?

Lifestyle | Minggu, 11 Oktober 2026 | 08:05 WIB

Sifat dan Karakter Shio Monyet Pria dan Wanita, Cerdas hingga Penuh Rasa Ingin Tahu

Sifat dan Karakter Shio Monyet Pria dan Wanita, Cerdas hingga Penuh Rasa Ingin Tahu

Lifestyle | Minggu, 11 Oktober 2026 | 08:00 WIB

Usai Live Action, The Remarried Empress Dapat Adaptasi Anime Tayang 2027

Usai Live Action, The Remarried Empress Dapat Adaptasi Anime Tayang 2027

Your Say | Minggu, 11 Oktober 2026 | 08:00 WIB

Menkum: RUU Hak Cipta Bakal Atur Royalti untuk Karya Jurnalistik

Menkum: RUU Hak Cipta Bakal Atur Royalti untuk Karya Jurnalistik

Bali | Minggu, 11 Oktober 2026 | 07:54 WIB

Buronan Kasus Penipuan Rp50 Miliar Ditangkap Saat Liburan di Bali

Buronan Kasus Penipuan Rp50 Miliar Ditangkap Saat Liburan di Bali

Bali | Minggu, 11 Oktober 2026 | 07:38 WIB

Potterhead Siap-siap! J.K. Rowling Rilis 2 Buku Terbaru Harry Potter 2027

Potterhead Siap-siap! J.K. Rowling Rilis 2 Buku Terbaru Harry Potter 2027

Your Say | Minggu, 11 Oktober 2026 | 07:30 WIB

Perbedaan Ampoule Pad SKIN1004 Kemasan Pink dan Biru, Mana yang Cocok untuk Kulit Anda?

Perbedaan Ampoule Pad SKIN1004 Kemasan Pink dan Biru, Mana yang Cocok untuk Kulit Anda?

Lifestyle | Minggu, 11 Oktober 2026 | 07:05 WIB

10 Sunscreen Spray Anti Air untuk Reapply saat Cuaca Lembap

10 Sunscreen Spray Anti Air untuk Reapply saat Cuaca Lembap

Lifestyle | Minggu, 11 Oktober 2026 | 07:00 WIB

Pentingnya Berdamai dengan Masa Lalu dalam Buku Heal from the Things You Don't Talk About

Pentingnya Berdamai dengan Masa Lalu dalam Buku Heal from the Things You Don't Talk About

Your Say | Minggu, 11 Oktober 2026 | 07:00 WIB

×