Bubuk Kakao Bisa Jadi Obat Penderita Kerusakan Hati akibat Obesitas

Yasinta Rahmawati, Rosiana Chozanah

Rabu, 28 April 2021 | 11:57 WIB
Bubuk Kakao Bisa Jadi Obat Penderita Kerusakan Hati akibat Obesitas
Ilustrasi cokelat. (Pixabay)

Suara.com - Siapa yang tidak suka cokelat? Bahan makanan atau minuman enak ini memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, salah satunya bagi penderita obesitas.

Berdasarkan penelitian Penn State terhadap tikus yang diberi makan berlemak tinggi, bubuk kakao memiliki potensi menjadi obat bagi penderita kerusakan hati akibat obesitas.

Ahli gizi sudah sangat menyadari bahwa kakao, bahan utama dalam cokelat, mengandung serat, zat besi dan antioksidan yang relatif tinggi. Meski seringnya disertai dengan kandungan gula tambahan.

Tujuan dari penelitian ini tidak hanya untuk memfasilitasi penurunan berat badan, lapor New York Post.

Peneliti berharap dapat mengidentifikasi cara orang gemuk meningkatkan kesehatan mereka secara keseluruhan, terutama dalam hal penyakit hati berlemak yang tidak terkait alkohol.

Ilustrasi Cokelat (freepik)
Ilustrasi Cokelat (freepik)

"Studi epidemiologi dan intervensi manusia menunjukkan konsumsi cokelat dikaitkan denga penurunan risiko penyakit kardiovaskular, seperti stroke, penyakit jantung koroner, dan diabetes tipe 2," kata penulis utama studi Joshua Lambert, profesor ilmu pangan di Penn's College of Agricultural Sciences

Jadi, menurut Lambert, masuk akal untuk menyelidiki apakah konsumsi kakao berdampak pada penyakit hati berlemak yang umumnya juga disebabkan oleh obesitas.

Selain itu, penelitian tikus sebelumnya tentang obesitas juga telah membuktikan indikasi proses metabolisme manusia.

Studi yang terbit dalam Journal of Nutritional Biochemistry ini mengungkapkan bahwa dengan menambahkan bubuk kakao dalam makanan tikus, berat badan hewan tersebut menurun 21%.

baca juga

Limpa mereka juga mengurangi penyusutan bobot menjadi lebih rendah, tanda bahwa peradangan dapat berkurang.

Setelah 8 minggu suplementasi, lemak hati kelompok tikus tersebut menurun 28%. Tingkat stres oksidatif 56% dan tingkat kerusakan DNA hati 75% lebih rendah.

Apa yang membuat hasil studi ini sangat penting adalah aksesibilitas metodenya, yakni dengan memberikan dosis kakao yang dapat dicapai secara fisiologis, jumlah yang layak untuk dikonsumsi oleh manusia.

"Melakukan perhitungan, orang dapat mengonsumsi 10 sendok makan bubuk kakao sehari atau, jika Anda mengikuti pentunjuk di kotak bubuk kakao, itu berarti sekitar lima cangkir cokelat panas sehari," pungkas Lambert.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sisca Kohl Pamer Cokelat dan Biskuit Rp4,3 Juta, Akui Makan Ini Sejak Kecil

Sisca Kohl Pamer Cokelat dan Biskuit Rp4,3 Juta, Akui Makan Ini Sejak Kecil

Lifestyle | Rabu, 28 April 2021 | 09:23 WIB

Kementan Dorong Pengembangan Industri Cokelat untuk Kebutuhan Ekspor

Kementan Dorong Pengembangan Industri Cokelat untuk Kebutuhan Ekspor

Bisnis | Sabtu, 24 April 2021 | 10:37 WIB

Jadi Pengusaha Cokelat, Ita Purnamasari: Saat Ini Waktu Tepat bagi Milenial

Jadi Pengusaha Cokelat, Ita Purnamasari: Saat Ini Waktu Tepat bagi Milenial

Bisnis | Sabtu, 24 April 2021 | 10:25 WIB

Terkini

Istimewa! Eks Jampidsus Febrie Ditahan Tanpa Rompi Pink dan Tangan Tak Diborgol

Istimewa! Eks Jampidsus Febrie Ditahan Tanpa Rompi Pink dan Tangan Tak Diborgol

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 23:55 WIB

Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan

Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 23:30 WIB

Merawat Koperasi agar Berdaya Melampaui Dinamika Politik

Merawat Koperasi agar Berdaya Melampaui Dinamika Politik

Bisnis | Jum'at, 24 Juli 2026 | 23:24 WIB

55 Karya Desain Dunia dari SaloneSatellite Permanent Collection Dipamerkan di Indonesia

55 Karya Desain Dunia dari SaloneSatellite Permanent Collection Dipamerkan di Indonesia

Jakarta | Jum'at, 24 Juli 2026 | 23:00 WIB

Ribuan Orang di Dunia Jadi Korban Phishing Kratos, Pengelola Dibekuk di Pontianak

Ribuan Orang di Dunia Jadi Korban Phishing Kratos, Pengelola Dibekuk di Pontianak

Kalbar | Jum'at, 24 Juli 2026 | 22:45 WIB

Usia 35 Tahun Sudah Punya 5 SPBU, Herman Deru Ungkap Kebiasaan yang Mengubah Hidupnya

Usia 35 Tahun Sudah Punya 5 SPBU, Herman Deru Ungkap Kebiasaan yang Mengubah Hidupnya

Sumsel | Jum'at, 24 Juli 2026 | 22:29 WIB

Terkuak! Pengemudi Alphard Arogan ke Satpam di Bundaran HI Ternyata Anggota Polda Jabar

Terkuak! Pengemudi Alphard Arogan ke Satpam di Bundaran HI Ternyata Anggota Polda Jabar

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 22:16 WIB

Napi Kasus Narkoba Pekanbaru Kabur saat Berobat, Petugas Pengawal ke Mana?

Napi Kasus Narkoba Pekanbaru Kabur saat Berobat, Petugas Pengawal ke Mana?

Riau | Jum'at, 24 Juli 2026 | 22:14 WIB

Hinca Panjaitan Sebut Perkara Kredit Tak Layak Diproses sebagai Korupsi

Hinca Panjaitan Sebut Perkara Kredit Tak Layak Diproses sebagai Korupsi

Sumbar | Jum'at, 24 Juli 2026 | 21:58 WIB

Mahfud MD Bantah Kejagung soal Febrie: Tak Pernah Ada Pelimpahan Kasus Asabri dari Polisi

Mahfud MD Bantah Kejagung soal Febrie: Tak Pernah Ada Pelimpahan Kasus Asabri dari Polisi

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 21:57 WIB

×