Sudah Masuk Indonesia, Berikut Rincian Varian Baru Virus Corona India

Rauhanda Riyantama | Fita Nofiana | Suara.com

Rabu, 28 April 2021 | 16:15 WIB
Sudah Masuk Indonesia, Berikut Rincian Varian Baru Virus Corona India
Ilustrasi virus corona, hidung, mimisan (Pixabay/mohamed_hassan)

Suara.com - Varian virus corona yang pertama terdeteksi di India mulai menjadi perhatian dunia. Bahkan Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyatakan bahwa 10 Warga Indonesia terkonfirmasi Covid-19 varian baru seperti yang berkembang di India.

Pernyataan tersebut disampaikannya dalam jumpa pers di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta pada Senin (26/4/2021).

"Bahwa virus itu udah masuk juga di Indonesia. Ada 10 orang yang sudah terkena virus tersebut," katanya.

Melansir dari Livemint, varian baru India yang disebut mutasi ganda diperkirakan memicu gelombang baru kasus mematikan di India yang menjadikan India jadi negara terparah kedua di dunia.

"Memiliki dua dari mutasi ini yang telah terlihat pada varian lain di seluruh dunia, (varian india) ini mengkhawatirkan," kata Maria Van Kerkhove, kepala staf teknis Organisasi Kesehatan Dunia untuk Covid, kepada wartawan hari Jumat.

Varian baru yang disebut B.1.617 awalnya terdeteksi di India dengan dua mutasi, bentuk mutasi dari E484Q dan L452R. Ini pertama kali dilaporkan akhir tahun lalu oleh seorang ilmuwan di India.

Virus bermutasi sepanjang waktu, sebagai bagian dari evolusi biologi. Beberapa mutasi melemahkan virus sementara yang lain mungkin membuatnya lebih kuat, memungkinkannya berkembang biak lebih cepat atau menyebabkan lebih banyak infeksi.

Kementerian kesehatan India pertama kali mengakui kehadiran "mutan ganda" ini pada akhir Maret 2021. Mutasi ganda telah ditemukan di beberapa negara seperti Australia, Belgia, Jerman, Irlandia, Namibia, Selandia Baru, Singapura, Inggris dan Amerika Serikat.

"Transmisibilitas yang lebih tinggi dari varian ini belum ditetapkan," katanya.

Ilustrasi penularan virus corona. [Shutterstock]
Ilustrasi penularan virus corona. [Shutterstock]

Melansir dari BBC, ilmuwan belum mengetahui apakah varian ini lebih menular atau resisten terhadap vaksin.

Dr Jeremy Kamil, ahli virologi di Louisiana State University, mengatakan salah satu mutasi dari varian baru ini serupa dengan yang terlihat pada varian Afrika Selatan dan Brasil. Mutasi ini dapat membantu virus menghindari antibodi dalam sistem kekebalan yang dapat melawan virus corona berdasarkan pengalaman dari infeksi sebelumnya atau vaksin. Sehingga bisa menimbulkan infeksi berulang.

"Tapi saya masih ragu apakah varian India lebih menular daripada varian Inggris, sekarang kita tidak boleh panik," kata Dr Kamil.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Konsumsi Sayur Masyarakat di Masa Pandemi Masih Rendah

Konsumsi Sayur Masyarakat di Masa Pandemi Masih Rendah

News | Rabu, 28 April 2021 | 15:37 WIB

Soal Alat Tes Antigen Bekas di Bandara Kualanamu, Ini Kata Satgas Covid-19

Soal Alat Tes Antigen Bekas di Bandara Kualanamu, Ini Kata Satgas Covid-19

Sumut | Rabu, 28 April 2021 | 15:20 WIB

Ganasnya Covid-19 di India, Dua Staf Diplomatik AS Jadi Korban

Ganasnya Covid-19 di India, Dua Staf Diplomatik AS Jadi Korban

News | Rabu, 28 April 2021 | 15:26 WIB

Terkini

Konsultasi Kesehatan Pakai AI? Waspada Halusinasi Medis yang Berbahaya

Konsultasi Kesehatan Pakai AI? Waspada Halusinasi Medis yang Berbahaya

Health | Senin, 27 April 2026 | 20:44 WIB

Menyeimbangkan Karier dan Anak, Daycare Berkualitas Jadi Kunci Dukungan untuk Ibu Bekerja

Menyeimbangkan Karier dan Anak, Daycare Berkualitas Jadi Kunci Dukungan untuk Ibu Bekerja

Health | Senin, 27 April 2026 | 12:52 WIB

Tidak Perlu Keluar Rumah, Pesan Obat di Apotek K-24 Kini Bisa Lewat BRImo

Tidak Perlu Keluar Rumah, Pesan Obat di Apotek K-24 Kini Bisa Lewat BRImo

Health | Senin, 27 April 2026 | 11:14 WIB

Diskon 20 Persen Medical Check-Up di RS Siloam: Tanpa Batas Maksimal untuk Nasabah BRI!

Diskon 20 Persen Medical Check-Up di RS Siloam: Tanpa Batas Maksimal untuk Nasabah BRI!

Health | Minggu, 26 April 2026 | 19:17 WIB

Raditya Dika Pilih Repot di Depan: Strategi Cegah Dengue demi Jaga Produktivitas

Raditya Dika Pilih Repot di Depan: Strategi Cegah Dengue demi Jaga Produktivitas

Health | Sabtu, 25 April 2026 | 12:21 WIB

Sering Dibilang Overthinking? Ternyata Insting Ibu adalah Deteksi Medis Paling Akurat untuk Anak

Sering Dibilang Overthinking? Ternyata Insting Ibu adalah Deteksi Medis Paling Akurat untuk Anak

Health | Sabtu, 25 April 2026 | 11:28 WIB

Jangan Panik, Ini Cara Bijak Kelola Benjolan di Tubuh dengan Pendekatan Alami yang Holistik

Jangan Panik, Ini Cara Bijak Kelola Benjolan di Tubuh dengan Pendekatan Alami yang Holistik

Health | Jum'at, 24 April 2026 | 17:38 WIB

Biaya Vaksin HPV dan Waktu Terbaik Vaksinasi untuk Cegah Kanker Serviks

Biaya Vaksin HPV dan Waktu Terbaik Vaksinasi untuk Cegah Kanker Serviks

Health | Jum'at, 24 April 2026 | 13:30 WIB

Gejala Virus HPV pada Pria dan Wanita, Waspadai Kutil Kelamin

Gejala Virus HPV pada Pria dan Wanita, Waspadai Kutil Kelamin

Health | Jum'at, 24 April 2026 | 11:58 WIB

Gaya Hidup Modern Picu Risiko Penyakit Kronis, Dokter Tekankan Pentingnya Monitoring Berkala

Gaya Hidup Modern Picu Risiko Penyakit Kronis, Dokter Tekankan Pentingnya Monitoring Berkala

Health | Jum'at, 24 April 2026 | 08:43 WIB