Konsumsi Obat Cacing selama Hamil Mengurangi Risiko Kematian Neonatal

Yasinta Rahmawati, Rosiana Chozanah

Selasa, 04 Mei 2021 | 14:01 WIB
Konsumsi Obat Cacing selama Hamil Mengurangi Risiko Kematian Neonatal
Ilustrasi ibu hamil konsumsi obat cacing. (Shutterstock)

Suara.com - Lebih dari 25 persen populasi dunia atau lebih dari 1,5 miliar orang menghadapi risiko infeksi cacing yang ditularkan melalui tanah atau Soil Transmitted Helminth (STH), spesies parasit usus yang telurnya berkembang di tanah sebelum menemukan inang baru.

Penyebab utama tingginya angka infeksi ini adalah kurangnya akses ke fasilitas sanitasi (toilet) yang memadai dan akibatnya lingkungan menjadi tercemar oleh kotoran manusia.

Untungnya, menyadur Medical Xpress, obat cacing yang saat ini ada sangat efektif dan aman.

Terkait hal itu, peneliti dari Syracuse University, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), dan SUNY Upstate mengukur dampak konsumsi obat cacing selama kehamilan terhadap risiko kematian neonatal dan berat badan lahir rendah.

Studi ini menemukan ibu yang mengonsumsi obat cacing selama hamil menurunkan risiko kematian janin sebesar 14 persen dalam empat minggu pertama setelah lahir.

Ilustrasi ibu hamil. [Shutterstock]
Ilustrasi ibu hamil. [Shutterstock]

"Wanita hamil yang menerima obat cacing dikaitkan dengan penurunan 14 persen risiko kematian neonatal, tanpa perbedaan antara negara penularan tinggi dan rendah," kata Bhavneet Walia dari Departemen Kesehatan Masyarakat, Universitas Syracuse, New York, AS.

Tidak hanya itu, studi ini juga menunjukkan pengobatan cacing menurunkan risiko berat badan lahir rendah pada bayi hingga 11 persen, meski cukup bervariasi dalam kaitannya dengan tingkat penularan di berbagai negara.

Jadi, temuan ini mendorong peningkatan upaya global untuk distribusi obat cacing secara luas bagi wanita hamil. Upaya global untuk mengurangi infeksi STH juga dinilai terjangkau, dan manfaatnya jauh lebih besar daripada biaya program.

Selama ini, WHO telah mengoordinasikan pengiriman obat-obatan ke negara-negara yang memintanya. Kemudian, obat ini didistribusikan secara bebas selama kampanye pengobatan massal.

baca juga

Pemberian obat cacing secara berkala harus tersedia untuk anak-anak dan semua wanita hamil di negara endemis.

Namun, obat cacing bukanlah satu-satunya jawaban. Solusi permanen hanya dapat diperoleh dengan peningkatan substansial dalam akses ke sanitasi, sebuah proses yang biasanya lambat dan mahal.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Waduh, Obat Cacing buat Kuda Digunakan untuk Mengobati Covid-19

Waduh, Obat Cacing buat Kuda Digunakan untuk Mengobati Covid-19

Health | Jum'at, 09 April 2021 | 11:01 WIB

Jangan Diabaikan, Ini Pentingnya Minum Obat Cacing pada Anak dan Dewasa

Jangan Diabaikan, Ini Pentingnya Minum Obat Cacing pada Anak dan Dewasa

Health | Kamis, 11 Februari 2021 | 15:36 WIB

Aneh, Lelaki Klaim Sembuh dari Kanker Berkat Obat Cacing untuk Anjing

Aneh, Lelaki Klaim Sembuh dari Kanker Berkat Obat Cacing untuk Anjing

Health | Jum'at, 03 Mei 2019 | 13:18 WIB

Terkini

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:10 WIB

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:45 WIB

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:17 WIB

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 19:13 WIB

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Health | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:15 WIB

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:49 WIB

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:07 WIB

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

×