alexametrics

Satu Kali Suntikan Vaksin Pfizer Tak Cukup Efektif Melawan Strain Baru

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni
Satu Kali Suntikan Vaksin Pfizer Tak Cukup Efektif Melawan Strain Baru
Ilustrasi vaksin Covid-19 (unsplash/@hakannural)

Semua orang tetap rentan terinfeksi varian baru virus corona Covid-19 bila hanya menerima satu kali suntikan vaksin Covid-19.

Suara.com - Varian baru virus corona Covid-19 mulai bermunculan dan menyebabkan kekhawatiran. Para peneliti menemukan satu dosis vaksin Pfizer-BioNTech memberikan perlindungan yang tidak memadai terhadap varian baru virus Covid-19.

Berdasarkan temuan itu, mereka menyarankan semua orang untuk segera mendapatkan suntikan kedua vaksin Covid-19 yang lebih luas. Apalagi, sekarang ini muncul varian baru virus corona India (B1617) yang sedang mengkhawatirkan.

"Semua orang masih rentan terhadap varian baru virus corona Covid-19 walaupun sudah suntik vaksin Covid-19 satu kali," kata Danny Altmann, seorang profesor imunologi di Imperial College London dikutip dari Express.

Dr Altmann mengatakan temuan ini sangat menonjol di Inggris, di mana kebanyakan orang hanya mendapatkan satu kali suntikan vaksin Covid-19. Selain itu, ia juga mengingatkan semua orang untuk waspada karena orang lain di sekitar kita juga mungkin lebih rentan terinfeksi varian baru virus corona tersebut.

Baca Juga: Studi: Vaksinasi Covid-19 Terbukti Lindungi Ibu Hamil dan Bayinya

Dalam penelitian ini, para ilmuwan pun memantau 731 pekerja perawatan kesehatan Inggris selama beberapa bulan tahun 2020 lalu. Sekitar setengah dari para pekerja perawatan kesehatan dalam kelompok studi telah tertular virus corona Covid-19 selama gelombang pertama pandemi dan sisanya belum pernah.

Ilustrasi Virus Corona (Unsplash/CDC)
Ilustrasi Virus Corona (Unsplash/CDC)

Studi tersebut menemukan bahwa orang yang pernah mengalami infeksi virus corona ringan atau tanpa gejala memiliki respons kekebalan jauh lebih tinggi, terutama setelah satu kali suntikan vaksin Pfizer.

Penelitian mencatat respons kekebalan ini sangat kuat bila dibandingkan dengan orang yang alami gejala parah ketika terinfeksi. Kekebalan ini juga memberikan perlindungan yang baik terhadap varian baru virus corona yang pertama kali terdeteksi di Inggris dan Afrika Selatan.

Namun, kelompok sukarelawan yang belum pernah terinfeksi Covid-19 menunjukkan tanggapan kekebalan yang jauh lebih lemah terhadap varian baru setelah satu dosis.

Studi tersebut menunjukkan bahwa tingkat antibodi penawar mereka 11 hingga 25 kali lipat lebih rendah terhadap varian B117 dibandingkan dengan versi asli virus, "mengakibatkan sebagian besar individu jatuh di bawah ambang batas perlindungan."

Baca Juga: Mantan Pasien Covid-19 Harus Periksakan Kondisi Jantung, Ini Alasannya!

Tim peneliti mengatakan temuan mereka juga kemungkinan berlaku untuk varian lain yang beredar, seperti P1, yang pertama kali terdeteksi dan Brasil, serta varian B1617 dan B1618, yang pertama kali dikaitkan dengan India.

Komentar