Pfizer Minta India Percepat Izin Vaksin Covid-19 Buatannya

Bimo Aria Fundrika

Selasa, 04 Mei 2021 | 03:30 WIB
Pfizer Minta India Percepat Izin Vaksin Covid-19 Buatannya
Vaksin Pfizer. (Anadolu Agency/Tayfun Coşkun)

Suara.com - Di tengah tsunami pandemi Covid-19, Pfizer mendorong pemerintah India untuk mempercepat jalur persetujuan COVID-19.

“Sayangnya, vaksin kami tidak terdaftar di India meskipun aplikasi kami telah diajukan beberapa bulan lalu,” CEO Albert Bourla seperti dilansir dari New York Post.

Ia mengatakan bahwa sedang mendiskusikan dengan pemerintah India tentang jalur persetujuan yang dipercepat agar vaksin Pfizer-BioNTech tersedia untuk digunakan di negara tersebut.”

Dia juga mengatakan karyawan Pfizer di AS, Eropa dan Asia sedang bekerja untuk mengirimkan obat-obatan yang telah disetujui pemerintah India sebagai bagian dari protokol pengobatan Covid-19.

Sebuah botol vaksin Pfizer untuk Covid-19 di sebuah rumah sakit di Le Mans, Prancis. [AFP/Jean Francois Monier]
Sebuah botol vaksin Pfizer untuk Covid-19 di sebuah rumah sakit di Le Mans, Prancis. [AFP/Jean Francois Monier]

“Obat-obatan ini, bernilai lebih dari $ 70 juta, akan segera tersedia, dan kami akan bekerja sama dengan pemerintah dan mitra LSM kami untuk membawa mereka ke tempat yang paling membutuhkannya,” katanya.

Berita itu muncul ketika India mencatat 368.147 kasus COVID-19 baru dan 3.417 kematian baru pada hari Senin.

Sejak dimulainya pandemi, 19,9 juta kasus virus telah dilaporkan di India - di belakang hanya AS, yang berjumlah lebih dari 32,4 juta.

Lebih dari 218.000 orang di India telah meninggal karena virus itu, menurut kementerian kesehatan.

Namun, para ahli percaya bahwa kedua angka tersebut merupakan kekurangan yang signifikan.

baca juga

Para pemimpin dari 13 partai oposisi telah mendesak pemerintah India untuk meluncurkan program vaksinasi gratis dan memastikan bahwa semua rumah sakit menerima aliran oksigen tanpa gangguan.

Beberapa otoritas rumah sakit selama akhir pekan meminta intervensi pengadilan atas pasokan oksigen di New Delhi, yang telah memperpanjang pengunciannya selama seminggu untuk menahan lonjakan infeksi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

CDC Temukan Pingsan Jadi Efek Samping Umum Vaksin Johnson Johnson

CDC Temukan Pingsan Jadi Efek Samping Umum Vaksin Johnson Johnson

Health | Senin, 03 Mei 2021 | 17:26 WIB

Perlukah Tunda Suntik Vaksin Covid-19 saat Flu? Begini Saran CDC!

Perlukah Tunda Suntik Vaksin Covid-19 saat Flu? Begini Saran CDC!

Health | Senin, 03 Mei 2021 | 15:28 WIB

MUI Sebut Vaksin Sinopharm Haram karena Mengandung Babi, Tapi Boleh Dipakai

MUI Sebut Vaksin Sinopharm Haram karena Mengandung Babi, Tapi Boleh Dipakai

Jatim | Senin, 03 Mei 2021 | 14:54 WIB

Terkini

BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan

BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan

Sumsel | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:40 WIB

Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI

Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:16 WIB

Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional

Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:16 WIB

Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total

Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:06 WIB

Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi

Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:57 WIB

Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?

Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?

Bogor | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:37 WIB

Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak

Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak

Lifestyle | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:28 WIB

Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus

Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:27 WIB

Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler

Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler

Lifestyle | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:23 WIB

Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123

Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123

Bisnis | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:22 WIB

×