Skrining Sebelum Nikah, Cara Putus Mata Rantai Talasemia di Indonesia

M. Reza Sulaiman, Dini Afrianti Efendi

Rabu, 05 Mei 2021 | 13:58 WIB
Skrining Sebelum Nikah, Cara Putus Mata Rantai Talasemia di Indonesia
Ilustrasi penyakit talasemia. (Shutterstock)

Suara.com - Talasemia adalah penyakit kelainan genetik yang membuat penderitanya harus menjalani transfusi darah seumur hidup, akibat kurangnya protein pembawa oksigen (hemoglobin) dan jumlah sel darah merah yang kurang dari normal.

Talasemia jadi salah satu penyakit kronis yang sebagian besar dialami akibat faktor keturunan atau perkawinan dua orang pembawa sifat (fenotip), yang akhirnya melahirkan bayi dengan talasemia mayor.

Mirisnya data menunjukkan jika 3,8 persen populasi Indonesia pembawa sifat talasemia. Itulah mengapa, Pelaksana Tugas (Plt.) Dr. dr. Maxi Rein Rondonuwu, DHSM, MARS gencar menyarankan masyarakat untuk melakukan skrining sebelum menikah.

"Talasemia mayor diturunkan dari orangtua yang jadi penyandang maupun carrier talasemia. Jadi upaya deteksi dini untuk menemukan carrier talasemia yang diharapkan adalah, bisa mencegah terjadinya perkawinan sesama carrier sehingga dapat mencegah terjadinya kelahiran bayi dengan talasemia mayor," ujar Dr. Maxi dalam Peringatan Hari Talasemia Sedunia, Rabu (5/5/2021).

Tercegahnya perkawinan sesama penyandang talasemia bisa menurunkan angka populasi talasemia mayor, dan meningkatkan kualitas hidup para penderitanya.

Khususnya keturunan mereka tidak perlu lagi menderita, karena harus ketergantungan dari transfusi darah seumur hidup.

Pasalnya setiap penderita talasemia mayor harus menjalani transfusi darah lebih sering dan lebih teratur setiap 2 hingga 4 minggu sekali. Transfusi darah ini membantu meningkatkan hemoglobin dan sel darah merah tubuh.

Lebih lanjut, kata Dr. Maxi penyakit talasemia termasuk dalam salah satu penyakit kronis serupa dengan jantung, diabetes, stroke dan kanker, yang penanganannya jadi beban negara.

Adapun anggaran yang dihabiskan untuk merawat penyandang talasemia mencapai Rp2,78 triliun yang dikucurkan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

baca juga

Anggaran ini dihabiskan untuk sebanyak 10.515 penyandang talasemia di Indonesia.

"Jadi kalau 10.515 orang, mencapai Rp2,78 triliun, maka satu pasien bisa kita bayangkan besarnya," pungkas Dr. Maxi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:27 WIB

Mengenal Teknologi Hematologi Sysmex XQ Series, Dapat Deteksi Dini Thalassemia

Mengenal Teknologi Hematologi Sysmex XQ Series, Dapat Deteksi Dini Thalassemia

Tekno | Senin, 03 November 2025 | 16:12 WIB

Harapan Sembuh Pasien Talasemia Mayor Hanya dengan Transplantasi Sel Punca Darah

Harapan Sembuh Pasien Talasemia Mayor Hanya dengan Transplantasi Sel Punca Darah

News | Selasa, 03 September 2024 | 16:47 WIB

Terkini

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:49 WIB

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:07 WIB

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:51 WIB

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03 WIB

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:14 WIB

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:45 WIB

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Health | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:01 WIB