alexametrics

Insentif Nakes Covid-19 Tahun 2020 Cair, Nilainya Capai Rp 580 Miliar

Bimo Aria Fundrika | Lilis Varwati
Insentif Nakes Covid-19 Tahun 2020 Cair, Nilainya Capai Rp 580 Miliar
Sejumlah tenaga kesehatan bersiap melakukan perawatan terhadap pasien COVID-19 di Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Jumat (22/1/2021). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Insentif tersebut tersebar hingga 914 fasilitas layanan kesehatan (fasyankes) dengan jumlah tenaga kesehatan lebih dari 97 ribu.

Suara.com - Insentif tenaga kesehatan yang bertugas dalam penanganan Covid-19 tahun 2020 telah dibayarkan oleh Kementerian Kesehatan. PLT Kepala Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Kementerian Kesehatan Kirana Pritasari mengatakan, total telah Rp 580 miliar yang dibayarkan hingga 5 Mei 2021.

Insentif tersebut tersebar hingga 914 fasilitas layanan kesehatan (fasyankes) dengan jumlah tenaga kesehatan lebih dari 97 ribu.  

"Hingga hari ini, 5 Mei 2021, itu untuk tunggakan tahun 2020 yang pada saat kami menyampaikan ada tunggakan sebesar Rp 1,48 triliun, sudah tahap 1 disetujui dan dibuka blokir Rp 581 miliar dan telah bisa diselesaikan, disetujui untuk dibayarkan Rp 580 miliar," papar Kirana dalam konferensi pers virtual, Rabu (5/5/2021).

Ratusan fasyankes itu terdiri dari rumah sakit TNI-Polri, runah sakit vertikal, BUMN, RS Kementerian/Lembaga lain, KKP, Rumah Sakit lapangan, Balai, dan RS swasta. 

Baca Juga: Pandemi Covid-19 Bikin Insomnia Tenaga Kesehatan Meningkat

Seorang tenaga kesehatan mengenkan alat pelindung diri (APD) lengkap sebelum melakukan perawatan terhadap pasien COVID-19 di Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Jumat (22/1/2021). [Suara.com/Angga Budhiyanto]
Seorang tenaga kesehatan mengenkan alat pelindung diri (APD) lengkap sebelum melakukan perawatan terhadap pasien COVID-19 di Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Jumat (22/1/2021). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

"Alhamdulillah sudah bisa diselesaikan atau disetujui pembayarannya. Kemudian masih ada review atas tunggakan 2020. Kami atas dukungan dari BPKP, sudah diverifikasi internal di Kemenkes dan di-review oleh BPKP, kemudian kami mengajukan ke Kementerian Keuangan dan sudah disetujui buka blokir kedua sebesar Rp 231 miliar," imbuhnya.

Selain itu, Kemenkes juga mulai lakukan pembayaran untuk para peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) per hari ini. Insentif PPDS besarnya sekitar Rp 104 miliar untuk 12.425 peserta.

"Sudah disetujui sehingga kami akan proses pembayaran mulai hari ini," katanya.

Sementara itu, untuk usulan pencairan insentif nakes di rumah sakit daerah tercatat ada 2.740 fasyankes yang mengisi data di aplikasi dengan nilai usulan sebesar Rp 405,7 miliar. Kirana mengatakan, untuk pembayaran insentif nakes tahun 2021, hingga saat ini dalam proses persetujuan sebesar Rp 148 miliar dengan jumlah nakes 22.603 orang.

"Jadi kami sangat mengharapkan juga untuk yang anggaran pusat segera diverifikasi di masing-masing faskes untuk kami bisa melakukan proses pembayaran," ucapnya.

Baca Juga: Insentif Nakes Bantul Cair Sebelum Lebaran, Alokasi untuk Puskesmas

Komentar