Misalnya, atlet elit memiliki peningkatan risiko asma dan alergi. Beberapa mekanisme dapat memengaruhi risiko ini, yang meliputi interaksi antara faktor pelatihan lingkungan dan faktor risiko pribadi, seperti kerentanan genetik, peradangan yang dimediasi neurogenik, dan sensitivitas epitel.
Namun, banyak sekali bukti ilmiah yang menunjukkan efek positif olah raga sebagai bagian dari gaya hidup sehat. Secara keseluruhan, manfaatnya jauh lebih besar daripada potensi bahaya pelatihan. Namun diperlukan intervensi gaya hidup sehat terapeutik yang mudah diberikan, yang dapat digunakan bersamaan dengan pengobatan saat ini. [ANTARA]