Suntik Vaksin Gotong Royong Mesti Bayar, Berapa Harganya?

Bimo Aria Fundrika, Lilis Varwati

Jum'at, 07 Mei 2021 | 03:30 WIB
Suntik Vaksin Gotong Royong Mesti Bayar, Berapa Harganya?
Ilustrasi vaksin Covid-19 (unsplash/@hakannural)

Suara.com - Berbeda dengan program vaksinasi Covid-19 dari pemerintah untuk warga prioritas yang diberikan secara gratis, vaksin gotong royong untuk perusahaan swasta akan berbayar. Meaki begitu, biaya hanya dibebankan kepada perusahaan. Sehingga karyawan dan keluarganya tetap akan menerima secara cuma-cuma.

Pembayaran akan diberikan pada Bio Farma sebagai penyelenggara vaksinasi yang ditunjuk oleh pemerintah. Juru bicara vaksinasi Covid-19 Bio Farma Bambang Heryanto mengungkapkan, hingga saat ini kemungkinan harga vaksin Covid-19 gotong royong dibandrol Rp 500 ribu per dosis satu orang.

"Harga ini sebetulnya masih kita hitung. Kita juga ada pendampingan dari BPKP sehingga betul-betul harga ini dibuka, berapa keuntungannya. Estimasi memang kisaran Rp 500.000 itu sudah termasuk layanan. Jadi kalau untuk dua kali suntik sekitar 1 juta," kata Bambang dalam webinar daring, Kamis (6/5/2021).

INFOGRAFIS: Apa Bedanya Vaksin Gotong Royong dengan Vaksin Pemerintah?
INFOGRAFIS: Apa Bedanya Vaksin Gotong Royong dengan Vaksin Pemerintah?

Tetapi, menurut Bambang, harga tersebut belum final. Nantinya Kementerian Kesehatan yang akan menetapkan harga vaksin gotong royong per dosis. 

"Mudah-mudahan harganya bisa kita finalkan sebelum pelaksanaan. Harganya juga akan tetap diserahkan kepada Kementerian Kesehatan untuk ditetapkan," katanya.

Program vaksinasi Gotong Royong tersebut akan mulai dilakukan pada 17 Mei 2021 dengan mengalokasikan 500 ribu dosis vaksin Sinopharm. Bambang menyampaikan, seperti jenis vaksin Covid lainnya, Sinopharm juga akan diberikan dalam dua dosis dengan jangka waktu hingga 28 hari. 

Lantaran jumlah dosis yang masih terbatas, maka vaksinasi untuk karyawan swasta itu akan dilakukan secara bertahap. Wakil Ketua Kadin Sinta Widjaja Kamdani menyampaikan, sejak pendaftaran dibuka pada Febuari lalu, lebih dari 17.800 perusahaan telah mendaftar. Jumlah peserta mencapai 8,6 juta orang. 

Hingga saat ini pendaftaan masih dibuka untuk tahap ketiga. Namun ia menyampaikan bahwa bagi perusahaan yang batu mendaftar pada tahap ketiga, kemungkinan masih akan menunggu gilaran vaksinasi, mengingat stok vaksin yang masih terbatas.

"Jadi pendaftaran tahap ketiga ini sebetulnya untuk yang akan datang, bukan untuk saat ini. Tahap pertama saja Saya rasa tidak akan mencukupi. Jadi harus diprioritaskan mana terlebih dahulu bisa alokasi," katanya.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Suntik Vaksin Gotong Royong Mulai Habis Lebaran, Siapa Jadi Prioritas?

Suntik Vaksin Gotong Royong Mulai Habis Lebaran, Siapa Jadi Prioritas?

Health | Kamis, 06 Mei 2021 | 21:12 WIB

Vaksin Gotong Royong, WNA yang Terpilih Bisa Ikut Divaksinasi?

Vaksin Gotong Royong, WNA yang Terpilih Bisa Ikut Divaksinasi?

Health | Kamis, 06 Mei 2021 | 20:12 WIB

Booster Vaksin Moderna Diklaim Bisa Tangkal Mutasi Covid-19 Afrika Selatan

Booster Vaksin Moderna Diklaim Bisa Tangkal Mutasi Covid-19 Afrika Selatan

Health | Kamis, 06 Mei 2021 | 20:35 WIB

Terkini

Polri Tegaskan Status Tersangka Febrie Adriansyah Sah, Punya 2 Alat Bukti dan Keterangan Ahli

Polri Tegaskan Status Tersangka Febrie Adriansyah Sah, Punya 2 Alat Bukti dan Keterangan Ahli

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 12:02 WIB

Novel Three Sisters, Dinamika Kehidupan Tiga Saudara dengan Status Berbeda

Novel Three Sisters, Dinamika Kehidupan Tiga Saudara dengan Status Berbeda

Your Say | Rabu, 19 Agustus 2026 | 12:00 WIB

Siapa Sardjito? Kandidat Bos Bursa Mineral Pilihan Prabowo

Siapa Sardjito? Kandidat Bos Bursa Mineral Pilihan Prabowo

Bisnis | Rabu, 19 Agustus 2026 | 11:59 WIB

Dampak Gempa NTT Meluas Hingga ke Bima, 400 Bangunan Sekolah Dilaporkan Rusak

Dampak Gempa NTT Meluas Hingga ke Bima, 400 Bangunan Sekolah Dilaporkan Rusak

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 11:55 WIB

Bupati Pali Diduga Lakukan Lobi untuk Ubah Hasil Audit BPK

Bupati Pali Diduga Lakukan Lobi untuk Ubah Hasil Audit BPK

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 11:53 WIB

Sunscreen Wardah untuk Flek Hitam Harganya Berapa? Ini 3 Pilihan yang Bisa Dipertimbangkan

Sunscreen Wardah untuk Flek Hitam Harganya Berapa? Ini 3 Pilihan yang Bisa Dipertimbangkan

Lifestyle | Rabu, 19 Agustus 2026 | 11:52 WIB

Roberto Carlos Dikabarkan Resmi Masuk Islam, Tokoh Muslim Brasil Bantu Ucap Syahadat

Roberto Carlos Dikabarkan Resmi Masuk Islam, Tokoh Muslim Brasil Bantu Ucap Syahadat

Bola | Rabu, 19 Agustus 2026 | 11:47 WIB

3 Oknum Polisi Disidang Etik Dugaan Penganiayaan Warga Rupat Utara Bengkalis

3 Oknum Polisi Disidang Etik Dugaan Penganiayaan Warga Rupat Utara Bengkalis

Riau | Rabu, 19 Agustus 2026 | 11:44 WIB

BNPB Siapkan Bantuan Perbaikan Rumah Korban Gempa NTT, Segini Nominalnya

BNPB Siapkan Bantuan Perbaikan Rumah Korban Gempa NTT, Segini Nominalnya

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 11:44 WIB

Polri Minta Praperadilan Febrie Adriansyah Ditolak

Polri Minta Praperadilan Febrie Adriansyah Ditolak

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 11:43 WIB

×