Bahagia Bisa dari Makanan, Yuk Konsumsi 5 Asupan Berikut

Yasinta Rahmawati | Fita Nofiana | Suara.com

Jum'at, 07 Mei 2021 | 15:21 WIB
Bahagia Bisa dari Makanan, Yuk Konsumsi 5 Asupan Berikut
Ilustrasi makan cokelat gelap (dark chocolate). (Shutterstock)

Suara.com - Kandungan makanan tertentu bisa meningkatkan rasa bahagia. Hal ini disebabkan karena beberapa makanan mampu memengaruhi suasana hati Anda.

Melansir dari Healthline, berikut lima makanan yang bisa meningkatkan suasana hati, antara lain:

1. Ikan berlemak

Asam lemak omega-3 adalah kelompok lemak esensial yang harus Anda peroleh melalui pola makan karena tubuh tak memproduksinya secara alami.

Ikan berlemak seperti salmon dan tuna Albacore kaya akan dua jenis omega-3 yang dikaitkan dengan tingkat depresi yang lebih rendah atau menurunkan risiko depresi.

Omega-3 berkontribusi pada fluiditas membran sel otak Anda dan muncul untuk memainkan peran kunci dalam pengembangan otak dan pensinyalan sel.

2. Cokelat Hitam

Cokelat kaya akan banyak senyawa yang meningkatkan suasana hati. Asupan ini dapat melepaskan kaskade, senyawa yang dikaitkan dengan peningkatan suasana hati.

Ilustrasi makan cokelat gelap (dark chocolate). (Shutterstock)
Ilustrasi makan cokelat gelap (dark chocolate). (Shutterstock)

3. Makanan fermentasi

Makanan fermentasi, yang meliputi Kimchi, Yogurt, Kefir, Kombucha, dan Sauerkraut dapat meningkatkan kesehatan dan suasana hati.

Proses fermentasi pada maknan tersebut memungkinkan bakteri hidup untuk berkembang dalam makanan yang kemudian dapat mengubah gula menjadi alkohol dan asam.

Selama proses ini, ada proses pembuatan probiotik. Mikroorganisme hidup ini mendukung pertumbuhan bakteri sehat di usus Anda dan dapat meningkatkan kadar serotonin atau hormon bahagia.

Serotonin adalah neurotransmitter yang mempengaruhi banyak aspek perilaku manusia, seperti suasana hati, respons stres, nafsu makan, dan dorongan seksual. Hingga 90 persen dari serotonin tubuh Anda diproduksi oleh mikrobioma usus Anda, atau koleksi bakteri sehat di usus Anda.

4. Pisang

Pisang mengandung vitamin B6, yang membantu mensintesis neurotransmitter seperti dopamin dan serotonin. Selain itu pisang adalah sumber gula alami dan prebiotik, yang bekerja bersama untuk menjaga kadar gula darah dan suasana hati Anda.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

4 Pilihan Salad Sehat dan Nikmat untuk Seimbangi Nutrisi Harian Saat Puasa

4 Pilihan Salad Sehat dan Nikmat untuk Seimbangi Nutrisi Harian Saat Puasa

Lifestyle | Jum'at, 07 Mei 2021 | 14:35 WIB

Pesan Makanan di Warung, Rombongan Pemudik Syok Lihat Total Harganya

Pesan Makanan di Warung, Rombongan Pemudik Syok Lihat Total Harganya

Hits | Jum'at, 07 Mei 2021 | 14:22 WIB

Tak Ada yang Datang Meski Pesan Banyak Makanan, Warganet Curiga Settingan

Tak Ada yang Datang Meski Pesan Banyak Makanan, Warganet Curiga Settingan

Lifestyle | Jum'at, 07 Mei 2021 | 12:28 WIB

Terkini

Ini Bahaya Tersembunyi Ikan Sapu-Sapu yang Mengancam Ekosistem Jakarta

Ini Bahaya Tersembunyi Ikan Sapu-Sapu yang Mengancam Ekosistem Jakarta

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 21:10 WIB

Apakah Ikan Sapu-Sapu Bisa Dimakan? Ini Bahaya untuk Manusia dan Ekosistem

Apakah Ikan Sapu-Sapu Bisa Dimakan? Ini Bahaya untuk Manusia dan Ekosistem

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 18:54 WIB

Varises Bukan Sekadar Masalah Estetika, Kenali Sinyal Bahaya Sebelum Jadi Komplikasi Serius

Varises Bukan Sekadar Masalah Estetika, Kenali Sinyal Bahaya Sebelum Jadi Komplikasi Serius

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 14:42 WIB

Tren Lari Meningkat, Waspadai Risiko Cedera Otot dan Memar Ikut Mengintai

Tren Lari Meningkat, Waspadai Risiko Cedera Otot dan Memar Ikut Mengintai

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 12:31 WIB

Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan

Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan

Health | Kamis, 16 April 2026 | 16:45 WIB

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Health | Rabu, 15 April 2026 | 19:14 WIB

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Health | Rabu, 15 April 2026 | 15:33 WIB

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Health | Selasa, 14 April 2026 | 09:26 WIB

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Health | Selasa, 14 April 2026 | 08:37 WIB

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Health | Senin, 13 April 2026 | 06:15 WIB