Biasa Ada di Pasta Gigi dan Cokelat Putih, Eropa Larang Bahan Makanan Ini

Arendya Nariswari, Fita Nofiana

Selasa, 11 Mei 2021 | 17:13 WIB
Biasa Ada di Pasta Gigi dan Cokelat Putih, Eropa Larang Bahan Makanan Ini
Pasta gigi dan sikat gigi. (shutterstock)

Suara.com - Otoritas Keamanan Pangan Eropa (EFSA) mengatakan bahwa pewarna makanan yang banyak digunakan dalam produk mulai dari pasta gigi hingga cokelat putih bisa menjadi penyebab kanker.

Melansir dari Independent, titanium dioksida atau E171 adalah zat pemutih dan pencerah yang banyak digunakan di Inggris, termasuk dalam kaldu dan saus untuk bayi. Ini juga digunakan dalam produk kosmetik, suncream, dan cat.

Penggunaan agen sebagai aditif makanan telah menjadi kontroversi selama bertahun-tahun. Prancis memberlakukan larangan pada tahun 2019 setelah sebuah penelitian menunjukkan kaitannya dengan kanker. Uni Eropa sedang bersiap untuk mengusulkan larangan penggunaannya.

“Mengikuti opini ilmiah baru EFSA tentang aditif makanan E171, kami akan mengusulkan untuk melarang penggunaannya di UE (Uni Eropa). Diskusi dengan negara anggota akan dimulai bulan ini. Prioritas kami adalah kesehatan warga dan keamanan makanan yang mereka makan," ujar Stella Kyriakides, komisaris kesehatan UE.

EFSA menemukan bahwa genotoksisitas, kemampuan zat kimia untuk merusak DNA tidak dapat dikesampingkan. Genotoksisitas dapat menyebabkan efek karsinogenik.

"Dengan mempertimbangkan semua studi dan data ilmiah yang tersedia, panel menyimpulkan bahwa titanium dioksida tidak lagi dapat dianggap aman sebagai bahan tambahan makanan," imbuh Prof Maged Younes, ketua panel ahli EFSA tentang aditif dan perasa makanan.

“Elemen penting dalam mencapai kesimpulan ini adalah bahwa kami tidak dapat mengecualikan masalah genotoksisitas setelah konsumsi partikel titanium dioksida. Setelah konsumsi oral, penyerapan partikel titanium dioksida rendah, namun mereka dapat terakumulasi di dalam tubuh," imbuhnya.

Ilustrasi pasta gigi. (Shutterstock)
Ilustrasi pasta gigi. (Shutterstock)

Seorang juru bicara Badan Standar Makanan Inggris mengatakan bahwa pendapat yang dikeluarkan oleh EFSA tentang keamanan titanium dioksida sebagai aditif makanan akan diteliti oleh komite penasihat ilmiah independen yang memberi nasihat kepada EFSA.

Tinjauan ini akan membantu memutuskan langkah selanjutnya yang diperlukan untuk melindungi konsumen dan akan menginformasikan kebijakan di masa mendatang.

baca juga

E171 sebelumnya dinilai pada tahun 2016 dan keputusan itu muncul di belakang bukti ilmiah baru dan data segar tentang partikel nano. Titanium dioksida mengandung hingga 50 persen partikel dalam kisaran nano.

“Meskipun bukti untuk efek toksik umum tidak konklusif, berdasarkan data baru dan metode yang diperkuat, kami tidak dapat mengesampingkan kekhawatiran terhadap genotoksisitas dan akibatnya kami tidak dapat menetapkan tingkat yang aman untuk asupan harian aditif makanan," imbuh Prof Matthew Wright, ketua kelompok kerja EFSA di E171.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sambut Ramadhan, Pastikan Bahan Makanan Anda Fresh dan Sehat di Kulkas

Sambut Ramadhan, Pastikan Bahan Makanan Anda Fresh dan Sehat di Kulkas

Bisnis | Kamis, 29 April 2021 | 13:15 WIB

Makin Unik, Viral Pengantin Ini Dapat Kado Beras hingga Ikan Mentah

Makin Unik, Viral Pengantin Ini Dapat Kado Beras hingga Ikan Mentah

Lifestyle | Selasa, 20 April 2021 | 11:58 WIB

Cara Memperpanjang Umur Simpan Bahan Makanan, Sayur Hingga Buah

Cara Memperpanjang Umur Simpan Bahan Makanan, Sayur Hingga Buah

Lifestyle | Sabtu, 13 Maret 2021 | 19:41 WIB

Terkini

Anak Penerima Pekerja Upah Masih Ditanggung JKN, Begini Syaratnya

Anak Penerima Pekerja Upah Masih Ditanggung JKN, Begini Syaratnya

Bisnis | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 16:59 WIB

Polisi Disebut Berhasil Tangkal 'Angsa Hitam' di Demo 27 Agustus, Begini Analisanya

Polisi Disebut Berhasil Tangkal 'Angsa Hitam' di Demo 27 Agustus, Begini Analisanya

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 16:57 WIB

Muktamar NU di Jombang Dorong Ekonomi Kreatif Berbasis Pesantren

Muktamar NU di Jombang Dorong Ekonomi Kreatif Berbasis Pesantren

Bisnis | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 16:48 WIB

Sebut Demo Hal Biasa, Fadli Zon Sayangkan Kalau Ada Perusakan Fasum

Sebut Demo Hal Biasa, Fadli Zon Sayangkan Kalau Ada Perusakan Fasum

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 16:48 WIB

Mulai Besok Sore, Masyarakat Bisa Akses dan Beri Masukan Draf PPHN

Mulai Besok Sore, Masyarakat Bisa Akses dan Beri Masukan Draf PPHN

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 16:47 WIB

Tersangka Karhutla Naik Jadi 89 Orang, Polri Mulai Bidik Jejak Keterlibatan Korporasi

Tersangka Karhutla Naik Jadi 89 Orang, Polri Mulai Bidik Jejak Keterlibatan Korporasi

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 16:46 WIB

Gegara Investor Ambil Cuan, IHSG Melemah Tipis ke Level 6.518

Gegara Investor Ambil Cuan, IHSG Melemah Tipis ke Level 6.518

Bisnis | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 16:45 WIB

Penampakan Halte Petamburan Usai Jadi Sasaran Vandalisme Massa Aksi 27 Agustus

Penampakan Halte Petamburan Usai Jadi Sasaran Vandalisme Massa Aksi 27 Agustus

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 16:44 WIB

Dari Lidi Sawit Jadi Cuan, Ketika Produk Sederhana Petani Indonesia Tembus Pasar Tiongkok

Dari Lidi Sawit Jadi Cuan, Ketika Produk Sederhana Petani Indonesia Tembus Pasar Tiongkok

Lifestyle | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 16:41 WIB

Tanpa Gaji Tetap, Kisah Penjaga Pantai Gaza Bertaruh Nyawa di Tengah Tawa Warga Palestina

Tanpa Gaji Tetap, Kisah Penjaga Pantai Gaza Bertaruh Nyawa di Tengah Tawa Warga Palestina

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 16:38 WIB

×