Waspada, 4 Kondisi Ini Bisa Terjadi Jika Duduk Terlalu Lama

Yasinta Rahmawati | Fita Nofiana | Suara.com

Kamis, 13 Mei 2021 | 10:50 WIB
Waspada, 4 Kondisi Ini Bisa Terjadi Jika Duduk Terlalu Lama
Ilustrasi duduk. (Shutterstock)

Suara.com - Bahaya duduk terlalu lama tidak hanya membuat pantat Anda kebas, tapi juga berdampak buruk bagi kesehatan Anda. Itulah mengapa pakar kesehatan menyarankan istirahat setelah setiap jam.

Melansir dari Healthshots, duduk tidak hanya memberi tekanan pada tubuh bagian bawah, tetapi juga menghalangi sirkulasi darah itulah alasan Anda merasakan mati rasa di bagian tubuh Anda.

"Gaya hidup yang tidak banyak bergerak ini bersama dengan Covid-19, telah menimbulkan beberapa masalah kesehatan yang bisa membuat masa depan Anda penuh kerepotan. Saya akan berbagi masalah paling umum yang dihadapi orang, ketika mereka terus duduk selama berjam-jam," kata Dr Samudrika Patil, ahli endokrinologi klinis dan CEO Vedicure Healthcare and Wellness.

1. Hipertensi

Gaya hidup yang tidak banyak bergerak lebih berbahaya dari yang kita pikirkan. Sebagian besar gangguan gaya hidup termasuk diabetes mellitus, hipertensi, kolesterol tinggi, dan penyakit kardiovaskular dapat dicegah dengan olahraga ringan setiap hari.

2. Masalah tulang belakang

Tidak diragukan lagi bahwa duduk dengan postur yang sama selama berjam-jam dapat menyebabkan nyeri pada tulang belakang Anda.

"Duduk lama dapat berdampak negatif pada pinggul dan punggung Anda (kesehatan tulang belakang). Ini dapat memengaruhi postur Anda, membuat otot fleksor Anda menjadi lebih pendek. Hal ini dapat menyebabkan perubahan postur tubuh yang juga dapat memengaruhi kesehatan tulang belakang Anda. Ini dapat menyebabkan kompresi cakram dan juga dapat menyebabkan degenerasi lebih awal. Sayangnya, konsekuensinya bisa sangat menyakitkan," kata Dr Patil.

3. Kelemahan pada tungkai dan bokong

Menurut Dr Patil, duduk terlalu lama dapat membuat otot kaki besar Anda lemah, yang menyebabkan kelemahan umum terkait kekuatan fisik.

Ilustrasi duduk bersilang. (Shutterstock)
Ilustrasi duduk bersilang. (Shutterstock)

4. Menambah berat badan

Penambahan berat badan dan penurunan metabolisme adalah konsekuensi utama dari duduk terlalu lama. Ketidakaktifan fisik dapat menyebabkan penurunan metabolisme Anda dan menyebabkan penambahan berat badan.

Selain itu ada beberapa orang yang juga menunjukkan beberapa tanda kecemasan dan pembentukan gumpalan darah akibat duduk terlalu lama. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rekan Kerja Jadi Mantan, Auto Tersiksa Sampai Pensiun Gegara Posisi Duduk

Rekan Kerja Jadi Mantan, Auto Tersiksa Sampai Pensiun Gegara Posisi Duduk

Hits | Selasa, 11 Mei 2021 | 20:27 WIB

3 Tips Sederhana Atasi Sakit Pinggang Akibat Duduk Terlalu Lama

3 Tips Sederhana Atasi Sakit Pinggang Akibat Duduk Terlalu Lama

Your Say | Jum'at, 16 April 2021 | 11:25 WIB

Lebih Sehat Meski Banyak Duduk, AHA Sarankan Lakukan 5 Rutinitas Berikut

Lebih Sehat Meski Banyak Duduk, AHA Sarankan Lakukan 5 Rutinitas Berikut

Health | Senin, 12 April 2021 | 08:24 WIB

Terkini

Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!

Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!

Health | Minggu, 10 Mei 2026 | 13:31 WIB

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Health | Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:56 WIB

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 22:05 WIB

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:29 WIB

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:22 WIB

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:49 WIB

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:17 WIB

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:01 WIB

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:30 WIB

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 13:24 WIB