alexametrics

Bukan Batuk atau Demam, Ini 2 Gejala Virus Corona Khas pada Anak-Anak

Cesar Uji Tawakal | Shevinna Putti Anggraeni
Bukan Batuk atau Demam, Ini 2 Gejala Virus Corona Khas pada Anak-Anak
Ilustrasi anak-anak (Unsplash/Larm)

Ada dua gejala virus corona Covid-19 yang lebih khas untuk anak-anak.

Suara.com - Penelitian baru mengungkapkan anak-anak biasanya tidak menunjukkan gejala ketika terinfeksi virus corona Covid-19. Tapi, ada tanda-tanda virus corona pada anak yang bisa Anda waspadai.

Kita tahu bahwa gejala Utama virus corona Covid-19 adalah batuk terus-menerus, demam tinggi, hilangnya rasa dan bau. Tapi, kebanyakan anak akan menderita nyeri otot dan rasa tidak enak badan ketika terinfeksi virus corona.

Sebuah studi yang diterbitkan dalam Scientific Reports mengamati data dari 12.306 anak yang positif virus corona Covid-19. Mereka menemukan secara keseluruhan anak-anak yang terinfeksi virus corona Covid-19 mengalami gejala yang lebih ringan.

Tapi, penulis studi, Pakaj Arira dari Universitas Birmingham di Alabam, mengatakan lebih dari 18 persen anak-anak dalam Penelitian ini mengalami gejala demam, malaise, nyeri otot atau sendi, gangguan penciuman atau rasa.

Baca Juga: Imbas Krisis Virus Corona di India, Harga Minyak Ikutan Anjlok

Para ahli menemukan 16,5 persen anak mengalami sesak napas dan batuk, 13,9 persen juga mengalami gejala mual, muntah dan diare. Lalu, sekitar 8,1 peren menderita ruam dan 4,8 persen mengalami sakit kepala.

Ilustrasi virus corona, hidung, mimisan (Pixabay/mohamed_hassan)
Ilustrasi virus corona, hidung, mimisan (Pixabay/mohamed_hassan)

Mengenai jenis perawatan medis yang dibutuhkan anak-anak untuk virus corona Covid-19, para ahli mengatakan risiko anak-anak yang membutuhkan perawatan medis kritis dan ventilator sama dengan semua kelompok umur.

Penelitian tersebut melaporkan hanya 5,5 persen anak-anak dalam penelitian yang dirawat di rumah sakit karena virus corona. Dari 5,5 persen itu, ada 17,6 persen yang butuh perawatan medis kritis dan 4,1 persen membutuhkan ventilator.

Risiko rawat inap akibat virus corona antara anak perempuan dan laki-laki sama. Tapi, lebih tinggi pada anak-anak non-Hispanik kulit hitam dan Hispanik dibandingkan anak-anak kulit putih non-Hispanik.

"Mengingat tingginya frekuensi kasus tanpa gejala khas, peningkatan kewaspadaan, skrinning inovatif dan pengujian virus corona Covid-19 yang cukup sering di antara anak-anak," jelas para penulis studi dikutip dari The Sun.

Baca Juga: Studi Terbatas: Vaksin AstraZeneca Bisa Lawan Varian Virus Corona India

Menurut mereka, penerapan strategi ini perlu ditingkatkan di antara anak-anak dari ras/etnis minoritas untuk mengurangi kesenjangan kesehatan terkait virus corona Covid-19.

Komentar