Pakar: Vaksin Covid-19 Kurang Efektif Lawan Varian Virus Corona India

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Minggu, 16 Mei 2021 | 13:08 WIB
Pakar: Vaksin Covid-19 Kurang Efektif Lawan Varian Virus Corona India
Ilustrasi vaksin Covid-19 (Pixabay/qimono)

Suara.com - Seorang penasihat kesehatan pemerintah Inggris memperingatkan vaksin Covid-19 kurang efektif dalam mengurangi penularan varian baru virus corona India.

Tetapi para ahli mendesak Boris Johnson, Perdana Menteri Inggris untuk tetap tenang karena suntikan vaksin Covid-19 tetap diperlukan untuk menghentikan penyakit parah akibat infeksi varian virus corona lainnya.

SAGE, kelompok penasihat ilmiah pemerintah Inggris, memperingatkan varian virus corona India mungkin 50 persen lebih menular daripada varian virus corona Inggris yang dominan.

Ada kekhawatiran varian baru virus corona India bisa menyebabkan 1.000 kematian sehari. Sir Mark Walport, seorang anggota SAGE pun mengatakan penyebaran virus corona dan peluncuran vaksin Covid-19 seolah saling berlomba cepat-cepatan.

Tapi, jumlah pasien virus corona rawat inap yang berusia 60 tahun ke atas, yakni yang paling berisiko mengalami infeksi serius tetap rendah. Di samping itu, data menunjukkan vaksin AstraZeneca dan Pfizer efektif melawan varian virus corona tersebut.

Ilustrasi Virus Corona (Unsplash/CDC)
Ilustrasi Virus Corona (Unsplash/CDC)

Data itu datang dari dokumen SAGE terbaru yang mengungkapkan varian baru virus corona India 50 persen lebih menular. Perdana Menteri pun mengatakan jarak antara suntikan pertama dan kedua vaksin Covid-19 juga akan dipercepat, dengan waktu dari dosis pertama dikurangi dari 12 minggu menjadi delapan minggu.

Selain itu, Chris Whitty mengatakan beberapa minggu ke depan sangat penting untuk melihat lebih jauh tentang kecepatan penyebaran varian virus corona India. Sementara itu, PHE mengatakan 4 orang telah meninggal dunia karena varian baru virus corona India.

"Vaksin Covid-19 mungkin kurang efektif melawan penyakit ringan, tetapi kami tidak berpikir vaksin Covid-19 kurang efektif mengatasi penularannya," kata Prof Harnden, wakil ketua Komite Bersama untuk Vaksinasi dan Imunisasi (JCVI) dikutip dari The Sun.

Kasus varian baru virus corona India telah menyebar dan menginfeksi hampir 3 kali lipat dalam sepekan terakhir. Karena itu, suntikan vaksin Covid-19 untuk orang usia 50 tahun ke atas di Inggris akan dipercepat..

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Suntikan Penguat Vaksin Pfizer Picu Efek Samping Lebih Banyak, Apa Aja?

Suntikan Penguat Vaksin Pfizer Picu Efek Samping Lebih Banyak, Apa Aja?

Health | Minggu, 16 Mei 2021 | 11:08 WIB

Picu Reaksi Berantai, Ini Sebab Pembekuan Darah pada Penerima Vaksin Covid

Picu Reaksi Berantai, Ini Sebab Pembekuan Darah pada Penerima Vaksin Covid

Health | Sabtu, 15 Mei 2021 | 14:38 WIB

Meski Sudah Vaksin Covid-19, Wajib Pakai Masker di Tempat Berikut

Meski Sudah Vaksin Covid-19, Wajib Pakai Masker di Tempat Berikut

Health | Sabtu, 15 Mei 2021 | 13:10 WIB

Terkini

Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!

Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!

Health | Minggu, 10 Mei 2026 | 13:31 WIB

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Health | Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:56 WIB

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 22:05 WIB

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:29 WIB

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:22 WIB

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:49 WIB

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:17 WIB

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:01 WIB

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:30 WIB

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 13:24 WIB