Gejala Demensia, Perhatikan 3 Perubahan Perilaku Ini!

Yasinta Rahmawati, Shevinna Putti Anggraeni

Senin, 17 Mei 2021 | 14:27 WIB
Gejala Demensia, Perhatikan 3 Perubahan Perilaku Ini!
Ilustrasi demensia (shutterstock)

Suara.com - Demensia termasuk masalah medis yang mengakibatkan perubahan otak kompleks dan sering terjadi tanpa disadari. Tapi, perubahan perilaku secara bertahap bisa mengarah pada kondisi Alzheimer.

Sayangnya dilansir dari Times of India, sekarang ini belum ada obat khusus untuk menangani Alzheimer. Tetapi, diagnosis dini dan perawatan medis cepat bisa mencegah dampak dari kondisi medisnya.

Menurut National Institute on Aging (NIA), mengatakan agitasi bisa menjadi tanda penyakit Alzheimer. Salah satu perubahan perilaku yang menunjukkan agitasi adalah mondar-mandir, ketika seseorang berjalan bolak-balik di area yang sama dan kecepatan yang semakin meningkat.

1. Sulit tidur dan gresi verbal

Tanda lain dari agitasi adalah sulit tidur atau insomnia, yaitu ketika seseorang berjuang untuk tertidur atau tetap tidur. Agresi verbal atau fisik juga bisa menjadi indikasi awal penyakit Alzheimer.

Contohnya, mencaci orang yang dicintai secara lisan atau mencoba menyakiti secara fisik seseorang yang ada di dekat Anda. Tanda-tanda awal agitasi atau agresi adalah tidak melakukan tindakan apapun yang bisa memperburuk keadaan.

Ilustrasi demensia. [Shutterstock]
Ilustrasi demensia. [Shutterstock]

2. Kehilangan ingatan

Setiap orang mungkin mengalami agitasi dari waktu ke waktu, tetapi perasaan yang berkepanjangan bisa menandakan masalah kesehatan yang mendasarinya. Indikasi lain dari penyakit Alzheimer, termasuk kehilangan ingatan, penilaian yang buruk dan kehilangan inisiatif.

Salah satu tanda penyakit Alzheimer yang mencolok adalah ketika seseorang salah meletakkan benda rumah tangga biasa di tempat yang sangat aneh. Misalnya, meletakkan remote TV di oven.

baca juga

3. Perubahan kepribadian

Perubahan otak akibat penyakit Alzheimer bisa mengubah kepribadian seseorang. Orang yang menderita kondisi ini mungkin akan lebih mudah merasa kesal, khawatir atau marah.

Bukti terkini menunjukkan bahwa penyakit Alzheimer disebabkan oleh penumpukan protein yang abnormal di dalam dan sekitar otak. Protein ini dikenal sebagai amiloid, NHS menambahkan bahwa ada juga penurunan pembawa pesan kimiawi (neurotransmitter) di otak.

"Tingkat satu neurotransmitter, asetilkolin, sangat rendah di otak orang dengan penyakit Alzheimer," kata NHS.

Faktor risiko untuk mengembangkan Alzheimer termasuk bertambahnya usia, dengan orang-orang melipatgandakan risiko penyakitnya setiap lima tahun setelah usia 65 tahun.

Selain itu, genetika juga nampaknya bisa mengembangkan kondisi. Meskiupun risikonya hanya meningkat sedikit karena faktor ini. Beberapa faktor lain dan gaya hidup yang telah meningkatkan risiko Alzheimer, termasuk kebiasaan merokok, kegemukan, diabetes, tekanan darah tinggi dan kolesterol tinggi.

Data terbaru juga menunjukkan bahwa faktor lain dapat memainkan peran penting dalam perkembangan Alzheimer. Misalnya, gangguan pendengaran, isolasi sosial, dan gaya hidup yang tidak banyak bergerak semuanya bisa menjadi faktor penyebab.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Semakin Muda Kena Diabetes, Risiko Demensia Semakin Tinggi, Kok Bisa?

Semakin Muda Kena Diabetes, Risiko Demensia Semakin Tinggi, Kok Bisa?

Health | Minggu, 02 Mei 2021 | 10:10 WIB

Pasien Diabetes Tipe 2 Bisa Alami Demensia, Ini Faktor Pemicunya!

Pasien Diabetes Tipe 2 Bisa Alami Demensia, Ini Faktor Pemicunya!

Health | Sabtu, 01 Mei 2021 | 13:56 WIB

Mencegah Demensia di Masa Tua, Yuk Lakukan 5 Rutinitas Berikut

Mencegah Demensia di Masa Tua, Yuk Lakukan 5 Rutinitas Berikut

Health | Rabu, 28 April 2021 | 20:02 WIB

Terkini

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:40 WIB

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:28 WIB

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:01 WIB

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:50 WIB

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

Jakarta | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:47 WIB

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Bogor | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:31 WIB

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Video | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:15 WIB

×