Ratusan Bayi Lahir dengan Kondisi Bibir Sumbing di Indonesia, Ketahui Faktor Penyebabnya

Cesar Uji Tawakal, Rosiana Chozanah

Kamis, 27 Mei 2021 | 19:58 WIB
Ratusan Bayi Lahir dengan Kondisi Bibir Sumbing di Indonesia, Ketahui Faktor Penyebabnya
Ilustrasi bibir sumbing [shutterstock]

Suara.com - Spesialis bedah dr. Yantoko, Sp. BP, memperkirakan bahwa ada 9.000 bayi lahir dengan kondisi bibir sumbing di Indonesia setiap tahun. Artinya, ada ratusan bayi lahir dengan bibir sumbing setiap tiga menit.

"Kasusnya setiap tiga menit lahir bayi sumbing di dunia. Kalau angka kejadian ada yang menyebutkan 400 dari kelahiran baru, ada yang 600 dan 800. Jadi memang banyak," ujar dokter Yantoko dalam webinar online, Selasa (25/5/2021).

Menurutnya, kelainan bibir sumbing dapat dikenali dari bentuk bibir yang tidak tersambung dan suaranya kurang bagus atau sengal.

"Beda dengan kelainan yang lain misal hipospadia, kelainan di saluran kencing, gak akan terlihat sampai dewasa," sambungnya.

Yantoko mengatakan bibir sumbing terjadi akibat ketidaksempurnaan pertumbuhan janin sejak usia kehamilan enam bulan pertama.

ilustrasi operasi mulut, bibir sumbing [shutterstock]
ilustrasi operasi bibir sumbing [shutterstock]

Namun, penyebab pastinya tidak diketahui karena banyak faktor sehingga sulit menemukannya secara pasti.

Tetapi banyak yang mencurigai kondisi ini disebabkan oleh faktor genetik.

Berdasarkan Alodokter, berikut beberapa faktor penyebab bibir sumbing pada bayi:

1. Genetik

baca juga

Keluarga sang bayi memiliki riwayat bibir sumbing sebelumnya. Namun, bukan berarti jika salah satu pasangan suami istri ada yang sumbing, maka sang anak akan mengalaminya juga.

2. Sang ibu merokok selama hamil

Ibu hamil yang punya kebiasaan merokok memiliki risiko tinggi melahirkan bayi dengan bibir sumbing. Wanita hamil yang terpapar asap rokok pun juga memiliki risiko yang sama.

3. Sang ibu sering mengonsumsi alkohol saat hamil

Ada penelitian yang menunjukkan mengonsumsi alkohol berkaitan dengan risiko melahirkan bayi mengidap bibir sumbing.

4. Obesitas

Ibu hamil yang menderita obesitas berisiko tinggi melahirkan bayi dengan gigi sumbing. Karenanya, ibu hamil yang kelebihan berat badan disarankan untuk menurunkannya terlebih dahulu.

5. Bayi menderita sindrom Pierre Robin

Sindrom ini dapat menyebabkan bayi memiliki rahang yang kecil serta posisi lidah menjorok ke dalam. Sebagian besar bayi dengan sindrom ini akan lahir dengan celah pada langit-langit rongga mulutnya. Tetapi sindrom ini termasuk kondisi yang langka.

Selain kelima hal tersebut, Yantoko juga menyebut kencing manis, infeksi, kekurangan gizi terutama asam folat, serta trauma saat hamil muda, juga bisa menjadi faktornya.

Kebanyakan kasus bibir sumbing bisa dideteksi sejak usia kehamilan setelah trisemester pertama. Memalui pemeriksaan USG, dokter dapat melihat kondisi bibir janin jika tidak tumbuh dengan optimal.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Setahun 8 Ribu Bayi Lahir Dalam Kondisi Bibir Sumbing

Setahun 8 Ribu Bayi Lahir Dalam Kondisi Bibir Sumbing

Bogor | Kamis, 27 Mei 2021 | 11:38 WIB

Bayi Lahir dengan Bibir Sumbing Tetap Perlu Asupan Nutrisi Normal

Bayi Lahir dengan Bibir Sumbing Tetap Perlu Asupan Nutrisi Normal

Health | Selasa, 25 Mei 2021 | 19:03 WIB

Apa Penyebab Bayi Lahir dengan Bibir Sumbing?

Apa Penyebab Bayi Lahir dengan Bibir Sumbing?

Health | Selasa, 25 Mei 2021 | 17:30 WIB

Terkini

Jangan Anggap Sepele Nyeri Pinggang Mendadak, Bisa Jadi Tanda Batu Saluran Kemih

Jangan Anggap Sepele Nyeri Pinggang Mendadak, Bisa Jadi Tanda Batu Saluran Kemih

Health | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:54 WIB

Motul Perluas Jangkauan di Jawa Barat,  Dorong Pertumbuhan Ekosistem Otomotif Nasional

Motul Perluas Jangkauan di Jawa Barat, Dorong Pertumbuhan Ekosistem Otomotif Nasional

Otomotif | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:50 WIB

Igor Tolic Beberkan Faktor X yang Bikin Persib Hajar Arema di Piala Presiden 2026

Igor Tolic Beberkan Faktor X yang Bikin Persib Hajar Arema di Piala Presiden 2026

Bola | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:42 WIB

Naik Kereta untuk Liburan? Jangan Lupa Siapkan Antisipasi Jika Jadwal Berubah

Naik Kereta untuk Liburan? Jangan Lupa Siapkan Antisipasi Jika Jadwal Berubah

Lifestyle | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:34 WIB

Febrie Adriansyah Ditahan di Rutan KPK, Koalisi Sipil Desak Pengusutan Tuntas Tanpa Intervensi

Febrie Adriansyah Ditahan di Rutan KPK, Koalisi Sipil Desak Pengusutan Tuntas Tanpa Intervensi

News | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:31 WIB

MAXI Yamaha Day Jabar 2026 Pikat Komunitas dengan Budaya dan Alam Kuningan

MAXI Yamaha Day Jabar 2026 Pikat Komunitas dengan Budaya dan Alam Kuningan

Otomotif | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:07 WIB

Gap antara Kampus dan Industri Masih Lebar, Mahasiswa Bisa Rugi Kalau Tak Bersiap

Gap antara Kampus dan Industri Masih Lebar, Mahasiswa Bisa Rugi Kalau Tak Bersiap

Lifestyle | Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:38 WIB

Hanya Gara-gara Colokan Kabel, Bisnis MUA di Tuban Kebakaran Rugi Rp400 Juta

Hanya Gara-gara Colokan Kabel, Bisnis MUA di Tuban Kebakaran Rugi Rp400 Juta

Jatim | Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:30 WIB

Tangis Ayah untuk NH, Dugaan Perundungan yang Berulang, Bocah Kelas 3 SD Meninggal

Tangis Ayah untuk NH, Dugaan Perundungan yang Berulang, Bocah Kelas 3 SD Meninggal

Sumbar | Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:24 WIB

Gunung Anak Krakatau Erupsi Dua Kali: Abu Hitam Pekat Selimuti Langit Selat Sunda

Gunung Anak Krakatau Erupsi Dua Kali: Abu Hitam Pekat Selimuti Langit Selat Sunda

Lampung | Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:19 WIB

×