Seorang Ibu Curiga Putrinya Meninggal akibat Sering Mengunyah Permen Karet

Yasinta Rahmawati | Rosiana Chozanah | Suara.com

Selasa, 01 Juni 2021 | 19:00 WIB
Seorang Ibu Curiga Putrinya Meninggal akibat Sering Mengunyah Permen Karet
Ilustrasi mengunyah permen karet (shutterstock)

Suara.com - Maria Morgan, seorang ibu asal Inggris, akhirnya mendapat kemungkinan jawaban yang pasti akan kematian putrinya, Samantha Jenkins, pada 2011 silam.

Awalnya dokter mengira Jenkins diracuni, sedangkan Morgan menduga putrinya yang saat itu berusia 19 tahun keracunan cat kuku. Tetapi berdasarkan laporan toksikologi, tidak ditemukan bahan kimia berbahaya apa pun dalam tubuh Jenkins.

Hingga akhirnya suatu hari Morgan menemukan banyak bungkus permen karet di dalam laci dan kuitansi pembeliannya. Morgan tidak tahu seberapa banyak permen karet yang telah dikonsumsi putrinya, tetapi Jenkins mengunyahnya setiap hari.

Morgan pun mencari informasi tentang konsumsi permen karet di Google dan menemukan artikel bahwa mengunyah terlalu banyak permen karet bisa berbahaya.

"Sebagai orang tua, Anda memberi anak-anak Anda permen karet dan Anda tidak memikrikannya. Bahan buatan yang ada dalam permen karet sangat berbahaya, (yaitu) aspartam dan sorbitol," kata Morgan, dilansir Insider.

Ilustrasi (Foto: shutterstock)
Ilustrasi mengunyah permen karet (Foto: shutterstock)

Benarkah sering memakan permen karet berbahaya?

Mengunyah permen karet sebenarnya dapat membuat seseorang menelan 'kantong udara', yang mengakibatkan sakit perut dan kembung. Pada orang dengan sindrom iritasi usus besar (IBS), kondisi kembung ini dapat menyebabkan rasa sakit tertentu.

Sebuah studi oleh Binghamton University di New York menemukan kandungan titanium dioksida, yang ditemukan di banyak permen karet, bahkan bisa mengganggu pencernaan.

Berdasarkan teori Morgan, alkohol gula yang ada di dalam permen karet juga menjadi salah satu faktor penyebab kematian putrinya. Pernyataannya didukung oleh ahli diet Bonnie Taub-Dix.

"Banyak permen karet bebas gula dibuat dengan alkohol gula, yang dapat menyebabkan diare (karena sangat sulit diserap). Jika terlalu banyak mengunyah permen karet, Anda bisa mengalami diare berlebihan yang menyebabkan pengurangan elektrolit," tutur Taub-Dix.

Alkohol gula sebenarnya adalah karbohidrat yang secara kimiawi terlihat seperti gula dan agak mirip alkohol. Kandungan ini dapat ditemukan secara alami di tubuh, tetapi juga dapat dibuat secara sintetis.

Dalam kemasan, alkohol gula dapat dilihat dalam kandungan yang berakhiran "-ol", seperti sorbitol dan laktitol.

Meski begitu, kasus kematian akibat pengurangan elektrolit sangat jarang terjadi, terutama di Inggris. Sebaliknya, masih lebih banyak kasus kematian akibat tersedak permen karet.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tak Sengaja Menelan Permen Karet, Ini yang Terjadi pada Tubuh Anda!

Tak Sengaja Menelan Permen Karet, Ini yang Terjadi pada Tubuh Anda!

Health | Rabu, 17 Februari 2021 | 16:23 WIB

Tak Sengaja Menelan Permen Karet, Berbahaya Engga Sih?

Tak Sengaja Menelan Permen Karet, Berbahaya Engga Sih?

Health | Rabu, 17 Februari 2021 | 11:20 WIB

Tidak Sengaja Menelan Permen Karet, Benarkah akan Menyumbat Usus?

Tidak Sengaja Menelan Permen Karet, Benarkah akan Menyumbat Usus?

Health | Selasa, 19 Januari 2021 | 22:02 WIB

Terkini

BPOM Catat 10 Kematian Akibat Campak, Akses Vaksin Inovatif Dikebut

BPOM Catat 10 Kematian Akibat Campak, Akses Vaksin Inovatif Dikebut

Health | Senin, 11 Mei 2026 | 12:19 WIB

15 Tanaman Penghambat Sel Kanker Menurut Penelitian, dari Kunyit hingga Daun Sirsak

15 Tanaman Penghambat Sel Kanker Menurut Penelitian, dari Kunyit hingga Daun Sirsak

Health | Senin, 11 Mei 2026 | 10:06 WIB

Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!

Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!

Health | Minggu, 10 Mei 2026 | 13:31 WIB

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Health | Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:56 WIB

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 22:05 WIB

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:29 WIB

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:22 WIB

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:49 WIB

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:17 WIB

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:01 WIB