alexametrics

Virus Corona Diduga Pengaruhi Siklus Menstruasi, Begini Kata Dokter Kandungan

Cesar Uji Tawakal | Shevinna Putti Anggraeni
Virus Corona Diduga Pengaruhi Siklus Menstruasi, Begini Kata Dokter Kandungan
Ilustrasi menstruasi (Unsplash)

Dokter kandungan jelaskan hubungan infeksi virus corona Covid-19 dan siklus menstruasi yang tidak teratur.

Suara.com - Banyak efek samping serius yang disebabkan oleh virus corona Covid-19, seperti kerusakan paru hingga infeksi jamur yang belakangan mengkhawatirkan. Tapi, banyak pula wanita yang melaporkan perubahan frekuensi durasi, aliran dan intensitas menstruasi ketika terinfeksi virus corona.

Dr Loveleena Nadir, seorang ginekolog di Delhi, mengatakan sekarang ini hanya ada anekdot yang mendukung anggapan bahwa pola menstruasi bisa bervariasi akibat virus corona Covid-19. Artinya, masih belum ada penelitian medis yang mendukung hasil ini.

Menstruasi yang tidak teratur ini bisa dikaitkan dengan stres dan faktor terkait. Karena, virus corona Covid-19 telah mengakibatkan isolasi selama berminggu-minggu, karantina, pengurangan aktivitas fisik, perubahan pola diet, pengalaman psikologis yang menyakitkan, peningkatan tanggung jawab dan menyebabkan ketakutan hingga stres.

Bahkan dilansir dari Health Shots, beberapa penelitian merasakan ketidaknyamanan fisik yang bertambah dan berkurang sesuai dengan siklus bulanannya. Siklus menstruasi yang teratur bisa menunjukkan pemulihan dari gejala pasca-Covid-19.

Baca Juga: WHO Bikin Label Baru untuk Menyebut Varian Virus Corona, Tak Lagi Pakai Nama Negara!

Pembekuan yang tidak biasa dan pendarahan hebat adalah beberapa gejala lainnya. Periode menstruasi yang tidak teratur atau periode menstruasi yang berlangsung lama juga dialami wanita yang merasa infeksi virus corona berdampak pada kesehatan reproduksi mereka.

Ilustrasi Virus Corona Covid-19 (Unsplash/CDC)
Ilustrasi Virus Corona Covid-19 (Unsplash/CDC)

Sementara itu, stres akibat pandemi virus corona bisa mengganggu poros ovarium hipofisis hipotalamus. Bagian ini adalah sistem respons pusat tubuh yang menyebabkan peningkatan kadar kortisol, intoleransi hormonal dan ketidakteraturan dalam siklus menstruasi.

Sekarang ini, belum ada bukti atau kolerasi actual antara virus corona Covid-19 dan menstruasi. Penelitian dan studi lebih lanjut diperlukan untuk menentukan respons inflamasi bisa menyebabkan perubahan siklus menstruasi.

Namun, siklus menstruasi yang tidak teratur dalam satu atau dua kali tak perlu dikhawatirkan, kecuali kondisi ini berlanjut terus-menerus. Maka seseorang harus konsultasi dengan dokter kandungan.

Pada umumnya, dokter mengatakan siklus menstruasi yang tidak teratur adalah masalah reproduksi yang umum dialami wanita dan orang yang baru saja pulih dari virus corona Covid-19.

Baca Juga: China Tuding AS 'Politisasi' Pelacakan Asal Muasal Virus Corona

Karena itu, kesampingkan penyebab lain bila siklus menstruasi Anda tidak teratur dalam waktu 1 atau 2 minggu. Di sisi lain, setiap orang juga mengalami siklus menstruasi yang berbeda-beda.

Komentar