alexametrics

Ini 10 Nama Baru Varian Virus Corona yang Jadi Perhatian WHO

Bimo Aria Fundrika | Lilis Varwati
Ini 10 Nama Baru Varian Virus Corona yang Jadi Perhatian WHO
Ilustrasi Virus Corona (Unsplash/CDC)

WHO bekerja sama dengan berbagai jaringan pakar, otoritas nasional, lembaga, dan peneliti telah memantau dan menilai perubahan SARS CoV-2 sejak Januari 2020.

Suara.com - Virus corona SARS CoV-2, penyebab COVID-19, telahberubah seiring waktu. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sebagian besar perubahan itu tidak banyak berdampak pada struktur tubuh virus. 

Akan tetapi, beberapa perubahan dapat memengaruhi sifat virus. Seperti seberapa mudah penyebarannya, tingkat keparahan penyakit terkait, kinerja vaksin, obat terapeutik, alat diagnostik, atau tindakan kesehatan dan sosial masyarakat lainnya. 

WHO bekerja sama dengan berbagai jaringan pakar, otoritas nasional, lembaga, dan peneliti telah memantau dan menilai perubahan SARS CoV-2 sejak Januari 2020. 

Selama akhir 2020, berbagai varian virus corona mulai diumumkan dan dinyatakan meningkatkan risiko kesehatan masyarakat global. Hal itu juga memunculkan karakterisasi Variants of Interest (VOI) dan Variants of Concern (VOCs) tertentu.

Baca Juga: Virus Corona Diduga Pengaruhi Siklus Menstruasi, Begini Kata Dokter Kandungan

ilustrasi WHO. (Hector Christiaen / Shutterstock.com)
ilustrasi WHO. (Hector Christiaen / Shutterstock.com)

"WHO dan jaringan pakar internasionalnya sedang memantau perubahan pada virus. Sehingga jika mutasi signifikan teridentifikasi, kami dapat memberi tahu negara dan publik tentang perubahan apa pun yang diperlukan untuk bereaksi terhadap varian tersebut, dan mencegah penyebarannya," ucap WHO dikutip dari situs resminya, Rabu (2/6/2021). 

WHO bersmaa para pakar telah membentuk sistem untuk mendeteksi sinyal potensi VOI atau VOC dan menilainya berdasarkan risiko yang ditimbulkan terhadap kesehatan masyarakat global. 

Pelabelan varian baru virus SARS CoV-2 itu kemudian diberi nama dengan angka. Namun untuk memudahkan penyebutannya, WHO memutuskan untuk mengubah nama varian virus corona SARS CoV-2, terutama 10 varian yang menjadi perhatian global.

WHO mengumpulkan sekelompok ilmuwan dari Kelompok Kerja Evolusi Virus WHO, jaringan laboratorium rujukan COVID-19 WHO, perwakilan dari GISAID, Nextstrain, Pango dan pakar tambahan dalam virologi, nomenklatur mikroba, dan perwakilan beberapa negara juga lembaga dunia untuk mempertimbangkan nama varian virus yang mudah diucapkan dan tidak menstigmatisasi untuk VOI dan VOC. 

"Saat ini, kelompok ahli yang diselenggarakan oleh WHO ini telah merekomendasikan penggunaan label menggunakan huruf Alfabet Yunani, yaitu, Alpha, Beta, Gamma yang akan lebih mudah dan praktis untuk dibahas oleh khalayak non-ilmiah," kata WHO.

Baca Juga: WHO Setujui Vaksin Sinovac untuk Pengunaan Darurat

 Berikut nama baru 10 varian virus corona SARS CoV-2 yang jadi perhatian WHO dan para ahli dalam penanganan pandemi Covid-19:

Komentar