Cuaca Panas Bisa Sebabkan Perut Kembung, Begini Cara Mengatasinya!

Yasinta Rahmawati, Shevinna Putti Anggraeni

Rabu, 02 Juni 2021 | 15:30 WIB
Cuaca Panas Bisa Sebabkan Perut Kembung, Begini Cara Mengatasinya!
Cuaca panas (Shutterstock)

Suara.com - Cuaca panas tidak hanya menyebabkan keringat berlebih atau berdampak buruk pada kulit, tetapi juga bisa memicu perut kembung. Tapi, banyak orang yang tidak menyadari bahwa paparan sinar matahari yang panas itu menyebabkan kembung.

Menurut konsultan nutrisi holistic bersertifikat, Stephanie Papadaki dan pendiri Gut Integrity, cuaca panas bisa menyebabkan dehidrasi yang bisa menyebabkan perut menjadi kembung.

Stephanie Papadakis menjelaskan Anda akan kehilangan air dan elektrolit vital serta tubuh akan mencoba mempertahankan yang tersisa sehingga tubuh menjadi berkeringat untuk menurunkan suhu internal.

Retensi cairan ini menyebabkan perut terasa kembung, membuat Anda merasa tidak nyaman dan sering lelah, pusing maupun lesu. Karena itu, menjaga tubuh tetap terhidrasi adalah kunci untuk mencegah perut kembung.

Pengobatan lain yang kurang umum tapi efektif melawan perut kembung adalah memberi makan bakteri positif di usus Anda. Menurut Eve Kalinik, penulis Happy Gut, Happy Mind, dan ahli gizi Holland & Barrett Isabel Tarrant, bakteri usus mempengaruhi segalanya.

Ilustrasi perut kembung. (Shutterstock)
Ilustrasi perut kembung. (Shutterstock)

"Ketahuilah 70 persen dari sel-sel kekebalan kita ada di dalam usus, jadi itu adalah pusat dari sistem kekebalan tubuh kita," kata Eve Kalinik dikutip dari Express.

Eve menyarankan konsumsi makanan yang beragam bisa memberi makan bakteri positif di usus Anda. Makanan yang lebih gelap, berwarna-warni dan beragam, seperti beri, wortel, cokelat hitam, teh hijau, bayam, dan aggur yang kaya kandungan polifenol lebih baik.

"Makanan yang mengandung serat prebiotik juga memberi makan bakteri positif di usus kita, seperti bawang putih, buncis, lentil, artichoke dan bawang bombay," jelasnya.

Jika perut kembung terus berlanjut, kondisi ini bisa menandakan Anda intoleransi terhadap salah satu dari makanan tersebut. Menurut NHS, intoleransi makanan bisa menyebabkan perut kembung ketika:

  1. Usus Anda tidak kosong dengan benar
  2. Makanan menyebabkan gas terperangkap
  3. Terlalu banyak gas yang dihasilkan sebagai reaksi terhadap makanan

Makanan yang paling umum menyebabkan perut kembung adalah gandum atau gluten dan produk susu. Jika Anda memiliki intoleransi di antara makanan tersebut, Anda bisa mengonsumsinya lebih sedikit atau menghindarinya.

Roti cenderung menjadi salah satu penyebab terburuk. Isabel Skypala PhD, ahli diet alergi spesialis di Royal Brompton dan Harefield NHS Foundation Trust, mengatakan sepertiga pasien di klinik alergi mengeluhkan gejala pencernaan, seperti perut kembung, diare, muntah, dan sakit perut setelah makan roti.

Menurut Dr Skypala, alergi tidak mungkin menjadi penyebabnya tapi gejala yang berhubungan dengan roti adalah nyata dan gandum bisa menjadi penyebabnya. Jika Anda mengalami kembung atau gejala ringan lainnya setelah makan roti, Dr Skypala merekomendasikan untuk mencoba diet eliminasi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Waspada! 4 Penyakit Siap Mengintai Jika Tubuh Kurang Sinar Matahari

Waspada! 4 Penyakit Siap Mengintai Jika Tubuh Kurang Sinar Matahari

Your Say | Jum'at, 14 Mei 2021 | 12:02 WIB

Duh! Sinar Matahari Juga Picu Penuaan Dini, Ini Faktanya

Duh! Sinar Matahari Juga Picu Penuaan Dini, Ini Faktanya

Lampung | Sabtu, 17 April 2021 | 12:20 WIB

75 Persen Penyebab Penuaan Dini Ternyata Disebabkan Sinar Matahari

75 Persen Penyebab Penuaan Dini Ternyata Disebabkan Sinar Matahari

Lifestyle | Jum'at, 16 April 2021 | 18:25 WIB

Terkini

Anak Sering Ruam atau Diare Setelah Minum Susu? Bisa Jadi Tanda Alergi Susu Sapi

Anak Sering Ruam atau Diare Setelah Minum Susu? Bisa Jadi Tanda Alergi Susu Sapi

Health | Jum'at, 12 Juni 2026 | 12:50 WIB

Metoo Hadirkan Senyum di Tengah Mobilitas Jakarta lewat Aktivasi Interaktif di CSW

Metoo Hadirkan Senyum di Tengah Mobilitas Jakarta lewat Aktivasi Interaktif di CSW

Health | Jum'at, 12 Juni 2026 | 09:06 WIB

Dorong Pola Makan Seimbang, Konsumsi Buah dan Sayur Masih Jadi Tantangan di Indonesia

Dorong Pola Makan Seimbang, Konsumsi Buah dan Sayur Masih Jadi Tantangan di Indonesia

Health | Kamis, 11 Juni 2026 | 21:51 WIB

Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut

Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut

Health | Rabu, 10 Juni 2026 | 17:20 WIB

Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?

Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 16:57 WIB

Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?

Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 14:09 WIB

Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai

Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 11:10 WIB

Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional

Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 08:05 WIB

Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus

Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus

Health | Senin, 08 Juni 2026 | 16:48 WIB

Mikroplastik Ada di Makanan, Minuman, hingga Udara: Seberapa Besar Risikonya bagi Kesehatan?

Mikroplastik Ada di Makanan, Minuman, hingga Udara: Seberapa Besar Risikonya bagi Kesehatan?

Health | Senin, 08 Juni 2026 | 14:30 WIB