FDA Peringatkan Jangan Makan Jangkrik Bila Alergi Kerang dan Udang

Cesar Uji Tawakal, Shevinna Putti Anggraeni

Jum'at, 04 Juni 2021 | 10:35 WIB
FDA Peringatkan Jangan Makan Jangkrik Bila Alergi Kerang dan Udang
Jangkrik (Pixabay/parlansky)

Suara.com - Food and Drug Administration mengeluarkan peringatan untuk orang yang alergi kerang dan udang untuk jangan makan jangkrik. Ternyata, FDA memperingatkan bahwa serangga itu memiliki hubungan keluarga dengan udang dan lobster.

"Jangan makan #jangkrik jika Anda alergi makanan laut karena serangga ini memiliki hubungan keluarga dengan udang dan lobster," kata FDA dalam Twitter resminya.

Peringatan FDA tentang larangan makan jangkrik bagi orang alergi udang dan kerang ini cukup mengejutkan. Karena, banyak orang tidak pernah makan jangkrik.

Bahkan bukan pertama kalinya para ahli mengeluarkan peringatan bahwa orang yang alergi kerang tidak boleh makan jangkrik. Bulan lalu, Universitas Negeri Montclair juga merilis cara memanen dan memasok jangkrik.

"Cicadas Brood X adalah salah satu fenomena hewan paling luar biasa di dunia," kata Cortni Borgerson, asisten profesor antropologi Universitas Negeri Montclair dikutip dari Fox News.

Ilustrasi kerang. (Pixabay.com/RitaE)
Ilustrasi kerang. (Pixabay.com/RitaE)

Cortni Borgerson mengatakan jangkrik adalah serangga yang dianggap sebagai sumber makanan penting bagi 2 miliar orang. Jangkrik ini hidup sebagai nimfa di bawah tanah selama 17 tahun, kemudian menembus tanah ke permukaan di mana mereka masuk ke fase dewasa dan bersayap.

Orang yang memiliki alergi terhadap kerang maupun udang kemungkinan besar juga alergi terhadap jangkrik. Jadi, Borgerson mengatakan lebih baik untuk tidak mengonsumsi semua makanan tersebut.

"Alergi meningkatkan kemungkinan Anda alergi terhadap jangkrik. Jadi, lebih baik daripada yang dipermasalahkan dari arthropoda darat jika Anda tidak bisa memakan hewan yang masih satu keluarga, yang berenang di laut," kata Cortni Borgerson.

Menurut FDA, kerang krustasea sebagai salah satu dari 8 makanan alergi paling umum yang membentuk 90 persen dari reaksi alergi makanan di Amerika Serikat.

Gejala alergi makanan bisa muncul sebagai gatal-gatal, kulit memerah atau ruam, kesemutan atau sensasi gatal di mulut, wajah, lidah atau bibir bengkak, muntah atau diare, kram perut, batuk atau mengi, pusing, pembengkakan tenggorokan atau pita suara, kesulitan bernapas dan kehilangan kesadaran. Mereka juga bisa mengancam jika dan menyebabkan anafilaksis.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Suntik Vaksin Johnson & Johnson, Ini 5 Gejala Reaksi Alergi yang Bisa Terjadi!

Suntik Vaksin Johnson & Johnson, Ini 5 Gejala Reaksi Alergi yang Bisa Terjadi!

Health | Selasa, 01 Juni 2021 | 14:00 WIB

Cara Mengetahui Bayi Anda Punya Alergi Atau Tidak, Lihat Feses Pertamanya!

Cara Mengetahui Bayi Anda Punya Alergi Atau Tidak, Lihat Feses Pertamanya!

Health | Senin, 24 Mei 2021 | 11:49 WIB

Serupa Tapi Tak Sama, Ini Bedanya Gejala Pilek dan Alergi

Serupa Tapi Tak Sama, Ini Bedanya Gejala Pilek dan Alergi

Health | Kamis, 20 Mei 2021 | 14:43 WIB

Terkini

Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf

Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf

Health | Minggu, 31 Mei 2026 | 17:57 WIB

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 21:33 WIB

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 11:18 WIB

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 23:06 WIB

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:41 WIB

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:27 WIB

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:44 WIB

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB