facebook

Khusus Penderita Virus Corona Covid-19, Hindari 3 Latihan Pernapasan Ini

Cesar Uji Tawakal | Shevinna Putti Anggraeni
Khusus Penderita Virus Corona Covid-19, Hindari 3 Latihan Pernapasan Ini
Ilustrasi latihan pernapasan. (Shutterstock)

Orang yang menderita virus corona Covid-19 harus menghindari beberapa latihan pernapasan yang dianggap berbahaya.

Suara.com - Virus corona Covid-19 adalah penyakit menular yang menyerang saluran pernapasan. Karena itu, semua orang perlu memperkuat sistem pernapasan untuk mengurangi risiko infeksi dan tingkat keparahan infeksi.

Karena virus corona adalah penyakit sistem pernapasan yang merusak jantingan paru-paru, menyebabkan sesak napas dan pembentukan lendir.

Maka, latihan pernapasan sebelum dan sesuai terinfeksi virus corona bisa membantu membersihkan saluran udara dan meningkatkan kapasitas paru-paru.

Meskipun ada beberapa jenis latihan pernapasan yang bisa Anda lakukan setelah pulih dari infeksi virus corona, tapi ada pula latihan pernapasan yang harusnya dihindari.

Baca Juga: Varian Baru Virus Corona di Temukan di Nepal, Ini Bahayanya

Sebab, latihan pernapasan tertentu bisa memberi terlalu banyak tekanan pada saluran pernapasan dan Anda mungkin akan mengalami sesak selama masa infeksi atau fase pemulihan.

Berikut ini dilansir dari Times of India, 3 jenis latihan pernapasan yang sebaiknya dihindari ketika dan sesuai terinfeksi virus corona Covid-19.

Ilustrasi virus corona Covid-19 (Pixabay/mohamed_hassan)
Ilustrasi virus corona Covid-19 (Pixabay/mohamed_hassan)

1. Kapalbhati Pranayama

Latihan pernapasan jenis ini menghasilkan panas dalam tubuh yang membantu membuang racun dan limbah. Latihan ini bisa meningkatkan metabolisme, fungsi hati dan ginjal.

Tapi, latihan pernapasan ini semacam Teknik pernapasan tingkat lanjut yang memberi banyak tekanan pada organ dalam.

Baca Juga: Virus Corona Covid-19 Strain Delta Telah Menyebar ke 62 Negara

Maka, latihan ini tidak dianjurkan bagi orang yang menderita asma, masalah jantung atau masalah pernapasan.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar