Suara.com - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa pihaknya belum mengetahui varian Covid-19 yang ditemukan di Nepal. Hal ini dinyatakan oleh pihak WHO Nepal melalui akun Twitternya.
Melansir dari Sky News, WHO belum secara resmi mengakui penemuan K417N (varian Nepal). Kementerian Kesehatan Nepal juga mengatakan tidak mengetahui adanya varian baru yang berasal dari negara Himalaya itu.
Inggris adalah pemimpin dunia dalam keahlian genomik dan telah menawarkan untuk membantu negara lain mengidentifikasi varian Covid-19 baru. Dalam hal ini varian baru yang ditemukan di Nepal telah menjadi perhatian Public Health England (PHE).
PHE menyelidiki 20 kasus Inggris yang disebabkan oleh varian Nepal.
![Logo Organisasi Kesehatan Dunia, WHO. [AFP]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2020/04/21/99387-logo-who.jpg)
Dalam beberapa bulan terakhir India telah menderita wabah virus corona yang menghancurkan dengan jumlah kematian resmi tercatat lebih dari 300.000 kasus. Virus ini menyebar ke Nepal di mana negara ini masih sangat sedikit pengurutan genom.
Di antara varian yang diidentifikasi setidaknya satu kasus varian Delta yang mutasi yang disebut K417N.
"Delta+K417N ini sudah terlihat di berbagai negara, antara lain Inggris, Portugal, Amerika Serikat, dan India," kata Dr Jeff Barrett, direktur Inisiatif Genomik Covid-19 di Wellcome Sanger Institute mengkonfirmasi hal ini.
"Ini juga telah diamati sekali di Nepal,14 kali di Jepang di mana 13 di antaranya adalah sampel dari pelancong dari Nepal," imbuhnya.