Orangtua Stres Selama Pandemi? Segera Telepon ke Sini Untuk Cari Bantuan!

Kamis, 10 Juni 2021 | 18:33 WIB
Orangtua Stres Selama Pandemi? Segera Telepon ke Sini Untuk Cari Bantuan!
Ilustrasi orangtua stres. (Shutterstock)

Suara.com - Pandemi Covod-19 rentan membuat orangtua stres dibandingkan sebelumnya. Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) menyebut bahwa tindak kekerasan kepada anak dari orangtua meningkat selama Pandemi Covid-19. Data pelaporan pada Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (SIMPONI PPA) hingga 3 Juni 2021 terdapat 3.122 kasus kekerasan terhadap anak.

Deputi Perlindungan Khusus Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Nahar mengatakan bahwa kondisi pandemi memang meningkatkan stres orangtua yang tak jarang justru dilampiaskan kepada anak.

"Orangtua harus mengurangi kekerasan terhadap anak. Ini dari beberapa kejadian, contoh kejadian di Tangerang yang berakibat meninggal anak dengan baju lengkap ini memang tingkat stres masa pandemi di tingkat keluarga juga signifikan," kata Nahar dalam Media Talk KemenPPPA secara virtual beberapa hari lalu.

Ia mengingatkan bahwa KemenPPPA memiliki layanan Sehat Jiwa bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan. Layanan itu juga mencatatkan bahwa angka orang dengan tekanan psikis selama masa pandemi meningkat secara signifikan.

Nahar mengatakan, orangtua yang menghadapi masalah dalam keluarga atau stres akibat pandemi, sebaiknya memanfaatkan layanan tersebut daripada melampiaskannya dengan menyakiti anak.

"Jadi ini terpengaruh juga terkait dengan bagaimana mengasuh, bagaimana berinteraksi di dalam rumah, lalu juga beberapa yang tidak bisa dihindari, marah, rebutan gadget kemudian persoalan lain. Jadi tipsnya tentu kita tidak merasa bosan untuk mensosialisasikan tentang pentingnya pengasuhan yang layak," ucapnya.

"Lalu juga membuka saluran yang bisa ditanya ketika ada persoalan yang terkait dengan masalah keluarga di rumah yang mengarah kepada kemungkinan terjadi kekerasan anak dan perempuan di rumah," imbuh Nahar.

Layanan Sehat Jiwa tersebut bisa diakses melalui telepon dengan nomor 129 atau juga 119 ext 8. Menurut Nahar, jika orang dewasa menghadapi jalan buntu dalam menghadapi masalah dalam keluarga, tak ada salahnya mencari bantuan dan pendampingan.

"Kami tindak lanjuti dengan layanan konsultasi terdekat. Jadi strategi dan tips orangtua untuk mengurangi tindak kekerasan, diberikan pemahaman bagaimana mengasuh anak dengan baik dan menghindari tindakan yang mengarah pada kekerasan anak. Karena jika diberikan edukasi bahwa melakukan kekerasan terhadap anak bisa berbuntut panjang," pungkasnya.

Baca Juga: Orangtua, Begini Cara Memahami Emosi Anak

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 9 SMP dengan Kunci Jawaban dan Penjelasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Fiksi dan Eksposisi dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Geometri dan Pengukuran Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Hoki Kamu? Cek Peruntungan Shiomu di Tahun Kuda Api 2026
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Tipe Wanita Alpha, Sigma, Beta, Delta, Gamma, atau Omega?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Motor Impian Paling Pas dengan Gaya Hidup, Apakah Sudah Sesuai Isi Dompetmu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Transformasi Geometri dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI