Tak Cuma Melumpuhkan, Imobilitas Tonik Korban Kekerasan Seksual Picu PTSD

Yasinta Rahmawati, Fita Nofiana

Kamis, 10 Juni 2021 | 19:30 WIB
Tak Cuma Melumpuhkan, Imobilitas Tonik Korban Kekerasan Seksual Picu PTSD
Ilustrasi kekerasan seksual, pelecehan seksual - (Suara.com/Ema Rohimah)

Suara.com - Di Indonesia, korban kekerasan seksual masih sering disalahkan, mulai dari pakaian dan respons yang dianggap setuju karena diam. Padahal respons diam dan kaku para korban kekerasan seksual bisa dijelaskan secara psikologis. 

Melansir dari Scientific America, sebuah penelitian menunjukkan bahwa mayoritas perempuan korban kekerasan seksual melaporkan bahwa mereka tidak bisa memberontak atau melawan saat kejadian. Mereka juga tidak bisa meminta tolong atau berteriak. 

Selama kekerasan berlangsung, kebanyakan korban mengalami semacam kelumpuhan sementara yang disebut imobilitas tonik. Dan mereka yang mengalami imobilitas tonik ekstrem dua kali lebih mungkin menderita gangguan stres pasca-trauma (PTSD) dan tiga kali lebih mungkin menderita depresi berat dalam beberapa bulan setelah kejadian. 

Imobilitas tonik (TI) adalah keadaan kelumpuhan yang tidak disengaja di mana individu tidak dapat bergerak atau dalam banyak kasus tidak bisa berbicara.

Pada hewan, reaksi ini dianggap sebagai pertahanan adaptif evolusioner terhadap serangan predator ketika bentuk pertahanan lain tidak memungkinkan. 

Sebuah studi dari tahun 2005 menemukan bahwa 52 persen mahasiswi yang melaporkan pelecehan seksual pada masa kanak-kanak mengatakan bahwa mereka mengalami kelumpuhan sementara semacam ini.

Studi baru yang diterbitkan dalam Acta Obstetrecia et Gynecologica Scandinavica, melaporkan bahwa dari hampir 300 perempuan yang mengunjungi klinik pemerkosaan, 70 persen mengalami  imobilitas tonik signifikan dan 48 persen mengalami kriteria imobilitas tonik ekstrem selama pemerkosaan.

Keparahan kondisi dinilai menggunakan skala yang mengukur perasaan beku, bisu, mati rasa, dan sebagainya.

Ilustrasi depresi (Pixabay)
Ilustrasi depresi (Pixabay)

"Saya tidak terkejut bahwa imobilitas tonik adalah hal biasa yang terjadi," kata psikiater Universitas Sydney Kasia Kozlowska, yang baru-baru ini menerbitkan, bersama rekan-rekannya, sebuah penelitian di Harvard Review of Psychiatry tentang mekanisme pertahanan tak sadar pada otak manusia dan hewan. 

baca juga

“Kelumpuhan akibat pemerkosaan adalah salah satu dari enam perilaku pertahanan yang diaktifkan secara otomatis pada hewan dan manusia," imbuhnya. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gofar Hilman Pernah Berhubungan Seks dengan 100 Wanita, Ketahui Dampaknya secara Mental

Gofar Hilman Pernah Berhubungan Seks dengan 100 Wanita, Ketahui Dampaknya secara Mental

Health | Kamis, 10 Juni 2021 | 09:34 WIB

Pada Wanita Dewasa, Konsumsi Makanan Sehat Dapat Meningkatkan Kesehatan Mental

Pada Wanita Dewasa, Konsumsi Makanan Sehat Dapat Meningkatkan Kesehatan Mental

Health | Kamis, 10 Juni 2021 | 07:05 WIB

Gofar Hilman Diduga Lakukan Pelecehan, Ini Alasan Umum Korban Tak Langsung Speak Up

Gofar Hilman Diduga Lakukan Pelecehan, Ini Alasan Umum Korban Tak Langsung Speak Up

Health | Rabu, 09 Juni 2021 | 17:36 WIB

Terkini

7 Cara Efektif Mencegah Nyamuk Masuk Rumah, Sederhana tapi Sering Dilupakan

7 Cara Efektif Mencegah Nyamuk Masuk Rumah, Sederhana tapi Sering Dilupakan

Sumut | Senin, 14 September 2026 | 10:51 WIB

Kelangkaan BBM Meluas, IESR Sebut Ketahanan Energi Cuma di Atas Kertas

Kelangkaan BBM Meluas, IESR Sebut Ketahanan Energi Cuma di Atas Kertas

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 10:49 WIB

6 Rekomendasi Sepeda MTB Full Suspension Termurah di Bawah Rp4 Juta untuk Pemula

6 Rekomendasi Sepeda MTB Full Suspension Termurah di Bawah Rp4 Juta untuk Pemula

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 10:48 WIB

Maudy Ayunda Dituding Main Aman, Netizen Sindir Telak: Lulusan Stanford tapi Memalukan

Maudy Ayunda Dituding Main Aman, Netizen Sindir Telak: Lulusan Stanford tapi Memalukan

Entertainment | Senin, 14 September 2026 | 10:44 WIB

Noda Tinta di Pakaian Susah Hilang? Ini Cara Membersihkannya Tanpa Merusak Kain

Noda Tinta di Pakaian Susah Hilang? Ini Cara Membersihkannya Tanpa Merusak Kain

Sumut | Senin, 14 September 2026 | 10:43 WIB

Houthi Kusai Garis Pantai Laut Merah, Bab el-Mandeb Bisa Senasib Selat Hormuz

Houthi Kusai Garis Pantai Laut Merah, Bab el-Mandeb Bisa Senasib Selat Hormuz

News | Senin, 14 September 2026 | 10:42 WIB

Rupiah Babak Belur! Tembus Level Rp17.624 per Dolar AS Pagi Ini

Rupiah Babak Belur! Tembus Level Rp17.624 per Dolar AS Pagi Ini

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 10:39 WIB

Serba Salah Jadi Multifandom: Niat Cari Hiburan, Malah Terjebak Perang Antar-Fandom

Serba Salah Jadi Multifandom: Niat Cari Hiburan, Malah Terjebak Perang Antar-Fandom

Your Say | Senin, 14 September 2026 | 10:38 WIB

Pasar Valas Dibayangi Gejolak, September Jadi Bulan Penuh Risiko

Pasar Valas Dibayangi Gejolak, September Jadi Bulan Penuh Risiko

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 10:35 WIB

Pertumbuhan Ekonomi RI Diproyeksi Capai 5,2% pada 2026

Pertumbuhan Ekonomi RI Diproyeksi Capai 5,2% pada 2026

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 10:33 WIB

×