Ini Sejumlah Sebab Seorang Mengalami Henti Jantung Mendadak

Bimo Aria Fundrika, Aflaha Rizal Bahtiar

Senin, 14 Juni 2021 | 18:30 WIB
Ini Sejumlah Sebab Seorang Mengalami Henti Jantung Mendadak
Ilustrasi henti jantung. (Sumber: Shutterstock)

Suara.com - Kabar pemain bola Christian Eriksen yang mendadak jatuh di pinggir lapangan sempat ramai dibicarakan. Kejadian itu berlangsung ketika pertandingan laga Euro 2020 Denmark vs Finlandia.

Ada dugaan bahwa pemain sepak bola ini mengalami henti jantung. Dihubungi oleh Suara.com baru-baru ini, Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga dr. Michael Triangto, Sp. KO, kondisi itu bisa terjadi karena adanya gangguan pada jantung.

Selain itu, kurangnya aliran darah pada jantung juga membuat seorang mengalami serangan jantung. Ia juga menambahkan, bahwa sebab lain seorang mengalami henti jantung salah satunya ialah terjadi pendaraha.

“Misal ada orang di tusuk dan pendarahan, jantungnya kena nggak? Enggak, tapi dia mati dan jantungnya berhenti. Dan itu bukan jantung, tapi pendarahan di tempat lain. Sehingga darah yang kurang, jantung tidak bisa memompa lagi karena bocor,” katanya lebih lanjut.

Serangan jantung (Pixabay/Pexels)
Serangan jantung (Pixabay/Pexels)

Diungkapnya lebih lanjut, saat atlet melakukan latihan olahraga maka otot jantung akan lebih banyak bekerja keras. Sehingga, risiko ini bisa membahayakan kesehatan.

Tidak hanya itu, latihan yang dipaksa bisa membuat pompa jantung berkontraksi keras. Sehingga, denyut jantung dan tekanan darah juga ikut meningkat.

Kabar pemain bola Christian Eriksen yang mendadak jatuh di pinggir lapangan sempat ramai dibicarakan. Kejadian itu berlangsung ketika pertandingan laga Euro 2020 Denmark vs Finlandia.

Ada dugaan bahwa pemain sepak bola ini mengalami henti jantung. Dihubungi oleh Suara.com baru-baru ini, Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga dr. Michael Triangto, Sp. KO, kondisi itu bisa terjadi karena adanya gangguan pada jantung.

Selain itu, kurangnya aliran darah pada jantung juga membuat seorang mengalami serangan jantung. Ia juga menambahkan, bahwa sebab lain seorang mengalami henti jantung salah satunya ialah terjadi pendaraha.

baca juga

“Misal ada orang di tusuk dan pendarahan, jantungnya kena nggak? Enggak, tapi dia mati dan jantungnya berhenti. Dan itu bukan jantung, tapi pendarahan di tempat lain. Sehingga darah yang kurang, jantung tidak bisa memompa lagi karena bocor,” katanya lebih lanjut.

Diungkapnya lebih lanjut, saat atlet melakukan latihan olahraga maka otot jantung akan lebih banyak bekerja keras. Sehingga, risiko ini bisa membahayakan kesehatan.

Tidak hanya itu, latihan yang dipaksa bisa membuat pompa jantung berkontraksi keras. Sehingga, denyut jantung dan tekanan darah juga ikut meningkat.

Dilansir dari Healthline, sejumlah faktor dapat menyebabkan serangan jantung mendadak. Dua yang paling umum adalah fibrilasi ventrikel dan atrium.

Jantung memiliki empat ruang. Dua ruang bawah adalah ventrikel. Pada fibrilasi ventrikel, bilik-bilik ini bergetar di luar kendali. Hal ini menyebabkan ritme jantung berubah secara dramatis. Ventrikel mulai memompa secara tidak efisien, yang sangat mengurangi jumlah darah yang dipompa ke seluruh tubuh. Dalam beberapa kasus, sirkulasi darah berhenti sama sekali. Hal ini dapat menyebabkan kematian jantung mendadak.

Penyebab paling sering dari henti jantung adalah fibrilasi ventrikel.

Jantung juga dapat berhenti berdetak secara efisien setelah aritmia di bilik atas. Kamar-kamar ini dikenal sebagai atrium.

Fibrilasi atrium dimulai ketika simpul sinoatrial (SA) tidak mengirimkan impuls listrik yang benar. Nodus SA Anda terletak di atrium kanan. Ini mengatur seberapa cepat jantung memompa darah. Ketika impuls listrik masuk ke fibrilasi atrium, ventrikel tidak dapat memompa darah ke tubuh secara efisien.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Momen Surreal Kolapsnya Eriksen, Bendera Finlandia Membentang Melindungi

Momen Surreal Kolapsnya Eriksen, Bendera Finlandia Membentang Melindungi

Bola | Senin, 14 Juni 2021 | 16:29 WIB

Diisukan Pensiun Dini, Christian Eriksen: Saya Tak akan Menyerah!

Diisukan Pensiun Dini, Christian Eriksen: Saya Tak akan Menyerah!

Bola | Senin, 14 Juni 2021 | 15:44 WIB

Inter Milan: Selama Ini, Tak Ada Tanda-tanda Masalah Kesehatan pada Christian Eriksen

Inter Milan: Selama Ini, Tak Ada Tanda-tanda Masalah Kesehatan pada Christian Eriksen

Bola | Senin, 14 Juni 2021 | 14:37 WIB

Terkini

Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat

Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat

Health | Selasa, 30 Juni 2026 | 15:54 WIB

Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak

Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 22:06 WIB

Hidrasi Bukan Sekadar Hilangkan Haus, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh

Hidrasi Bukan Sekadar Hilangkan Haus, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 22:00 WIB

Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C

Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 15:05 WIB

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 22:18 WIB

Bikin Anak Berani Berekspresi, Isi Libur Sekolah dengan Aktivitas Ini

Bikin Anak Berani Berekspresi, Isi Libur Sekolah dengan Aktivitas Ini

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 18:38 WIB

Kenalan dengan HYROX, Fitness Race yang Sedang Digandrungi Komunitas Olahraga

Kenalan dengan HYROX, Fitness Race yang Sedang Digandrungi Komunitas Olahraga

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 17:06 WIB

Mudah Lelah dan Sesak Napas Bisa Jadi Tanda Kebocoran Katup Jantung

Mudah Lelah dan Sesak Napas Bisa Jadi Tanda Kebocoran Katup Jantung

Health | Sabtu, 27 Juni 2026 | 19:15 WIB

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:10 WIB

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:45 WIB

×