Markis Kido Meninggal karena Serangan Jantung, Begini 4 Pertolongan Pertamanya

Cesar Uji Tawakal, Shevinna Putti Anggraeni

Selasa, 15 Juni 2021 | 13:40 WIB
Markis Kido Meninggal karena Serangan Jantung, Begini 4 Pertolongan Pertamanya
Markis Kido (Instagram @badminton.ina)

Suara.com - Pebulutangkis legendaris Indonesia, Markis Kido meninggal dunia karena serangan jantung kemarin, Senin (14/6/2021). Kabar meninggalnya Markis Kido karena serangan jantung ini dikonfirmasi oleh presenter, Yuni Kartika.

"Kayaknya serangan jantung. Saat lagi main bulutangkis di Tangerang," kata Yuni Kartika.

Kemudian, PBSI mengonfirmasi kabar meninggalnya Markis Kido melalui akun Instagram resmi mereka. Kepergian Markis Kido ini pastinya menyisakan kesedihan di dunia bulutangkis Indonesia.

Serangan jantung yang dialami Markis Kido salah satu penyakit yang terjadi karena penyumbatan pada pembuluh darah dan berisiko menyebabkan kematian. Karena itu, kondisi ini membutuhkan pertolongan medis segera.

Sebelum bantuan medis datang, orang di sekitar pun bisa memberikan pertolongan pertama pada pasien serangan jantung.

Karena, pertolongan pertama bisa meningkatkan peluang pasien bertahan hidup 3 kali lebih besar, terutama bila Anda memberikan pertolongan pertama yang efektif dalam waktu 30 menit sampai 1 jam awal serangan jantung.

Berikut ini dilansir dari Hellosehat, ini 4 pertolongan pertama untuk orang yang alami serangan jantung.

Markis Kido (Antara)
Markis Kido (Antara)

1. Menghubungi ambulans

Hal pertama yang bisa Anda lakukan untuk melakukan pertolongan pertama adalah menghubungi rumah sakit terdekat untuk mengirim ambulans. Anda bisa menjelaskan kondisi pasien serangan jantung secara jelas.

baca juga

Ingatlah, membawa pasien serangan jantung sendiri ke rumah sakit bukanlah upaya yang tepat.

Selain itu, Anda juga tidak boleh meninggalkan pasien sendirian dan sibuk mencari obat resep, sebelum menghubungi ambulans.

2. Memberi aspirin

Jika pasien serangan jantung masih dalam kondisi sadar, Anda bisa memberikan tablet aspirin dosis penuh 300 mg sampai ambulans datang. Mintalah pasien mengunyah tablet aspiring secara perlahan dan jangan langsung ditelan. Karena, mengunyah aspirin akan membantu obat lebih cepat meresap dalam aliran darah.

Jika pasien serangan jantung tidak responsif, jangan masukkan obat apapun ke dalam mulutnya, kecuali obat penyakit jantung yang sudah diresepkan.

3. Pantau kondisi pasien

Di samping menunggu bantuan medis datang, Anda harus terus memantau pernapasan pasien, deteksi denyut nadi pasien dan tingkat respons pasien. Waspadalah, pasien serangan jantung bisa mengalami syok fisik yang mengancam jiwa yang bisa disebabkan oleh serangan jantung.

Jika pasien kehilangan kesadaran, buka jalan napasnya, periksa napasnya dan persiapkan diri untuk menangani seseorang yang tidak responsif. Anda mungkin perlu melakukan pertolongan pertama RJP (Resusitasi Jantung Paru).

Bila pasien sudah menggunakan AED (automated external defibrillator), biarkan mesin tetap hidup dan biarkan bantalannya tetap terpasang di tubuh pasien meskipun mereka sudah pulih.

4. Memberikan RJP

Pertolongan pertama terakhir yang bisa Anda lakukan untuk pasien serangan jantung adalah Resusitasi Jantung Paru (RJP) atau CPR (cardiopulmonary resuscitation). Biasanya, Anda diminta melakukan pertolongan pertama ini oleh petugas medis dari rumah sakit yang Anda hubungi.

Tapi, Anda tidak boleh memaksakan diri melakukan tindakan RJP bila tidak menguasai tekniknya dan tidak yakin. Bila sudah terlatih, Anda bisa menekan dada pasien sebanyak 100-120 kali dalam satu emnit.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Markis Kido Meninggal, Jangan Lakukan Ini Saat Beri Pertolongan Pertama Serangan Jantung

Markis Kido Meninggal, Jangan Lakukan Ini Saat Beri Pertolongan Pertama Serangan Jantung

Health | Selasa, 15 Juni 2021 | 11:43 WIB

Markis Kido Meninggal, Ini Cara Memberikan Pertolongan saat Terjadi Serangan Jantung

Markis Kido Meninggal, Ini Cara Memberikan Pertolongan saat Terjadi Serangan Jantung

Surakarta | Selasa, 15 Juni 2021 | 11:16 WIB

Selain Markis Kido, Ini 5 Tokoh dan Artis yang Meninggal karena Serangan Jantung

Selain Markis Kido, Ini 5 Tokoh dan Artis yang Meninggal karena Serangan Jantung

Entertainment | Selasa, 15 Juni 2021 | 07:28 WIB

Terkini

Polda Tetapkan 33 Tersangka Karhutla Kaltim, Dua di Antaranya Korporasi

Polda Tetapkan 33 Tersangka Karhutla Kaltim, Dua di Antaranya Korporasi

Kaltim | Minggu, 01 November 2026 | 06:51 WIB

Arwin AS Berpulang, Bupati Bengkalis Kenang Jasa Bapak Pembangunan Siak

Arwin AS Berpulang, Bupati Bengkalis Kenang Jasa Bapak Pembangunan Siak

Riau | Minggu, 01 November 2026 | 06:38 WIB

Arwin AS Wafat, Bupati Afni Kenang Pesan Terakhir: Jaga Siak, Jangan Menyerah

Arwin AS Wafat, Bupati Afni Kenang Pesan Terakhir: Jaga Siak, Jangan Menyerah

Riau | Minggu, 01 November 2026 | 06:17 WIB

Berapa Normal Asam Urat pada Wanita 40 Tahun ke Atas? Ini Batas dan Ciri-cirinya

Berapa Normal Asam Urat pada Wanita 40 Tahun ke Atas? Ini Batas dan Ciri-cirinya

Health | Minggu, 01 November 2026 | 06:10 WIB

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:59 WIB

×