Vaksin Covid-19 Turunkan Kualitas dan Jumlah Sperma? Studi Ini Ungkap Faktanya

Bimo Aria Fundrika | Suara.com

Jum'at, 18 Juni 2021 | 13:24 WIB
Vaksin Covid-19 Turunkan Kualitas dan Jumlah Sperma? Studi Ini Ungkap Faktanya
Ilustrasi vaksin Covid-19 (unsplash/@hakannural)

Suara.com - Ada sejumlah kekhawatiran efek samping di balik program vaksinasi Covid-19 yang tengah berjalan di banyak negara di dunia. Salah satunya ialah khawatir bahwa vaksin Covid-19 akan menurunkan jumlah dan kualitas sperma.

Tentu hal tersebut membuat sejumlah masyarakat terutama, laki-laki. Tapi bagaimana fakta yang sebenarnya?

Dilansir dari NY Post dan menurut sebuah studi terbaru, laki-laki yang menerima vaksin Pfizer atau Moderna Covid-19 tidak mengalami penurunan jumlah atau kualitas sperma.

Para peneliti di University of Miami mempelajari kualitas sperma dari 45 sukarelawan sehat sebelum suntikan pertama dan 70 hari setelah suntikan kedua. Mereka menemukan tidak ada "penurunan signifikan dalam parameter sperma" setelah mengambil dua dosis vaksin mRNA.

Ilustarasi sperma. 

“Karena vaksin mengandung mRNA dan bukan virus hidup, kecil kemungkinan vaksin tersebut akan mempengaruhi parameter sperma,” kata penulis studi Dr. Ranjith Ramasamy, direktur kedokteran dan bedah reproduksi pria di University of Miami Health System.

Temuan yang diterbitkan Kamis di The Journal of American Medical Association, seharusnya menenangkan ketakutan pria yang enggan disuntik karena laporan prematur masalah kesuburan, kata dokter.

“Kami sekarang memiliki bukti yang meyakinkan Anda bahwa risiko imunisasi yang membahayakan jumlah sperma Anda sangat rendah,” kata Dr. David Cohen, direktur co-medis Institute for Human Reproduction di Chicago, kepada CNN.

Cohen tidak terlibat dalam studi JAMA terbaru, tetapi ikut menulis laporan medis April yang menemukan Covid-19 tidak ditularkan secara seksual.

Penulis penelitian mengakui bahwa temuannya mungkin dibatasi oleh ukuran sampel kecil pria muda yang sehat, menambahkan analisis air mani "adalah prediktor potensi kesuburan yang tidak sempurna."

Para relawan berusia antara 18 hingga 50 tahun dengan usia rata-rata 28 tahun. Mereka tidak memiliki masalah kesuburan yang sudah ada sebelumnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Antivaksin Disebut Bikin Kacau, IDAI Desak Pemerintah Tarik Rem Darurat!

Antivaksin Disebut Bikin Kacau, IDAI Desak Pemerintah Tarik Rem Darurat!

Health | Jum'at, 18 Juni 2021 | 12:06 WIB

Terpopuler: Agnez Mo Bangun Klinik Vaksinasi Gratis, Seblak Naik Kasta

Terpopuler: Agnez Mo Bangun Klinik Vaksinasi Gratis, Seblak Naik Kasta

Lifestyle | Jum'at, 18 Juni 2021 | 11:01 WIB

Cara Dapat Vaksin COVID-19 dari Agnez Mo di Jakarta, Cukup Datang ke Sini

Cara Dapat Vaksin COVID-19 dari Agnez Mo di Jakarta, Cukup Datang ke Sini

Jakarta | Jum'at, 18 Juni 2021 | 10:25 WIB

Terkini

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 23:08 WIB

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 12:18 WIB

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 10:40 WIB

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 06:58 WIB

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:59 WIB

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:39 WIB

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 11:30 WIB

Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi

Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 09:30 WIB

Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan

Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan

Health | Jum'at, 22 Mei 2026 | 13:11 WIB

Heboh Wanita Bekasi Tunjukkan Wajah Khas Gagal Ginjal, Waspadai Ciri-cirinya!

Heboh Wanita Bekasi Tunjukkan Wajah Khas Gagal Ginjal, Waspadai Ciri-cirinya!

Health | Jum'at, 22 Mei 2026 | 11:27 WIB