alexametrics

Terungkap! Sederet Dampak Pandemi Covid-19 Pada Penyandang Autisme

M. Reza Sulaiman | Dian Kusumo Hapsari
Terungkap! Sederet Dampak Pandemi Covid-19 Pada Penyandang Autisme
Ilustrasi anak autisme. (Shutterstock)

Pandemi Covid-19 berdampak terhadap seluruh sektor kesehatan, termasuk para penyandang autisme.

Suara.com - Pandemi Covid-19 berdampak terhadap seluruh sektor kesehatan, termasuk para penyandang autisme.

Kebijakan lockdown untuk menekan penyebaran Covid-19 misalnya, membuat kehidupan para penyandang autisme berubah.

Penutupan sekolah dan pusat perawatan lainnya membawa tantangan baru bagi orang-orang yang merawat anak-anak penyandang autisme.

Anak-anak ini sekarang memiliki aktivitas fisik yang sangat sedikit dan paparan yang lebih lama ke layar ponsel cerdas untuk kelas online, menyebabkan ritme tidur yang tidak teratur dan masalah fisik lainnya.

Baca Juga: Blak-blakan, CEO Tesla Elon Musk Mengaku Mengidap Sindrom Asperger!

Kurangnya interaksi tatap muka dengan teman sekelas dan guru mereka telah sangat mempengaruhi proses perkembangan mereka dan dapat berkontribusi pada masalah psikologis yang lebih besar bagi mereka di masa depan.

Penangguhan kursus terapi wicara fisik dan keterampilan sosial yang dipaksakan oleh penguncian dapat berdampak pada perkembangan keterampilan dasar mereka.

Anak-anak dengan autisme yang telah tinggal di tempat yang terisolasi selama penguncian lebih cenderung mengembangkan gangguan stres akut, gangguan penyesuaian, dan merasa sedih.

Untuk itu, orangtua perlu paham bahwa meski di rumah, anak perlu tetap mendapat terapi. Misalnya dengan melakukan permainan di rumah bisa yang bisa memberikan stimulasi.

Menurut Orthopedagog, Nuryanti Yamin salah satu kegiatan yang bisa dilakukan untuk menstimulasi anak autis, agar jangan sampai kemampuannya menurun tanpa terapi ialah dengan cara bermain.

Baca Juga: Punya Anak Autis, Dian Sastro Sempat Tak Didukung Suami Buat Terapi

Tidak perlu permainan yang rumit, tapi permainan yang sesuai dengan usia anak yang bisa menstimulasi kemampuan anak tersebut. Contohnya seperti permainan lempar tangkap bola, yang bisa melatih saraf motorik dan kemampuan berpikir anak.

Komentar