Terungkap! Sederet Dampak Pandemi Covid-19 Pada Penyandang Autisme

Jum'at, 18 Juni 2021 | 16:55 WIB
Terungkap! Sederet Dampak Pandemi Covid-19 Pada Penyandang Autisme
Ilustrasi anak autisme. (Shutterstock)

Suara.com - Pandemi Covid-19 berdampak terhadap seluruh sektor kesehatan, termasuk para penyandang autisme.

Kebijakan lockdown untuk menekan penyebaran Covid-19 misalnya, membuat kehidupan para penyandang autisme berubah.

Penutupan sekolah dan pusat perawatan lainnya membawa tantangan baru bagi orang-orang yang merawat anak-anak penyandang autisme.

Anak-anak ini sekarang memiliki aktivitas fisik yang sangat sedikit dan paparan yang lebih lama ke layar ponsel cerdas untuk kelas online, menyebabkan ritme tidur yang tidak teratur dan masalah fisik lainnya.

Kurangnya interaksi tatap muka dengan teman sekelas dan guru mereka telah sangat mempengaruhi proses perkembangan mereka dan dapat berkontribusi pada masalah psikologis yang lebih besar bagi mereka di masa depan.

Penangguhan kursus terapi wicara fisik dan keterampilan sosial yang dipaksakan oleh penguncian dapat berdampak pada perkembangan keterampilan dasar mereka.

Anak-anak dengan autisme yang telah tinggal di tempat yang terisolasi selama penguncian lebih cenderung mengembangkan gangguan stres akut, gangguan penyesuaian, dan merasa sedih.

Untuk itu, orangtua perlu paham bahwa meski di rumah, anak perlu tetap mendapat terapi. Misalnya dengan melakukan permainan di rumah bisa yang bisa memberikan stimulasi.

Menurut Orthopedagog, Nuryanti Yamin salah satu kegiatan yang bisa dilakukan untuk menstimulasi anak autis, agar jangan sampai kemampuannya menurun tanpa terapi ialah dengan cara bermain.

Baca Juga: Blak-blakan, CEO Tesla Elon Musk Mengaku Mengidap Sindrom Asperger!

Tidak perlu permainan yang rumit, tapi permainan yang sesuai dengan usia anak yang bisa menstimulasi kemampuan anak tersebut. Contohnya seperti permainan lempar tangkap bola, yang bisa melatih saraf motorik dan kemampuan berpikir anak.

"Lempar tangkap bola aja, orangtua bisa memberikan stimulasi motorik, kapan anak nangkep inisiatif responsif. Lalu instruksi ayok dek tangkap, walau main bola aja," ungkap Nuryanti saat dihubungi suara.com, beberapa waktu lalu.

Nuryanti yang juga seorang Terapis Ahli anak berkebutuhan khusus di Drisana Center mengatakan, tidak butuh waktu lama untuk bermain dengan anak autis untuk menstimulasi, melainkan hanya butuh waktu 1 hingga 2 jam, namun dengan catatan harus rutin dan konsisten.

"Setiap hari bermain bersama anak, rasanya tidak terlalu susah, dengan keterampilan kemampuan sebagai orangtua aja, mengakomodir kebutuhan anak, memperkenalkan mainan," terangnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI