Temuan Baru, Virus Corona Sebabkan Materi Abu-Abu pada Otak Berkurang

Yasinta Rahmawati, Shevinna Putti Anggraeni

Sabtu, 19 Juni 2021 | 14:41 WIB
Temuan Baru, Virus Corona Sebabkan Materi Abu-Abu pada Otak Berkurang
Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Shutterstock)

Suara.com - Virus corona Covid-19 tidak hanya memengaruhi beberapa fungsi organ, tetapi juga materi abu-abu dalam otak. Para peneliti menemukan hasil pemindaian otak pasien Covid-19 menunjukkan hilangnya materi abu-abu pasien dari waktu ke waktu.

Para peneliti yang berafiliasi dengan University of Oxford melakukan analisis pemindaian otak pasien Covid-19 ini telah mengunggah temuannya ke medRxiv sesuai data dari UK Biobank.

Mereka membandingkan hasil pemindaian otak para peserta sebelum pandemi virus corona dan pemindaian otak dari 394 pasien virus corona. Analisis lebih lanjut melibatkan 15 pasien rawat inap dibandingkan dengan 379 orang yang tidak dirawat di rumah sakit.

"Temuan kami menunjukkan adanya hubungan langsung antara hilangnya materi abu-abu di area korterks limbik dengan sistem penciuman dan pengecapan primer," kata para peneliti dikutip dari Fox News.

Pemindaian awal yang diambil sebelum pandemi virus corona Covid-19 juga memperkuat temuan baru ini. Para peneliti mengatakan, pemindaian awal itu membantu membedakan efek penyakit virus corona pada kondisi kesehatan pasien sesudahnya.

Ilustrasi otak, organ dalam (Pixabay/VSRao)
Ilustrasi otak, organ dalam (Pixabay/VSRao)

Para peneliti mengatakan 3 area yang yang mengalami kehilangan volume materi abu-abu signifikan akibat virus corona Covid-19, meliputi parahippocampal gyrus, korteks orbitofrontal lateral, dan insula superior. Kemudian, mereka juga menemukan kerusakan akibat virus corona Covid-19 yang paling terlihat jelas berada di belahan otak kiri.

Sementara itu, hasil pemindaian otak pada pasien rawat inap tidak menunjukkan hilangnya materi abu-abu yang signifikan. Sedangkan, pasien virus corona Covid-19 yang parah juga mengalami hilangnya materi abu-abu dalam jumlah besar di bagian korteks cingulate, nukleus pusat otak, amigdala dan hipokampus kornu ammonis.

Sayangnya, penelitian ini memiliki keterbatasan, seperti belum menghubungkan antara hilangnya materi abu-abu pada otak dengan pasien Covid-19 yang mengalami gangguan pada saturasi oksigen. Karena, data mengenai hal tersebut yang tidak tersedia.

Selain itu, para peneliti juga belum menghubungkan persoalan ini dengan latar belakang peserta, yang berasal dari Asia, etnis kulit hitam maupun putih.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

CDC Peringatkan Ancaman Penyakit RSV Usai Pandemi Covid-19, Apa Itu?

CDC Peringatkan Ancaman Penyakit RSV Usai Pandemi Covid-19, Apa Itu?

Health | Sabtu, 19 Juni 2021 | 13:30 WIB

Beda dengan Orang Dewasa, Ini 5 Gejala Virus Corona pada Anak-Anak

Beda dengan Orang Dewasa, Ini 5 Gejala Virus Corona pada Anak-Anak

Health | Jum'at, 18 Juni 2021 | 16:14 WIB

Soal Minuman Soda, Seburuk Apa Efeknya untuk Kesehatan Otak?

Soal Minuman Soda, Seburuk Apa Efeknya untuk Kesehatan Otak?

Health | Jum'at, 18 Juni 2021 | 15:06 WIB

Terkini

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 21:33 WIB

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 11:18 WIB

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 23:06 WIB

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:41 WIB

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:27 WIB

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:44 WIB

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB

Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?

Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 15:00 WIB