Kenali Tanda-Tanda Saturasi Oksigen Rendah pada Pasien Covid-19

Arendya Nariswari, Lilis Varwati

Minggu, 04 Juli 2021 | 16:49 WIB
Kenali Tanda-Tanda Saturasi Oksigen Rendah pada Pasien Covid-19
Mengukur kadar saturasi oksigen pasien Covid-19. (Dok. Envato)

Suara.com - Sesak napas dan kekurangan oksigen termasuk gejala umum yang dialami pasien Covid-19. Akan tetapi, tidak semua pasien Covid-19 yang mengalami kesulitan bernapas membutuhkan rawat inap di rumah sakit. 

Direktur All India Institute of Medical Sciences (AIIMS) Dr Randeep Guleria mengatakan bahwa tidak setiap pasien Covid memerlukan bantuan napas melalui tabung oksigen. Kondisi yang memberatkan saat pasien benar-benar membutuhkan perawatan adalah ketika tanda-tandanya menjadi kritis dan mulai memengaruhi fungsi organ vital.

Salah satunya dipengaruhi oleh tingkat saturasi oksigen. Guleria menjelaskan, saturasi oksigen mengacu pada tingkat hemoglobin yang teroksigenasi dalam darah dan diangkut dari paru-paru ke berbagai organ sehingga membantu mempertahankan fungsi vital. 

Saturasi oksigen yang diukur dengan oximeter dan menunjukan angka di atas 94 masih dianggap sehat. Sementara saturasi oksigen di bawah 94 telah dapat menyebabkan hipoksemia, yang dapat menimbulkan masalah lebih lanjut. 

Saturasi oksigen yang turun secara konsisten hingga di bawah 90, dianggap sebagai tanda peringatan dan dibutuhkan bantuan medis segera.

Selain diukur dengan oximeter, orang yang mengalami penurunan satuasi oksigen umumnya akan mengalami sesak napas, kesulitan bernapas, hingga nyeri dada. Pada beberapa pasien Covid, penurunan kadar oksigen dan sesak napas itu dapat memperparah infeksi saluran pernapasan hingga memengaruhi fungsi organ vital.

Bisa juga muncul dalam bentuk Acute Respiratory Distress Syndrome (ARDS) atau infeksi saluran pernapasan akut. Dikutip dari laman Times of India, berikut beberapa tanda yang harus diperhatikan jika saturasi oksigen pasien Covid-19 rendah:


1. Pantau selama 1-2 jam jika saturasi oksigen kurang dari 91

Kadar oksigen darah (SpO2) di atas 95 dianggap baik. Tetapi jika hasilnya antara 91-94 harus dipantau. Namun, seseorang harus mencari bantuan medis jika kadar oksigen turun atau secara konsisten bertahan di bawah tanda 91.

baca juga

Penggunaan tabung oksigen di rumah atau terapi pernapasan tengkurap dapat membantu meningkatkan kadar oksigen. Namun, jika saturasi oksigen terus tidak stabil atau tetap sama selama 1-2 jam berturut-turut, perlu dianggap sebagai tanda untuk mencari bantuan medis segera.

2. Bibir kebiruan atau perubahan warna pada wajah

Beberapa gejala Covid yang parah dapat dengan mudah luput dari perhatian dan menyebabkan komplikasi di kemudian hari. Salah satunya adalah bibir kebiruan dan  perubahan warna pada wajah.

Semburat kebiruan pada bibir, juga secara medis disebut sebagai sianosis, dapat terjadi ketika kadar oksigen dalam darah sangat rendah. Dalam keadaan normal, darah beroksigen yang sehat membuat warna kulit jadi kemerahan. Namun, ketika kadar oksigen dalam darah sangat rendah dapat menyebabkan warna kebiruan, pucat, dan kulit terasa sangat dingin.

Pasien yang mengalami happy hipoksia, tidak alami sesak napas meski kadar oksigen rendah, juga bisa alami kulit kebiruan yang menjadi tanda bahaya dan memerlukan perawatan kritis.

3. Nyeri di dada atau paru-paru

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

RS Penuh, Nakes di Jakarta Mulai Ikut Terpapar Pasien Covid-19 dan Alami Stres

RS Penuh, Nakes di Jakarta Mulai Ikut Terpapar Pasien Covid-19 dan Alami Stres

News | Minggu, 04 Juli 2021 | 16:35 WIB

Badai Covid-19, Inggris Deteksi Kasus Infeksi Jamur Hitam

Badai Covid-19, Inggris Deteksi Kasus Infeksi Jamur Hitam

Health | Minggu, 04 Juli 2021 | 16:28 WIB

Pasien Covid-19 Terus Melonjak, Bagaimana Stok Obat-obatan dan Alkes di RS?

Pasien Covid-19 Terus Melonjak, Bagaimana Stok Obat-obatan dan Alkes di RS?

Bisnis | Minggu, 04 Juli 2021 | 15:21 WIB

Terkini

DPRD Gowa Minta 7 Pejabat yang Dinonaktifkan Husniah Talenrang Dikembalikan

DPRD Gowa Minta 7 Pejabat yang Dinonaktifkan Husniah Talenrang Dikembalikan

Sulsel | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 12:03 WIB

Buku We Are the Keystones, Mengenal Pahlawan Tersembunyi Penjaga Alam

Buku We Are the Keystones, Mengenal Pahlawan Tersembunyi Penjaga Alam

Your Say | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 12:00 WIB

Keputusan Dewan Pers Terkait Dugaan Suap dalam Muktamar NU: Fitnah!

Keputusan Dewan Pers Terkait Dugaan Suap dalam Muktamar NU: Fitnah!

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 11:58 WIB

Brantas Abipraya Hadirkan Fasilitas Pendidikan Berkualitas, Wajah Baru Sekolah Negeri di Jakarta

Brantas Abipraya Hadirkan Fasilitas Pendidikan Berkualitas, Wajah Baru Sekolah Negeri di Jakarta

Bisnis | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 11:57 WIB

5 Alasan Batam Layak Dijadikan Tujuan Sebelum Kembali ke Jakarta

5 Alasan Batam Layak Dijadikan Tujuan Sebelum Kembali ke Jakarta

Lifestyle | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 11:51 WIB

PLTSa DIY Ubah Sampah Jadi Listrik, Solusi Masalah atau Beban Baru?

PLTSa DIY Ubah Sampah Jadi Listrik, Solusi Masalah atau Beban Baru?

Your Say | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 11:50 WIB

PPATK dan MIND ID Perkuat Kolaborasi, Jaga Integritas Industri Pertambangan Nasional

PPATK dan MIND ID Perkuat Kolaborasi, Jaga Integritas Industri Pertambangan Nasional

Bisnis | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 11:49 WIB

Say No to Cup Plastik! 5 Rekomendasi Tumbler Mini Terbaik untuk Ngopi Hemat dan Ramah Lingkungan

Say No to Cup Plastik! 5 Rekomendasi Tumbler Mini Terbaik untuk Ngopi Hemat dan Ramah Lingkungan

Lifestyle | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 11:47 WIB

Demi Pasien, Dokter Anak Jalan 7 Km saat BBM Langka di Bali

Demi Pasien, Dokter Anak Jalan 7 Km saat BBM Langka di Bali

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 11:46 WIB

5 Perbedaan Pengalaman Terbang ke Kota Besar dan Destinasi Wisata Alam yang Perlu Dipertimbangkan

5 Perbedaan Pengalaman Terbang ke Kota Besar dan Destinasi Wisata Alam yang Perlu Dipertimbangkan

Lifestyle | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 11:43 WIB

×