Suara.com - Kasus harian Covid-19 di Indonesia kembali mencatat rekor baru. Dalam satu hari, tercatat ada lebih dari 34 ribu kasus baru, dan lebih dari 1000 pasien Covid-19 meninggal dunia.
Kondisi ini membuat khawatir sejumlah pihak. Menanggapi hal tersebut, Epidemiolog Griffith University Australia, Dicky Budiman, mengatakan bahwa situasi yang terjadi di Indonesia saat ini sudah diprediksi sejak awal tahun 2021.
"Ini sesuatu yang sudah diprediksi, bahkan pada Januari sudah saya sampaikan, bahwa 6 bulan kedepan kita akan mengalami masa puncak," ujar Dicky kepada Suara.com, Rabu, (7/7/2021).
Dicky mengatakan bahwa situasi yang terjadi hari ini merupakan akumulasi kasus yang tidak terdeteksi selama satu tahun lalu. Bahkan, menurut Dicky angka yang tercatat hari ini masih di bawah prediksi.
![Spanduk melawan COVID-19 terpasang di salah satu sudut di RSUD Cengkareng, Jakarta, Rabu (23/6/2021). [Suara.com/Angga Budhiyanto]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2021/06/23/98114-antrean-pasien-covid-19-di-luar-igd-rsud-cengkareng.jpg)
"Puncaknya sebelum akhir Juli bahkan bisa maju sedikit. Bahkan 34 ribu itu bisa dibilang kita sudah lebih dari itu.
"Dengan 1000 kematian dan angka reproduksi 1,1, infection rate 0,51 persen, setidaknya dua atau tiga minggu lalu 127 ribu kasus. Sekarang sudah lebih dari 100 ribu."
Menurut Dicky angka 34 ribu lebih banyak berasal dari fasilitas kesehatan, dan itu hanya 20 persen yang terdeteksi dari jumlah angka sebenarnya.
"Angka sebenarnya 5 kali dari itu, jadi tidak usah kaget, karena ini sudah diprediksi jauh dan akan mengalami peningkatan kasus, setidaknya sebelum akhir Juli kita akan mengalami puncaknya," kata dia.