Benarkah Kotoran Telinga Tunjukkan Masalah Kesehatan? Ini Kata Ahli!

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Minggu, 11 Juli 2021 | 14:20 WIB
Benarkah Kotoran Telinga Tunjukkan Masalah Kesehatan? Ini Kata Ahli!
Ilustrasi telinga (shutterstock)

Suara.com - Setiap orang pasti memiliki kotoran telinga yang berfungsi untuk melindungi telinga. Teksturnya yang lengket bisa mencegah bakteri dan kuman bergerak lebih jauh ke dalam telinga, karena bisa menyebabkan infeksi.

Kotoran telinga juga bisa membantu melumasi kulit dan menjaga keseimbangan PH alami telinga untuk mencegah iritasi serta kekeringan.

Menurut Mr Misha Verkerk FRCS, Direktur Klinis Auris Ear Care, warna kotoran telinga bukanlah cara alternatif untuk mendeteksi kondisi kesehatan Anda.

Tapi, Misha mengatakan bahwa warna kotoran telinga setiap orang bervariasi, mulai dari warna putih, kuning, coklat hingga hitam. Kotoran telinga basah atau kering juga bukan pertanda suatu kondisi kesehatan tertentu.

"Jika Anda memiliki kotoran telinga berwarna hijau atau berbau menyengat, telinga berdarah, hal itu baru bisa mengindikasikan infeksi," kata Mr Misha dikutip dari Express.

Ilustrasi Telinga (Unsplash/Taisiia Shestopal)
Ilustrasi Telinga (Unsplash/Taisiia Shestopal)

Biasanya tubuh Anda akan memproduksi cukup kotoran telinga untuk menjaga kesehatan telinga. Tapi, terkadang kotoran telinga ini bisa mengeras sehingga menyebabkan masalah, seperti gangguan pendengaran atau ketidaknyamanan.

Ada berbagai jenis kotoran telinga. Para peneliti di Jepang, menemukan manusia memiliki dua tipe utama kotoran telinga, yakni.

  1. Kotoran telinga kering yang biasanya dimiliki oleh orang Asia Timur
  2.  Kotoran telinga basah dan lengket yang biasanya dimiliki oleh orang Eropa

Kotoran telinga yang terkelupas cenderung berwarna lebih terang daripada kotoran telinga yang basah dan lengket. Kepala audiolog Specsaver, Gordon Harrison pun menguraikan gejala kotoran telinga yang perlu diwaspadai.

"Jika telinga Anda tersumbat oleh kotoran hingga Anda merasa seolah-olah kehilangan pendengaran karena suara-suara lebih teredam. Anda mungkin mengalami dering atau sensasi popping atau kotoran terlalu penuh di telinga," katanya.

Cara mencegah gangguan pada telinga akibat kotoran

Cara terbaik mencegah gangguan telinga adalah jangan memasukkan apapun ke dalam telinga yang bisa mendorong kotoran telinga jauh ke dalam, seperti penggunaan cotton bud. Karena, kebiasaan ini bisa membuat kotoran semakin terperangkap jauh ke dalam, infeksi hingga gendang telinga berlubang.

Jangan pula menggunakan ear candle, korek api, jepit rambut maupun pensil di telinga. Anda harus menjaga kebersihan telinga dengan menyeka bagian luar telinga secara teratur ketika mandi dan cuci muka.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bisa Rusak Pendengaran Secara Perlahan, Waspada Dampak Buruk Earbud Bagi Telinga

Bisa Rusak Pendengaran Secara Perlahan, Waspada Dampak Buruk Earbud Bagi Telinga

Health | Jum'at, 25 Juni 2021 | 17:37 WIB

Sering Memakai Earbud? Lakukan 4 Tips Ini Agar Telinga Tetap Sehat

Sering Memakai Earbud? Lakukan 4 Tips Ini Agar Telinga Tetap Sehat

Your Say | Kamis, 24 Juni 2021 | 08:00 WIB

Tinggalkan Cotton Bud, Air dan Garam Bisa untuk Bersihkan Kotoran Telinga

Tinggalkan Cotton Bud, Air dan Garam Bisa untuk Bersihkan Kotoran Telinga

Health | Kamis, 20 Mei 2021 | 19:18 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Health | Rabu, 01 April 2026 | 10:55 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB