Tidak Semua GERD Berbahaya bagi Bayi, Kenali Tandanya

Yasinta Rahmawati | Lilis Varwati | Suara.com

Minggu, 11 Juli 2021 | 18:45 WIB
Tidak Semua GERD Berbahaya bagi Bayi, Kenali Tandanya
Ilustrasi penyakit GERD dan asam lambung. (Shutterstock)

Suara.com - Gastroesophageal reflux disease (GERD) atau penyakit refluks gastroesofagus merupakan naiknya asam lambung ke pipa tenggorokan bahkan bisa sampai ke rongga mulut. Asam lambung naik disebabkan karena katup lambung, yang terletak antara lambung dan pipa tenggorokan, tetap terbuka. 

Dokter spesialis anak konsultan Gastrohepatologi dr. Eva Jeumpa Soelaeman, Sp.A (K)., mengatakan, GERD bisa terjadi pada anak mulai usia kurang dari empat bulan karena otot katup lambung yang masih lemah.

"Bayi, terutama di bawah sekitar 4 bulan, sering muntah atau istilah awamnya gumoh. Itu kita sebut sebagai happy spitter, kalau terlalu kenyang minumnya. Tapi membedakannya, anaknya bertumbuh atau tidak setiap bulan. Ditimbang anaknya berat badannya naik terus, berarti oke. Enggak masalah, nggak usah khawatir," jelas dokter Eva.

Ia menambahkan, memang tidak semua GERD perlu diwaspadai sebagai penyakit. Ada GERD yang bisa dianggap normal dan tidak perlu diobati karena bisa sembuh sendiri.

GERD yang normal, sambung dokter Eva, ditandai dengan waktu muntah yang terjadi, terutama pada bayi di bawah 4 bulan.

Ilustrasi penyakit GERD dan asam lambung. (Shutterstock)
Ilustrasi penyakit GERD dan asam lambung. (Shutterstock)

Menurutnya, jika anak muntah sesaat setelah makan, kemungkinan disebabkan karena terlalu kenyang juga katup lambung yang belum terlalu kuat menutup sehingga menyebabkan isi lambung kembali naik. Kondisi itu disebut sebagai gejala fisiologis. 

"Mungkin sehari hanya sekali atau seminggu sekali. Jadi tidak bisa diapa-apakan atau tidak ada gejala sama sekali kemudian refluks juga hanya sebentar. Biasanya dengan bertambah umur katup lambungnya akan menguat sendiri," jelasnya.

Sementara refluks berbahaya menyebabkan gejala patologis, ditandai muntah yang tidak dipengaruhi dengan waktu makan. Muntah juga akan terjadi lebih sering. Sehinga akibatnya asam lambung terus naik dan akan menyebabkan kerusakan di saluran tenggorokan. 

"Akibatnya anak akan kesakitan. Jadi kalau makan karena tenggorokannya sakit, biasanya dia akan menolak makan," kata dokter Eva.

GERD dengan gejala patologis bisa bertambah parah karena kondisi kesehatan tertentu. Seperti yang obesitas bisa menyebabkan gerd jadi lebih parah. Selain itu makanan yang dikonsumsi juga bisa jadi penyebab. 

Dokter Eva menyebutkan, makanan yang terlalu asam, cokelat, juga mengandung kafein bisa memicu penyakit GERD jadi makin buruk.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bayi Laki-laki Opick Sempat Terlilit Tali Pusar Sebelum Lahir, Apa Penyebabnya?

Bayi Laki-laki Opick Sempat Terlilit Tali Pusar Sebelum Lahir, Apa Penyebabnya?

Health | Minggu, 11 Juli 2021 | 09:17 WIB

Perlu Tahu, Risiko dan Tingkat Keberhasilan Program Bayi Tabung

Perlu Tahu, Risiko dan Tingkat Keberhasilan Program Bayi Tabung

Health | Minggu, 11 Juli 2021 | 07:45 WIB

Catat! Ini 6 Syarat Jalani Program Bayi Tabung di Indonesia

Catat! Ini 6 Syarat Jalani Program Bayi Tabung di Indonesia

Sumbar | Minggu, 11 Juli 2021 | 10:10 WIB

Terkini

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Health | Jum'at, 20 Maret 2026 | 13:04 WIB

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Health | Kamis, 19 Maret 2026 | 13:49 WIB

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Health | Rabu, 18 Maret 2026 | 07:05 WIB

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Health | Selasa, 17 Maret 2026 | 15:31 WIB

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 17:14 WIB

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 16:49 WIB

Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi

Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 15:52 WIB

Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga

Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 11:54 WIB

Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan

Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 09:18 WIB

Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal

Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal

Health | Sabtu, 14 Maret 2026 | 14:38 WIB