alexametrics

Dua Pekan PPKM Darurat Berlangsung, Apakah Sudah Terlihat Dampaknya?

M. Reza Sulaiman
Dua Pekan PPKM Darurat Berlangsung, Apakah Sudah Terlihat Dampaknya?
Penyekatan PPKM Darurat di Pos Kalimalang, Jakarta Timur, Kamis (15/7/2021). (Suara.com/Yaumal Asri)

PPKM Darurat sudah berlangsung selama kurang lebih dua pekan. Apakah sudah ada dampaknya bagi penanganan pandemi Covid-19?

Suara.com - Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Darurat berlangsung sejak tanggal 3 Juli 2021. Dua pekan berjalan, apakah sudah ada dampak PPKM Darurat terhadap penanganan pandemi Covid?

Dalam konferensi pers virtual, Ketua Bidang Data dan Teknologi Informasi Satgas COVID-19, Dewi Nur Aisyah, menyebut jika PPKM Darurat baru akan terasa dampaknya pada 3-4 pekan setelah implementasi.

"Ketika sebuah intervensi dilakukan bukan berarti dampaknya pada hari itu juga, butuh waktu, paling cepat sekitar tiga hingga empat pekan," ujar Dewi Nur Aisyah dilansir ANTARA.

Pada awal Januari 2021, ia mengemukakan saat dua pekan pelaksanaan PPKM dampaknya masih belum terlihat, kasus masih naik. Namun, setelah itu ada penurunan kasus pada pekan ketiga.

Baca Juga: Ini Kriteria yang Boleh Melintas di Pos Penyekatan PPKM Darurat Medan

Sejumlah kendaraan melintas di jalan Tol JORR II, Jakarta, Rabu (14/7/2021). [Suara.com/Angga Budhiyanto]
Sejumlah kendaraan melintas di jalan Tol JORR II, Jakarta, Rabu (14/7/2021). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

"Jadi kita berharap bahwa intervensi yang dilakukan berupa pengetatan mobilitas, aktivitas akan dapat mengerem kenaikan kasus," ucapnya.

Namun, Dewi mengingatkan respons masyarakat terhadap peraturan yang ditetapkan pemerintah serta hubungan antara host (organisma hidup), agent (penyebab), dan environment (lingkungan).

"Itu menjadi bagian penting yang harus dipahami. Agent ini si virus, secara sains telah terbukti mutasi varian memiliki penularan yang jauh lebih tinggi. Host juga pengaruh, kalau bicara COVID-19 kepatuhannya penting," paparnya.

Sementara itu Koordinator PPKM Darurat Luhut Binsar Panjaitan mengklaim dampak sudah terlihat di sebagian wilayah. Salah satunya adalah mobilitas warga di DI Yogyakarta dan Bali yang menurun.

Kata dia, hal ini terlihat dari pengamatan Facebook Mobility, Google Traffic, dan intensitas cahaya di malam hari melalui NASA/NOAA.

Baca Juga: Klaim Luhut: Mobilitas di Jogja dan Bali Sudah Menurun, Menuju Zona Kuning

"Daerah Istimewa Yogyakarta ini saya pikir memberikan indikasi yang sangat baik yang tadinya di Yogyakarta itu banyak hitamnya, sekarang mulai merah dan masuk di kuning itu yang kita mau. Begitu juga di Bali," kata Luhut dalam jumpa pers virtual, Kamis (15/7/2021).

Komentar