6 Jenis Vaksin Covid-19 di Indonesia: Sinovac, AstraZeneca hingga Moderna

Rifan Aditya

Jum'at, 16 Juli 2021 | 21:14 WIB
6 Jenis Vaksin Covid-19 di Indonesia: Sinovac, AstraZeneca hingga Moderna
6 Jenis Vaksin Covid-19 di Indonesia: Sinovac, AstraZeneca hingga Moderna - Pekerja mengecek suhu Envirotainer berisi vaksin COVID-19 Sinovac setibanya dari Beijing di Terminal Cargo Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Senin, (12/7/2021).ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal

Suara.com - Tahukah kalian ada berapa jenis vaksin Covid-19 di Indonesia saat ini? Jawabannya ada 6 jenis vaksin.

Pemerintah masih terus menggencarkan program vaksinasi sebagai cara penanganan Covid-19. Pemerintah telah berupaya untuk menyediakan vaksin Covid-19 bagi seluruh masyarakat Indonesia. Berbagai jenis vaksin Covid-19 di Indonesia ini didatangkan dari berbagai perusahaan.

Ada beberapa jenis vaksin Covid-19 di Indonesia yang telah tersedia di Indonesia yang telah mendapatkan Izin Penggunaan Darurat (EUA) dari Badan POM (Penanganan Obat dan Makanan) yang perlu diketahui. Simak daftarnya berikut ini.

1.     Sinovac

Vaksin Sinovac yang bernama CoronaVac digunakan di Kuala Lumpur, Malaysia pada 21 Juni 2021. [AFP/Mohd Rasfan]
Vaksin Sinovac yang bernama CoronaVac digunakan di Kuala Lumpur, Malaysia pada 21 Juni 2021. [AFP/Mohd Rasfan]

Vaksin CoronaVac yang diproduksi oleh Sinovac telah diterbitkan oleh BPOM pada 11 Januari 2021 silam. Sinovac dikembangkan dari inactivated virus dan diberikan melalui intramuskular.

Setiap orang mendapatkan dua dosis vaksin yang masing-masing 0,5 ml dan tiap dosis diberikan dengan interval 28 hari. Vaksin ini telah menjalani analisis uji klinik di Bandung sebesar 65,3%, di Turki 91,25%, serta di Brazil 78%.

2.     AstraZeneca

Ilustrasi vaksin AstraZeneca. (Dok : Istimewa)
Ilustrasi vaksin AstraZeneca. (Dok : Istimewa)

Vaksin AstraZeneca diterbitkan oleh BPOM pda 22 Februari 2021 silam. Vaksin ini memiliki plaftrom viral vector (non replicating) dengan diberikan dalam dua dosis dengan interval 4 hingga 12 minggu.

Efikasi vaksin ini sebesar 62,10% yang dihitung sejak 15 hari pemberian dosis kedua. Jenis vaksin ini diklaim telah ampuh melawan virus corona varian Delta dan Kappa.

baca juga

3.     Sinopharm

Seorang staf medis mengambil sampel vaksin COVID-19 nonaktif di sebuah pabrik produksi vaksin milik China National Pharmaceutical Group (Sinopharm) di Beijing, China, 11 April 2020. China telah menyetujui dua kandidat vaksin COVID-19 nonaktif untuk uji klinis. Dua kandidat vaksin tersebut dikembangkan oleh Institut Produk Biologi Wuhan di bawah China National Pharmaceutical Group (Sinopharm) dan Sinovac Research and Development Co.Ltd, sebuah perusahaan yang berbasis di Beijing. ANTARA FOTO/Xinhua/Zhang Yuwei/pras.
Seorang staf medis mengambil sampel vaksin COVID-19 nonaktif di sebuah pabrik produksi vaksin milik China National Pharmaceutical Group (Sinopharm) di Beijing, China, 11 April 2020. China telah menyetujui dua kandidat vaksin COVID-19 nonaktif untuk uji klinis. Dua kandidat vaksin tersebut dikembangkan oleh Institut Produk Biologi Wuhan di bawah China National Pharmaceutical Group (Sinopharm) dan Sinovac Research and Development Co.Ltd, sebuah perusahaan yang berbasis di Beijing. ANTARA FOTO/Xinhua/Zhang Yuwei/pras.

Vaksin Covid-19 Sinopharm diterbitkan oleh BPOM pada 30 April 2021 dan telah menjalani uji klinik. Efikasi menunjukkan angka 78,02% yang dapat membentuk antibodi dalam melawan virus corona. Vaksin ini diberikan dengan dua dosis dengan interval 21 hingga 28 hari.

4.     Moderna

Vaksin Moderna
Vaksin Moderna

Vaksin Covid-19 Moderna merupakan vaksin yang berbasis messanger RNA (mRNA) yang pertama kali dipakai di Indonesia. Pemberian vaksin Moderna seperti vaksin Covid-19 dengan injeksi intramuskular, dosisnya 0,5 ml dengan 2 kali penyuntikan dalam rentang waktu 1 bulan.

Efikasi vaksin Modern sebesar 94,1% pada kelompok usia 18-65 tahun dan 86,4% pada kelompok usia 65 tahun ke atas. Vaksin varian ini diklaim ampuh dalam melawan virus corona varian Delta, Kappa dan Gamma.

5.     Pfizer

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bukan Atas Dasar Ilmiah, Ini Alasan Ada Vaksinasi Dosis Ketiga untuk Nakes

Bukan Atas Dasar Ilmiah, Ini Alasan Ada Vaksinasi Dosis Ketiga untuk Nakes

Health | Jum'at, 16 Juli 2021 | 20:43 WIB

PeduliLindungi, Situs Download Sertifikat Vaksin Covid-19

PeduliLindungi, Situs Download Sertifikat Vaksin Covid-19

News | Jum'at, 16 Juli 2021 | 20:21 WIB

Cara Cetak Kartu Vaksin Covid-19 di PeduliLindungi dan SMS

Cara Cetak Kartu Vaksin Covid-19 di PeduliLindungi dan SMS

News | Jum'at, 16 Juli 2021 | 19:20 WIB

Indonesia Terima 1,4 Juta Vaksin Sinopharm asal China

Indonesia Terima 1,4 Juta Vaksin Sinopharm asal China

Video | Jum'at, 16 Juli 2021 | 19:15 WIB

Terkini

Kasus Suap HGB Summarecon Bogor Naik Penyidikan, Mungkinkah Nusron Wahid Diperiksa KPK?

Kasus Suap HGB Summarecon Bogor Naik Penyidikan, Mungkinkah Nusron Wahid Diperiksa KPK?

Jabar | Senin, 21 September 2026 | 21:52 WIB

Amnesty Minta Pelaku Pembubaran Ibadah GKPI Tangerang Diproses Hukum

Amnesty Minta Pelaku Pembubaran Ibadah GKPI Tangerang Diproses Hukum

News | Senin, 21 September 2026 | 21:41 WIB

Ahli Soroti Kerugian Negara Rp2 Triliun di Kasus TPL: Harus Diaudit BPK

Ahli Soroti Kerugian Negara Rp2 Triliun di Kasus TPL: Harus Diaudit BPK

News | Senin, 21 September 2026 | 21:36 WIB

Dari Jakarta hingga Sukabumi, Belasan Aset Mewah Ipda Yayat Dibidik KPK

Dari Jakarta hingga Sukabumi, Belasan Aset Mewah Ipda Yayat Dibidik KPK

News | Senin, 21 September 2026 | 21:35 WIB

Dari Garmin Run 2026, Gaya Hidup Aktif Bertemu Solusi Finansial

Dari Garmin Run 2026, Gaya Hidup Aktif Bertemu Solusi Finansial

Sport | Senin, 21 September 2026 | 21:24 WIB

Kondisi Doddy Katamsi Memprihatinkan Akibat Penyakit Jantung, Keluarga Meminta Doa

Kondisi Doddy Katamsi Memprihatinkan Akibat Penyakit Jantung, Keluarga Meminta Doa

Entertainment | Senin, 21 September 2026 | 21:21 WIB

Sebut Pakar Saking Pintarnya Jadi Goblok, KIKA Beri Kritik Pedas ke Prabowo

Sebut Pakar Saking Pintarnya Jadi Goblok, KIKA Beri Kritik Pedas ke Prabowo

News | Senin, 21 September 2026 | 21:13 WIB

Tuntutan 8,5 Tahun Bikin Suasana Sidang Sudewo Memanas, Pendukung Ricuh

Tuntutan 8,5 Tahun Bikin Suasana Sidang Sudewo Memanas, Pendukung Ricuh

Jawa Tengah | Senin, 21 September 2026 | 21:03 WIB

vivo X500 Series Resmi Meluncur, Bawa Kamera 17EV dan Video 4K 240fps

vivo X500 Series Resmi Meluncur, Bawa Kamera 17EV dan Video 4K 240fps

Tekno | Senin, 21 September 2026 | 21:02 WIB

Target E50 di Depan Mata, Impor Bensin Bakal Dihentikan?

Target E50 di Depan Mata, Impor Bensin Bakal Dihentikan?

Video | Senin, 21 September 2026 | 21:00 WIB

×