Jokowi Cari Oseltamivir di Apotek, Ternyata Tak Direkomendasikan Buat Obat Utama Covid-19

Bimo Aria Fundrika | Dini Afrianti Efendi | Suara.com

Sabtu, 24 Juli 2021 | 15:55 WIB
Jokowi Cari Oseltamivir di Apotek, Ternyata Tak Direkomendasikan Buat Obat Utama Covid-19
Presiden Joko Widodo usai cek ketersediaan obat terapi Covid-19. (Dok: Istimewa)

Suara.com - Presiden Joko Widio melakukan sidak mencari obat oseltamivir di salah satu apotek di Bogor, Jawa Barat, Jumat, (23/7/2021). Namun, obat tersebut ternyata kosong dan tidak ada stoknya. 

Jokowi pun langsung menghubungi Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin setelah menemui fakta tadi di lapangan. 

 "Pak, ini saya cek ke apotek di Bogor. Saya cari obat antivirus Oseltamivir, nggak ada. Cari lagi, obat antivirus yang Favipiravir juga nggak ada, kosong. Saya cari yang antibiotik, Azithromycin, juga nggak ada," tanya Jokowi kepada Budi dalam sambungan telpon dalam video yang diunggah di Youtube Sekretariat Presiden, Jumat (23/7/2021).

Oseltamivir memang sempat digunakan untuk penanganan Covid-19 di Indonesia. Tapi faktanya dalam surat rekomendasi 5 organisasi profesi kedokteran menyebutkan oseltamivir dan Azithromycin sudah tidak lagi masuk dalam terapi utama Protokol Tatalaksana Covid-19. Surat tersebut diteken pada 14 Juli 2021 lalu.

Ilustrasi Obat. (istockphoto.com)
Ilustrasi Obat. (istockphoto.com)

Kelima organisasi itu yakni Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI), Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI), Perhimpunan Dokter Anestesiologi dan Terapi Intensif Indonesia (PERDATIN), dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI).

Meski begitu Ketua Umum PAPDI, Dr. dr. Sally Aman Nasution mengatakan jika oseltamivir hanya diberikan sebagai terapi tambahan, dan tidak rutin diberikan setiap saat untuk pasien Covid-19.

"Oseltamivir diberikan kalau bersamaan dengan infeksi influensa," ujar Dr. Sally saat dikonfirmasi suara.com, Sabtu (24/7/2021).

Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Farmasi Ikatan Apoteker Indonesia (IAI), Prof. Keri Lestari juga membenarkan jika oseltamivir, adalah obat untuk influensa yang sempat digunakan untuk pasien Covid-19.

Tapi seiring perkembangan, penelitian, dan pengamatan para ahli mendapati obat tersebut tidak terbukti efektif membantu kesembuhan pasien Covid-19 yang terinfeksi virus SARS CoV 2.

Tapi kata Prof. Keri, obat tersebut bisa diberikan apabila pasien Covid-19 juga mengalami infeksi sekunder, atau di saat bersamaan ia terinfeksi virus influensa.

"Karena setelah diamati oseltamivir tidak punya efek berarti terhadap SARS CoV 2, jadi oseltamivir berhenti diberikan untuk terapi utama," ungkap Prof. Keri saat dihubungi suara.com.

Sementara itu mengutip surat rekomendasi terbaru tersebut menunjukkan obat antivirus hanya diberikan pada pasien bergejala sedang atau berat. Selebihnya pada pasien tanpa gejala atau bergejala ringan direkomendasikan mengonsumsi vitamin C dan vitamin D. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Epidemiolog Ungkap Kejanggalan Jokowi Blusukan Cari Obat Terapi Covid-19 di Apotek

Epidemiolog Ungkap Kejanggalan Jokowi Blusukan Cari Obat Terapi Covid-19 di Apotek

News | Sabtu, 24 Juli 2021 | 14:42 WIB

6 Obat Ini Dicari Jokowi di Video yang Viral, Berikut Khasiatnya

6 Obat Ini Dicari Jokowi di Video yang Viral, Berikut Khasiatnya

News | Sabtu, 24 Juli 2021 | 14:15 WIB

Jokowi Sidak Apotek Tak Temukan Obat Perawatan COVID, Ali Ngabalin Bilang Begini

Jokowi Sidak Apotek Tak Temukan Obat Perawatan COVID, Ali Ngabalin Bilang Begini

News | Sabtu, 24 Juli 2021 | 13:05 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB