alexametrics

Orang dengan Gejala Jangka Panjang Covid-19 Berisiko Alami Depresi

Cesar Uji Tawakal | Fita Nofiana
Orang dengan Gejala Jangka Panjang Covid-19 Berisiko Alami Depresi
Ilustrasi isolasi atau karantina COVID-19 - (Pixabay/fernandozhiminaicela)

Orang dengan gejala Covid-19 menetap dua kali lebih mungkin alami depresi.

Suara.com - Orang-orang yang mengalami gejala jangka panjang Covid-19hampir dua kali lebih mungkin mengalami depresi. Hal ini dinyatakan oleh hasil dari Kantor Statistik Nasional Inggris (ONS).

Melansir dari Independent, survei ONS antara 7 April hingga 13 Juni mengungkapkan bahwa 6,2 persen orang dewasa melaporkan bahwa mereka mungkin mengalami gejala Covid-19 jangka panjang (Long Covid). 

Dari jumlah tersebut, hampir sepertiga (30 persen) mengatakan mereka mengalami gejala depresi moderat hingga berat dalam dua minggu terakhir. Sementara seperempat (25 persen) mengatakan mereka telah mengalami beberapa bentuk kecemasan.

ONS mensurvei hampir 40.000 orang berusia 16 tahun ke atas di Britania Raya untuk menghasilkan temuan mereka, dengan 3,6 persen menyatakan bahwa mereka menderita gejala Covid-19 jangka panjang, sementara 2,6 persen mengatakan mereka tidak yakin.

Baca Juga: Viral Ruang Isolasi Pasien Covid-19 Tak Ada Nakes Satu pun, Oksigen Suruh Ganti Sendiri

Dari jumlah tersebut, lebih dari setengah (57 persen) mengatakan bahwa gejala Covid-19 jangka panjang telah secara negatif mempengaruhi kesejahteraan mereka, sementara 39 persen mengatakan kemampuan mereka untuk berolahraga telah terpengaruh.

Ilustarasi virus corona. (pixabay)
Ilustarasi virus corona. (pixabay)

"Meskipun tidak ada definisi tunggal dari gejala Covid-19 jangka panjang, namun konsidi inikemungkinan mempengaruhi orang dengan cara yang berbeda dan menunjukkan dampak potensial pada kesehatan fisik," kata Tim Vizard, pejabat penelitian ONS.

"Penelitian hari ini menyoroti potensi kesehatan mental masyarakat yang dipengaruhi gejala Covid-19 jangka panjang," imbuhnya. 

Komentar