Peneliti Ungkap Bagaimana Virus Corona Covid-19 Masuk dan Merusak Paru-paru

Risna Halidi | Dian Kusumo Hapsari | Suara.com

Selasa, 27 Juli 2021 | 20:48 WIB
Peneliti Ungkap Bagaimana Virus Corona Covid-19 Masuk dan Merusak Paru-paru
Ilustrasi tanda-tanda virus Covid-19 telah menyerang paru-paru (Suara.com/Michelle Illona)

Suara.com - Pandemi Covid-19 sudah berlangsung hampir dua tahun. Banyak penelitian dan studi telah dilakukan, namun belum juga ada yang berhasil menemukan obat mengatasi penyakit mengerikan tersebut.

Kekinian, tim peneliti dari University of Technology Sydney berhasil menemukan fakta bagaimana aerosol virus corona lebih mudah mencapai paru-paru sebelah kanan daripada kiri.

Penelitian juga menemukan ketika seseorang menghirup partikel virus corona yang terisolasi, lebih dari 65 persen partikel tersebut berhasil mencapai wilayah terdalam paru-paru.

Hal itu pada akhirnya, dapat membuat kerusakan sel dan menyebabkan kadar oksigen darah rendah.

Sebelumnya diketahui bahwa aerosol yang mengandung virus corona berjalan melalui saluran udara bagian atas termasuk hidung, mulut, dan tenggorokan.

Tapi penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Physics of Fluids ini berhasil membuktikan bagaimana aerosol juga bisa mengalir sampai ke paru-paru bagian dalam.

“Paru-paru kita menyerupai cabang pohon yang membelah hingga 23 kali menjadi cabang yang semakin kecil. Karena kompleksitas geometri ini, sulit untuk mengembangkan simulasi komputer."

"Namun, kami dapat memodelkan apa yang terjadi pada 17 generasi pertama, atau cabang, dari saluran udara," kata penulis utama Saidul Islam, dari universitas tersebut.

“Tergantung pada tingkat pernapasan kita, antara 32 persen dan 35 persen partikel virus disimpan di 17 cabang pertama. Ini berarti sekitar 65 persen partikel virus lolos ke bagian terdalam paru-paru kita, termasuk alveoli atau kantung udara," tambahnya.

Studi ini juga mengungkapkan bahwa jumlah partikel virus yang disimpan di paru-paru kanan lebih banyak, terutama lobus kanan atas dan lobus kanan bawah, daripada paru-paru kiri.

Hal ini disebabkan oleh struktur anatomi paru-paru yang sangat tidak simetria dan cara udara mengalir melalui lobus yang berbeda.

Penelitian ini didukung oleh penelitian terbaru dari CT scan dada pasien Covid-19 yang menunjukkan infeksi dan penyakit umumnya lebih besar di area kanan.

Temuan ini memiliki implikasi untuk mengembangkan perangkat penghantaran obat yang ditargetkan mengantarkan obat ke area sistem pernapasan paling terpengaruh oleh virus.

Organisasi Kesehatan Dunia WHO baru-baru ini juga telah memperbarui saran tentang masifnya penularan aerosol, dan memperingatkan masyarakat dunia bahwa aerosol dapat tetap melayang di udara.

Untuk itu, pengaturan ventilasi dalam ruangan sempit dan area dengan ventilasi yang buruk berisiko menularkan Covid-19 secara signifikan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Polisi Meredam Penolakan Pemulasaran Jenazah Covid-19 di RSUD dr Moch Saleh Probolinggo

Polisi Meredam Penolakan Pemulasaran Jenazah Covid-19 di RSUD dr Moch Saleh Probolinggo

Malang | Selasa, 27 Juli 2021 | 20:35 WIB

Kasus Meningkat, Pasien Covid-19 di Bangkok Dipindahkan ke Provinsi Lain dengan Kereta

Kasus Meningkat, Pasien Covid-19 di Bangkok Dipindahkan ke Provinsi Lain dengan Kereta

Health | Selasa, 27 Juli 2021 | 20:06 WIB

Mendagri Ingatkan Kepala Daerah Hasil Pilkada 2020 Segera Pelajari Masalah Pandemi Covid

Mendagri Ingatkan Kepala Daerah Hasil Pilkada 2020 Segera Pelajari Masalah Pandemi Covid

News | Selasa, 27 Juli 2021 | 19:13 WIB

Terkini

AI Masuk Dunia Wellness: Kursi Pijat Canggih Ini Bisa Baca Stres dan Sesuaikan Relaksasi

AI Masuk Dunia Wellness: Kursi Pijat Canggih Ini Bisa Baca Stres dan Sesuaikan Relaksasi

Health | Selasa, 21 April 2026 | 19:44 WIB

Penelitian Baru: Salinitas Air Minum Berkontribusi pada Risiko Hipertensi

Penelitian Baru: Salinitas Air Minum Berkontribusi pada Risiko Hipertensi

Health | Selasa, 21 April 2026 | 18:31 WIB

Lawan PTM dari Rumah: Mengapa Kampanye Generasi Bersih Sehat Vital Bagi Masa Depan Kita?

Lawan PTM dari Rumah: Mengapa Kampanye Generasi Bersih Sehat Vital Bagi Masa Depan Kita?

Health | Senin, 20 April 2026 | 18:55 WIB

Mengakhiri Ketergantungan Rujukan, Standar Lab Internasional Kini Tersedia Langsung di Makassar

Mengakhiri Ketergantungan Rujukan, Standar Lab Internasional Kini Tersedia Langsung di Makassar

Health | Senin, 20 April 2026 | 09:32 WIB

Neuropati Perifer pada Diabetes Banyak Tak Terdeteksi, Pedoman Baru Dorong Peran Aktif Apoteker

Neuropati Perifer pada Diabetes Banyak Tak Terdeteksi, Pedoman Baru Dorong Peran Aktif Apoteker

Health | Senin, 20 April 2026 | 09:10 WIB

Transformasi Operasi Lutut: Teknologi Robotik hingga Protokol ERAS Dorong Pemulihan Lebih Cepat

Transformasi Operasi Lutut: Teknologi Robotik hingga Protokol ERAS Dorong Pemulihan Lebih Cepat

Health | Senin, 20 April 2026 | 06:32 WIB

Konflik Global Memanas, Menkes Dorong Ketahanan Farmasi Nasional dan Stabilitas Harga Obat

Konflik Global Memanas, Menkes Dorong Ketahanan Farmasi Nasional dan Stabilitas Harga Obat

Health | Sabtu, 18 April 2026 | 21:33 WIB

Rahasia Produk Kesehatan Laris di Marketplace: Review Positif Jadi Penentu Utama

Rahasia Produk Kesehatan Laris di Marketplace: Review Positif Jadi Penentu Utama

Health | Sabtu, 18 April 2026 | 12:00 WIB

Ini Bahaya Tersembunyi Ikan Sapu-Sapu yang Mengancam Ekosistem Jakarta

Ini Bahaya Tersembunyi Ikan Sapu-Sapu yang Mengancam Ekosistem Jakarta

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 21:10 WIB

Apakah Ikan Sapu-Sapu Bisa Dimakan? Ini Bahaya untuk Manusia dan Ekosistem

Apakah Ikan Sapu-Sapu Bisa Dimakan? Ini Bahaya untuk Manusia dan Ekosistem

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 18:54 WIB